Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Paksaan Al


__ADS_3

Sesampainya di rumah seperti biasa, rumah semegah dan semewah rumah Zain dan Jihan, selalu sepi di pagi hari,


Soalnya, orang tua Al El dan IL, sedang dinas, dengan profesi dan kantor masing masing


Dan saat ini hanya ada petugas jasa CS dan Ismi yang menunggui di sana,


Ismi dan Irfan juga sudah mempunyai anak 4 malah, jauh lebih banyak dari Jihan dan Zain,


Rumah mereka juga tidak jauh dari rumah Jihan dan Zain, dan sesui janji Zain, mereka juga di belikan rumah yang cukup mewah sesuai ke inginan Irfan


Dan untuk penjagaan saat ada pembersihan rumah, Ismi biasanya mewakili suaminya, yang mana dulu Irfan yang sering menjadi penunggu jasa tersebut


Al kini turun darj taxi yang mengantarkannya dari bandara, Al gak bawa banyak barang, hanya bawa tas kecil yang berisi dompet ponsel dan perintilan lainnya, tanpa membawa koper maupun ransel yang biasa di bawa oleh orang yang bepergian jauh,


Sama seperti si Abah dan si Umi yang gak pernah mau ribet saat bepergian


Al langsung berjalan masuk ke rumahnya, dan pintu rumah sudah terbuka, Al tau kalau sedang ada petugas CS di sana


" Assalamualaikum....." ucap Al saat masuk


Tidak ada yang menyaut karena mungkin masih pada di lantai atas


Al langsung naik ke kamarnya yang ada di atas juga


" Assalamualaikum....." ucap Al sangat keras saat mendekat pada Ismi yang sebagai mandor saat ini


" Waalaikumsalam ya Allah...." kaget Ismi menjawab salam


Pasalnya Al mengucapkan salam tepat di telinga Ismi, dan tentu membuat Ismi sangat kaget


Plak..... satu pukulan dari Ismi untuk Al


" Aduh tante.... " keluh Al memegang lengan kekarnya


" Ngagetin aja.... datang datang teriak lagi" jawab Ismi yang masih pengeng kupingnya


" Ya habisnya dari bawah salam gak ada yang jawab, " elak Al


" Ya gimana mau jawab, orang bising sama Vicum cleaner itu tuh... tuh.. tuh.." jawab Ismi sambil menunjuk pada pekerja yang masih menyedot debu


" Ya makanya Al teriak di telingan tante, biar denger Hahaha" jawab Al tanpa dosa


Dan Ismi menirukan dengan gaya omelan emak emak nawar ompreng


" Salim dulu... Ngomel aja mulu" ucap Ismi terlupa salaman dengan Al


" Eh Iya.. Tante sih.." jawab Al langsung mencium tangan Ismi

__ADS_1


" Al ke kamar bentar ya tan, naruh tas" pamit Al dan Ismi mengangguk


" Ya udah, tante tunggu di bawah kalau kayak gitu di sini bising" jawab Ismi dan Al mengangguk


Ismi jalan terlebih dahulu ke lantai dasar, dan Al masuk kedalam kamarnya yang sudah di bersihkan dan di ganti seprai walau jarang di tempati


Kamar bernuansa minimalis dengan cat gelap abu abu terkesa mewah dengan hiasan banyak klarigafi di dinding karnya,


Dengan tumpukan kitab kitab kuning yang besar besar memenuhi lemari kacanya,


Memang lain dari cowok biasa, Al yang pecinta dan Tekun bahkan mendalami Ilmu agama gak punya koleksi alat musik maupun poster artis di dinding kamarnya,


Di sana banyak poster para ulama' ulama' besar dunia, yang menjadi inspirasi hidupnya agar bisa mengembangkan Ilmu agama di negri dan bumi yang semakin tua ini


" Alhamdulillahirobbil alamin....." ucap Al merebahkan tubuhnya di sofa kamarnya


Al mengirim pesan singkat pada Yasmin untuk mangabarkan kalau dia sudah sampai di Indonesia


Al tidak langsung menelfon, takut ganggu Yasmin yang masih murojaah, di jam 4 subuh, karena biasanya hal itu aktifitas Yasmin di mesir, karena di Indonesia jam 9 pagi di sana masih jam 4 subuh masih tenang tenangnya untuk beribadah


Yasmin Al Maina❤


Assalamualaikum Adek...


Udah bangun belum?


Ukhibbuki.. ❤


Bagitu kiranya pesan yang Al kirim pada Yasmin yang memang sedang murojaah di Mesir, dan belum bahkan tidak membuka ponselnya sama sekali


Sesudah itu Al memutuskan untuk Mandi ganti baju dan sholat dhuha sekalian sebelum menemui tantenya yang ada di lantai bawah,


Dan setelahnya Al kembali keluar dari kamarnya, dengan memakai celana jeans panjang, dan kaos pendek dengan hoodee di tangannya


Dan lanjut menemui Ismi yang masih menunggunya di ruang makan


" Tan..." sapa Al


" Makan dulu,..pasti belum makan kan?" tanya Ismi sambil menyiapkan makan untuk Al yang baru dia pesan dari resto milik keluarga Zain


" Makanan dari Resto tan?" tanya Al


" Ya iya dari mana lagi, tante juga belum masak, masak untuk sarapan aja pagi tadi, " jawab Ismi sambil memberikan piring pada Al


" Al mau masakan Umi aja lah, " tolak Al sopan


" Ada sih, tapi sisa pagi tadi, emang mau?" tanya Ismi balik

__ADS_1


" Ya mau, kalau resto Abah di mesir juga ada cabanganya" jawab Al santai, karena Zain memang ada cabang di sana, dan cabang travel juga di sana, yang kapan saja Al bisa minta makan dan minta tiket di sana


Ismi kemudian menyiapkan makanan Jihan pagi tadi untuk Al, Ismi bukan pembantu juga di rumah Zain dan Jihan, tapi sudah sebagai sodara dan keluarga untuk mereka


" Loe pulang pasti gak bilang sama Umi dan Abahmu kan Al?" tanya Ismi curiga soalnya Jihan gak bilang kalau Al mau pulang


Al hanya tersenyum karen ucapan Ismi benar adanya


" Biar di umnyang sama Umimu nanti, di omeli habis habisan loe nanti" ucap Ismi yang tau kalau Jihan pasti akan marah


Sesudah makan, Al meminta kunci mobilnya pada Ismi yang tau semuanya, dalam rumah Jihan


" Emang mau kemana?" tanya Ismi saat memberikan kunci


" Mau jemput El terus nyamperin Umi" jawab Al santai sambil membawa ponsel dan dompetnya saja


" Ya udah hati hati, jangan ngebut bawa mobilnya" ucap Ismi dan Al pamit


" Assalamualaikum tan..." ucap Al saat keluar


" Waalaikumsalam... " jawab Ismi sambil memberesi sisa lauk dan makanan yang ada di meja makan


" Anak sama mbok sama aja" gumam Ismi yang teringat Jihan selalu hidup penuh kejutan


Al Kini mengendarai mobilnya, Mobil Mercedes Banz G-class yang Al beli 6 bulan lalu saat dia pulang ke Indonesia,


Sebenarnya selera Al sama dengan Abahnya, mobil sport, tapi Trauma Uminya yang menjadi penghalang mereka sampai saat ini, tidak ada mobil sport apa lagi yang pendek pendek dalam rumah mereka


3 Jam kemudian, Al sedang menunggu El di dekat depan gerbang sekolah El, yang mana sebelumnya Al sudah sowan terlebih dulu ke pesantren, untuk pamit pada Abah Tasim agar El bisa di ajak pulang, bukan di sana saja, tapi tadi Al juga sudah menemui pihak sekolah untuk menjemput El,


Dan di Istirahat kedua Akhirnya El keluar dengan membawa tasnya untuk menemui Al di parkiran dengan wajah kesal, orang belum pengen pulang kampung udah di suruh pulang paksa, mana udah di pamitin lagi


" Assalamualaikum...." ucap El saat menghampiri Al di tengah terik matahari ini,


Gimana tidak, ini udah masuk waktu dzuhur dan Mereka juga sudah sama sama melaksanakan sholat duhur masing masing


" Waalaikumsalam Bro..." jawab Al sambil membuka kaca mata hitamnya


Di atas lantai 2 gedung sekolah El, banyak dari teman teman dan Adek kelas El yang melihat El yang sedang bersama dengan Al dengan wajah paksaan,


Mereka heran dengan El yang terkesan di paksa untuk pulang oleh Al,


Dan mereka gak ngerti kalau itu adalah kakak dari El, ada kemiripan tapi gak banyak, dan mereka gak menyadari itu


Bahkan berfikir kalau Al terlilit hutang, maupun hal hak kasus lainnya, seperti yang Wawan dugakan dan gibahkan saat ini


" Tuh kan... Gue bilang juga apa, di ngasih hadiah untuk Heny tuh uang hutang, sampai di paksa sama rentenirnya kayak gitu" Gibah Wawan yang mulutnya comber

__ADS_1


__ADS_2