Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Mata kepala


__ADS_3

" Bang dingin banget bang" ucap Zula sangat merasa kedinginan


" Ah Eko Zul, norak banget, belum 5 menit udah kedinginan" ucap Al meledek Zula


" Mungkin kalau hidup dalam kulkas dinginnya seperti ini kali ya" ucap Zula sambil menggosok gosokkan telapak tangannya yang agar agak hangat


Memang di arena salju tersebut sangat dingin, bagi warga indonesia yang hanya ada 2 musim, mungkin snagat kaget kalau berada di musim salju seperti itu, padahal itu hanya salju buatan


" Loe aja udah pake jaket sarung tangan masih kedinginan, " ucap Al lagi


" Yah maklum lah belum pernah bang, " jawab Zula sambil bermain asyik


Keduanya terluhat sangat asyik dengan permainan mereka saat ini, dan seperti pasangan yang romantis yang sedeng menikmati liburan akhir pekan


Dan mungkin orang yang melihat mengira mereka pasangan yang serasi, padahal mereka kakak beradik yang kelihatan seperti sepasang kekasih


" Andai loe bukan adek gue Zul, Gue pasti orang yang sangat bahagia mendapatkan kekasih dan pendamping seperti loe" batin Al sambil meoihat Zula yang sangat girang itu


" Tapi gue sangat bersyukur dan bangga punya adek seperti loe" tambah Al bergumam


Zula yang melihat ayunan dan kereta gantung, ingin rasanya dia naik itu juga dengan abang yang hampir saja beberapa bulan lalu menjadi calon suaminya


Tak jauh dari mereka Yasmin yang tadi sempat kecewa dan nangis karena melihat postingan Al, Kini dia berada di mall yang sama, dan bahkan di wahana yang sama,


Tapi keduanya tidak menyadari bila di tempat yang sama, karena tidak janjian


Dan Yasmin datang bersama abang dan juga keponakannya untuk mwnghibur diri dari rasa galau yang menyelimuti hatinya


Al masih memantau Zula yang berhappy ria sendiri, dan sesekali meneriaki Zula agar hati hati


Apa lagi Zula yang sok jago main sky cukup membuat Al khawatir pada adek kesayangannya itu


" Abang.... Abang..." teriak Zula membuat oranh di sekelilingnya menoleh ke arahnya, termasuk Yasmin yang tak jauh darinya


" Abang... Ayo naik itu dulu" tambah Zula makin keras teriakannya


Zula terus menunjuk pada kereta gantung yang terus berjalan


" Okey, " jawab Al dari jauh dan menghampiri Zula

__ADS_1


Pandangan Yasmin langsung tersorot pada sosok pria tampan mantan pacarnya ya g sangat mengenali wajah Al yang menghampiri Zula yang sedari tadi jadi pusat perhatian karena teriakannya


" Haa.. Haa...Ya Allah" ucap Yasmin justru melihat langsung kedekatan mereka


Yang mana mau cari hiburan justru malah mendapat tamparan,


Air mata Yasmin kembali lolos membasahi pipinya, melihat kemesraan Zula dan Al yang sedang bergandengan tangan


Dan justru Al malah memeluk Zula saat akan menuju ke area kereta gantung


" Seneng gak jalan sama Abang" ucap Al sambil sesekali mengelus dan mencium pucuk kepala Zula


Pandangan mata Yasmin gak lepas dari pandangan kemesraan Al dan Zula, walau matanya terus mengeluarkan air mata


" Seneng dong, gini terus kan enak bang, gak cuman jalan berdua aja pas sekolah" jawab Zula sambil membalas pelukan Al dan pegangan pada lengan Al


" Iya ya, hari ini Abang traktir sepuasnya untuk adek kesayangan Abang, " ucap Al lagi makin sayang pada adek perempuan satu satunya


" Ini bukan karena gue cibir abang karena pelit kan.?" tanya Zula sambil tertawa


" Lha emang abang pelit sejak kapan Zul?" tanya Al dan Zula makin tertawa


Dan Yasmin serasa teriris hatiny menyaksikan hal itu dengan mata kepalanya sendiri


" Gue masih sayang kamu Bang, Yasmin masih cinta sama Abang" batin Yasmin menekan dadanya


Ya Yasmin jelas menyesal memutuskan sepihak hubungannya dulu dengan Al, bahkan diapun tidak mau memberi kejelasan dan gak mau mendengar juga penjelasan Al dulu


Karena yang Yasmin rasakan selama putus dengan Al, justru dia merasa sangat kehilangan sosok Al, yang dulu selalu ada untuknya


Walaupun LDR Pernah jadi penghalang hubungan mereka, tapi sepatah dua patah kata chat masuk cukup membuatnya semangat dan lega


Dan memang gak ada laki laki yang seperti Al lagi di matanya, Al begitu sangat sempurna, begitu dengan keluarganya juga


Yasmin tak kuat lagi melihat pemandangan yang menyakitkan itu, dan dia akhirnya bergegas keluar dari anrena tersebut


Kini Al dan Zula sedang asyik menikmati pemandangan buatan di arena tersebut, sambil naik kreta gantung yang melintas di dari atas


__ADS_1


" Andai ini di negara mana gitu, yang beneran gak buatan lasti seru ya bang" ucap Zula terasa asyik sambil menunjuk pemandangan indah di sana


" Loe mau berlibur ke Korea?" tanya Al tiba tiba


" Ya mau lah, " jawab Zula singkat


" Okey nanti ajukan proposal dulu ke Abah Umi ya, kita bareng bareng kesana" jawab Al enteng


" Kalau abah langsung di ACC, tapi kalau Umi, gak jamin gue " jawab Zula yang tau betapa bawelnya Uminya


" Kalau enggak nanti Abang ikut ajukan juga" jawab Al santai sambil mengayun ngayunkan kakinya


" Kayak mau apa ya, ajukan proposal segala, yang bilang ajukan proposan minta gedung megah aja gak pake proposal kok" sindir Zula dan Al tertawa


Setibanya di bawah mereka lanjut ke permainan yang lain dan cukup menantang, dan pastinya seru kencan keduanya hari ini


Kini Yasmin keluar dan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi di hadapan keponakan kecilnya yang belum tau apa apa, dan justru makin sembab saat di hadapan abangnya


" Eh.. Kok tiba tiba nangis kenapa?" tanya Abangnya heran


"Huuu..... Huu.. Yasmin gak kuat" tangis Yasmin langsung pecah dan gak bisa di umpetin lagi


Kemudian abang Yasmin me.bawa Yasmin untuk duduk di salah satu tempat yang sudah di luar arena salju


Abangnya terus menghibur Yasmin yang sama sekali gak cerita, karena setelah putus dengan Al, Yasmin juga tidak cerita sama siapa siapa, bahkan keluarganya tidak tau kalau Yasmin sudah putus dengan Al


Saat memeluk Yasmin dan menenangkan Yasmin , abangnya tak sengaja menoleh kebelakang dan dari balik kaca melihat kemesraan Al dan Zula yang makin asyik bermain


Dan di situ jawaban kenapa Yasmin sedih, tanpa pikir panjang, Abang Yasmin berdiri dan akan menghampiri Al dan berniat memberi peringatan pada Al


Tapi saat masuk tentu Abangnya menyewa alat dulu, untuk melindungi dari hawa dingin yang berlebihan


" Al... " ucap Abangnya tanpa salam


Al menoleh dan langsung mengenali sosok seseorang di belakangnya


" Eh bang.. Assalamualaikum.." ucap Al sambil berjabat tangan dengan Abangnya Yasmin tanpa khawatir sama sekali


" Ula main dulu sendiri gak apa apa ya, Abang jumpa dulu sama rekan Abang" ucap Al sama Zula yang menjawab dengan anggukan kepala

__ADS_1


" Okey, Ula sana dulu ya" jawab Zula dan pergi dengan meninggalkan kecupan tipis di pipi Al tepat di hadapan Abangnya Yasmin


__ADS_2