Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Manja Il


__ADS_3

El tidak lanjut ke mobilnya dan malah pindah ke Mobil Al secara tiba tiba


" Elo yang bener aja bang mau ikut gue ke Jakarta, loe lihat tuh kerjaan elo yang bangkrak, udah di bikinkan gedung tuh harusnya semangat buru buru di resmikan, malah pergi ngikut gak jelas" ucap El mencari alasan agar Al tidak ikut dengannya


" Cepet kek, rencanakan kapan peresmiannya, ikut apa yang perlu di persiapkan, malah sibuk sibuk ikut ke Jakarta," tambahnya lagi sambil ngomel


" Loe di Jakarta juga paling nongkrong di Apartemant doang, gak ngapa ngapain, nungguin gue kuliah,udah kan?? kawan di Jakarta juga gak ada, mau ngapain coba" Omel El persis dengan omelan Uminya


" Elo itu kalau ngomel ngalahin omelan Umi" Bantah Al yang gak bisa nyelak ucapan El sama sekali


" Gak masalah, namanya juga anaknya" jawab El santai sambil merebut kunci mobil Al dark tangan abangnya


Gak peduli El sama Al, Yang penting dia bawa mobil 1, besok dia bawa pulang ke SRG, mau mobilnya atau siapa yang peduli, yang penting Al gak ikut ke Jakarta


Dia gak peduli juga ngomelin abangnya, untuk keselamatan rahasianya tetap aman jadi anak masjid


" Elo ngapain sih, sana bawa mobil sendiri" pinta Al lagi dan merebut kunci mobilnya


" Ya barengan ngapa sih? hemat bensin" jawab El ngada ngada


" Besok abah biar bikin pom bensin, kalau kita boros bensin" jawab Al sekenanya


" Anak kok ngrepotin orang tua mulu, gantian dong banggain" bantah El gak mau ngalah


" Udah, gak usah sok baik loe, sana ah bawa sendiri mobil loe, gue mau nvinep tempat Uti kok repot" jawab Al mendorong tubuh kurus tinggi El


Hingga akhirnya El berjalan kembali kemobilnya dan siap untuk membawa dan melajukannya ke rumah utinya


Di sepanjang perjalanan, El mencoba menghubungi Zula, tapi nomer Zula sedang sibuk alias sedang berada di panggilan lain


Di Luar negri, Jihan masih setia menemani suaminya meeting, dan tak lupa lagi dia juga ikut andil dalam meeting tersebut


Ya sama sama lulusan MB, dari LN, Jihan yang sudah memantapkan profesinya di bidang kesehatan, tapi juga gak tega kalau suaminya sedang kesulitan dia diam saja dan menyimak, sedangkan dia sendiri faham akan pembahasan suaminya


" Ya udah kalau gitu, Okey.." ucap Rekan kerja Zain dengan berbahasa Ingris

__ADS_1


Setelah kesepakatan kerja selesai, Zain lanjut ngobrol di luar obrolan kerja sama mereka, ngobrol santai ala rekan biasa bukan bisnis


Jihan yang di sana satu satunya perempuan, memilih untuk memainkan ponselnya dan karena galau dia ingin keluar saja


" Bah Umi keluar dulu ya, Abah lanjut ngobrol aja" ucap Jihan pada Zain


" Okey sayang," jawab Zain santai dan lanjut ngobrol


Jihan keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju balkon tanman mini yang gak jauh darj tempat meeting tadi


Jihan duduk di sofa yang ada di sana, dan kembali mengotak ngatik ponselnya,


Dia terbesit untuk menghubungi anak perempuan satu satunya, yang saat ini mungkin sudah malam waktu di Indonesia


Jihan mulai menjalankan jarinya di atas layar ponselnya, dan langsung menyanbungkan panggilan Video pada Il


Tuut.... tuut.... tuut....


Panggilan tersambung tapi belum di angkat juga,


Tuut... tuut... tuut...


Bukan hanya hidung saja, bahkan mulai dari muka dan pipi gembul dengan mata dan bibir juga mirip ke abahnya,


Sedangkan Al dan El makin dewasa justru wajah mereka semakin mirip Uminya


" Assalamualaikum Umi..." Ucap Il sambil menyisir rambutnya


" Waalaikumsalam sayang.... " jawab Jihan dengan senyum yang terus mengembang untuk buah hatinya


" Weh... Makin gembul nampaknya pipi putri Umi nih?" ucap Jihan seketika melihat Il yang agak gemukan


" Hah... Masak?? Il gemukan ya Mi?" tanya Il lagi sambil menepuk pipinya


" Gak apa apa, gak usah di bahas, " jawab Jihan paling anti memuji pertumbuhan anaknya

__ADS_1


Pasalnya ke 3 anaknya, akan langsung jatuh sakit ketika di puji, dalam arti mereka tidak bisa di puji sama sekali, apa lagi sama keluarganya


" Ah Umi...., Ayo lah, Il makin gemukan ya?" tanya Il manja sambil mengacakan wajahnya pada kaca yang ada di depannya


" Iya.. agak berisi nak..." jawab Jihan akhirnya membuka sedikit dari pada anak manjanya nanti makin merengek


" Haduh..... Gimana dong Mi, Kok Il malah berisi, Il mau diet aja lah, Masak masih gadis udah gemukan gini, Umi aja tetap langsing" heboh Il yang selalu manja sama Uminya


" Hey.... Gak boleh bilang gitu lho sayang, di syukuri aja, apa yang ada saat ini, gemuk berisi itu kan Allah yang kasih, Umi cungkring karena jauh dari anak Umi" Jawab Jihan lembut dan memberi petuah pada anak perempuan satu satunya


" Ya Habisnya Umi sih , pergi terus pergi terus, kapan istirahat nemani Il, " jawab Il kembali manja


Jihan gak bisa menjawab tentang Hal itu, Jihan masih trauma masih takut dengan sesuatu yang pernah menyakitkan hatinya


Jihan memang gak pernah balas dendam, tapi rasa sakit yang pernah dia terima, tidak akan pernah hilang dalam hatinya,


Dia selalu mengingat hal itu, dia sudah berusaha melupakan kata kata kasar Zain yang sudah belasan tahun lamanya,


Tapi kata kasar dari orang terdekat itu sangat menyakitkan, tapi juga masih gampang untuk di maafkan,


Maka dari itu Jihan sampai kapanpun akan tetap bekerja, sampai finis di mana rasa takut dan traumanya hilang dari dalam dirinya


" Kan Ada kamu nak, penyemangat Umi kerja, Kamu masih belajar di pesantren, terus Umi harus ngapain nanti sayang" jawab Jihan sambil tersenyum riang hingga Il pun ikut tersenyum


Di perjalanan El masih sibuk mengemudi dan terus Video Call Zula, dan masih tetap sibuk nomernya


" Ini Cewek ngapain aja sih?? apa Live ya dia?" batin El sambil mengotak ngatik ponselnya


El mencoba melihat di Laman IGnya yang gak ada tanda tanda Zula Live IG


" Gak ada Live juga, ngapain sih?" heran El mulai posesif


El memainkan ponselnya dengan mengendarai mobil, itu sangat berbahaya, dan jangan sampai di tiru,


Tapi kehebatan El dalam berkendara tidak bisa di ragukan lagi, dia jauh hebat di banding Al, ya namanya anak pecicilan

__ADS_1


Hingga akhirnya kini El tiba di rumah Toha, Dengan perasaan yang gelisah karena tidak di angkat panggilannya oleh Zula,


Apa lagi di tambah lebih sibuk nomer Zula hingga membuat kecemburuan El, dan terlupa kalau Zula juga punya keluarga yang perlu di hubungi juga


__ADS_2