
Kini Semuanya sudah ada di pesawat dan sudah menempuh perjalanan beberapa jam, sebenatar lagi mereka akan mendarat di bandara Jeddah, King Abdul Aziz Mekkah
Dan di rumah sakit sudah makin genting dengan keadaan nenek Jihan yang semakin kritis,
Sesampainya di bandara Zain langsung di papak semua karyawannya, dan langsung menaiki mobil yang akan membawanya ke Rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit semua keluarga Jihan sudah pada BERDERAI AIR MATA, karena menangisi keadaan Ibuk mereka yang sudah sangat kritis
Ya yang sakit adalah nenek Jihan, yang ikut perjalanan ibadah haji di tahun ini,
Beliau begitu semangat kalau pergi ke Mekkah, karena bisa Ziarah ke makam suaminya, yang hanya setahun sekali ke sananya,
Walau dari jauh, tapi melihat makam ataum batu nisan yang hanya sekepal batu saja beliau sudah sangat senang, karena suaminya di sana, JODOH DUNIA ALHIRATnya ada di sana
Beliau selalu berharap ingin meninggal di Mekkah, biar bisa di makamkan di pemakaman yang sama dengan suaminya
Setiap ke Mekkah yang beliau harapakan hanyalah kematian, tak tak kunjung datang, memang aneh, orang lain selalu berharap di beri kesehatan, panjang umur, tapo beda dengan nenek Jihan yang selalu mengharapkan kematian
Bukam karena tidak bahagia, hidup dengan anak anaknya, tapi merasa sudah tua dan puluhan tahun tanpa pendamping tanpa suami membuat hidupnya hilang jiwanya hilang seperempat
Sikit aja jangan banyak banyak takut gak habis 😃
Dan tadi setelah selesai lempar jumroh, yang mana Hamdan selalu khawatir terhadap mertuanya, dan ingin selalu mendampingi, tapi beliau terlihat begitu semangat dan terlihat kuat,
Setelah selesai lempar Jumroh, tiba tiba Nenek Jihan mau ke toilet untuk hajad kecilnya, mau di temani dengan salah satu anaknya justru menolak
Tapi hampir setengah jam menunggu tak ku jung datang sehingga Ulfa dan Charir menyusul ke dalam toilet tersebut dan ternyata Ibuk mereka alias nenek Jihan audsh terjatuh dan pingsan di lantai dan langsung di larikan kerumah sakit setelah Toha Mengabari Zain dan Jihan, agar segera mengirim anak buahnya yang berada di Mekkah
Dan Hingga sekarang kondisi nenek Jihan masih kritis, dan belum sadarkan diri
Kini Jihan dan yang lain sudah sampai di rumah sakit tempat neneknya di rawat dengan perasaan begitu panik
" Assalamualaikum..." ucap Zain pada mertuanya
" Waalaikumsalam.." jawab Hamdan menghampiri Zain
__ADS_1
" Gimana keadaan Uti Pak?" tanya Jihan cepat
" Gak tau bahasanya kami Han, jadi iya iya aja kalau ada dokter kesini" jawab Toha nyeleneh karena memang dia tidak faham bahasa arab
Dan petugas dari Zain juga cuman ngantar ke Rumah sakit, karena mereka juga meninggalkan pekerjaan yang sangat padat apa lagi di Musim haji seperti ini
Tapi sebenarnya mereka juga mau menemani agar bisa menerjemahkan saat ada perlu dengan dokter, tapi Toha meminta agar dia balik lagi karena masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan
" Wes ra jelas" saut El yang tau gimana kelakuan mbah oomnya itu
Ibu dan tantenya Jihan, mereka sudah pada menangis semua, karena teringat kejadian 23 tahun yang lalu, yang mana di rumah sakit yang sama bapak mereka menghembuskan nafas terakhir dan kali ini, di tengaj tengah ibadah Haji Ibunya juga mengalami kejadian yang sama
Jihan mendekat dan menguatkan Ibu dan tantenya itu, agar tetap kuat dan mudah mudahan di beri mukjiyat oleh Allah agar neneknya bisa sehat kembali
Dan di tengan tengah tangisan mereka ada salah satu dokter yang akan masuk memeriksa nenek Jihan lagi
Jihan pun mendekat dan bertanya pada dokter dengan menggunakan bahasa arab tentunya
" Maaf dokter gimana keadaan nenek saya, atas nama ibuk Maimunah, yang ada di ruangan itu " tanya Jihan sambil memunjuk ke arah pintu masuk ruangan darurat itu
" Noh... denger tuh Mbah Oom, Umi aja bisa masak Oomnya kalah" cela Zula mencibir Toha dengan candaannya
Zula sudah dekat dengan keluarga barunya, bukan keluarga baru tapi keluarga yang baru dia kenal
Dengn sikapnya yang hambel dengan siapapun, membuat dirinya gampang akbrab, seperti sikap Uminya dulu
" Ya Elo La, lain lah Mbah Oommu ini, ngertinya bahasa paketen, pesanan masuk, print, peking, kirim, cuan, bahasa kayak gini di anggapnya seperti bahasa penduduk pelanet mars" saut Al yang ikut meledek mbah Oomnya
Zula sebenarnya pengen tertawa lepas, tapi takut ganggu pasien yang lain, qpa lagi ini sedang berada di rumah sakit
" Boleh saya iku?" tanya Jihan yang ingin memastikan
" Maaf Ibuk, nanti mengganggu kerja dokter" saut suster yang menemani
" Kebetulan saya juga dojter, dan ini ID cart saya" jawab Jihan memberiman OD Cart miliknya agar bisa meyakinkan dokter dan suster yang ada di sana
__ADS_1
Hingga dokter menerima dan akhirnya memperbolehkan masuk
Tapi sebelum masuk, Zula sengaja memanggil Jihan denga gaya santainya
" Mi..." panggil Zula pada Uminya yang sudah sangat panik
Jihan spontan menoleh ke arah Zula tanpa menjawab
" Kata Mbah Oom Toh, Mbah Uyut suruh nyekek aja biar mati cepet," ucap Zula yang suka ngawur juga kalau sedang ngomong
Seketika semua pandangan tertuju pada Zula, apa lagi tatapan Toha yang langsung ingin menerkam gadis cantik yang suka ceplas ceplos seperti itu
Jihan yang geram langsung melepas sepatunya dan melempar ke Arah Zula ngawur,
Di situasi seperti ini masih aja bisa di bikin candaan olehnya, kesan tentu sangat kesal dengan ucapan Zula barusan
" Hust... Gak boleh gitu sayang" ucqp Zain lembut berbanding balik dengan Jihan yang sangat kasar karena gak terima candaan Zula barusan,
Jihan langsung berada di ruangan neneknya, yang siap untuk ikut memeriksa kondisi neneknya
Kini Jihan ikut andil dalam pemeriksaan neneknya hingga akhirnya neneknya perlahan membuka suara dan tersenyum
" Ndok Jihan..." panggil neneknya lembut..
Author mau sharing boleh ya Lur...
Tapi maaf sebelumnya, mau meluruskan, kalau Author kemaaren bukan mantu/punya mantu dan pesta pernikahan ya lur
Karena anak author juga masih kecil dan baru satu 😁, tapi author punya acara besar, dan hajad di masjid tempat suami author bertugas
Jadi acaranya seperti pesta p9enikahan yang menyibukkan para kaum hawa untuk upyek di dapur, dan karena rumah kami yang dekat dari masjid, makan kami juga yang jadi tuan rumah dan di tempati untuk masak masak,
Dan author mau sharing nih gaes, maaf kalau dari awal novel di season ke 3 ini krg kompeten, dalam arti author kurang konsisten untuk upload cerita, karena berbagai kesibukan author di dunia nyata yang begitu padat,
Sehingga author sendiri kurang bisa menyenpatkan dan membagi waktunya untuk menulis, jadi sekali lagi mohon maaf ya,
__ADS_1
Kalau menurut kalian gimana? author sendiri masih kurang gimana gitu kalau lanjut di season 3 ini, tapi kalau umpama author lanjutkan cerita ini di season ke 4 gimana? mengulas kisah cinta dan jodoh 3 bersaudara Al El dan Il, minta sarannya dong, ya.. 🥰🥰