
Setelah Selesai cek kembali di loket kebetulan penerbangan ke Mesir siang ini ada, tapi jam 11 kemungkinan baru terbang, dan saat ini masih jam 8 pagi, Jihan dan Zain harus menunggu 3 jam lagi
" Gimana Bah?" tanya El yang masih menunggu Abahnya yang belum juga kembali berbicara
" Okey... siang ini kita terbang, Abah urus tiketnya dulu, kamu siap siap dan langsung nyusul ke Bandara aja" jawab Zain pada El
" Okey siap.... Ya udah El mau pulang ini nanti langsung ke Bandara" jawab El sebelum memutus panggilannya
" Ya Udah hati hati ya... " jawa Zain lembut
" Okey... Assalamualaikum Bah.." ucap Zain pamit
" Waalaikumsalam.... Hati hati lho nak jangan buru buru" pinta Zain lagi
" Baik bah..." jawab Al langsung memutus panggilannya
Zain kemudian kembali ke Loket dan membeli tiket untuknya serta anak dan istrinya sekalian chek in ulang karena udah bisa langsung chek in langsung dan siap menunggu di ruang tunggu nantinya
Setelah itu Zain langsung kembali menyusul Jihan yang masih di kafe, sendirian, menikmati sarapan pagi sekalian tadi belum sempat sarapan
Zain kini langsung duduk di sebelah Jihan setelah kembali ke Kafe
" Dari mana aja sih?" tanya Jihan santai
Jihan menikmati kentang goreng dan juga kopi yang dia pesan sebelumnya
" Dari loket.." jawab Zain santai sambil memandangi wajah ayu Jihan
Ya... Zain memang begitu, gak mau melewatkan sedikitpun pandangannya pada Jihan di saat mereka sedang bersama
Secara kesibukan mereka masing masing, membuat Zain kadang kurang puas memandang wajah cantik istrinya
" Kok dari loket ngapain? kan masih besok kita terbangnya sayang, gak mungkin kan chek in sekarang" ucap Jihan bingung
" Bener sayang sama Abah?" jawab Zain yang terus memandang tanpa kedip dan malah gak nyambung
" Apaan sih... Jadi gak nyambung gini" jawab Jihan sambil tersenyum salah tingkah
" Sayang beneran gak sama Abah?" tanya Zain lagi
__ADS_1
Jihan spontan bersandar di dada Zain dengan manja, dan..
" Sayang banget..." jawab Jihan sambil memeluk tubuh kekar Zain
Begitu juga dengan Zain yang membawa Jihan pada pelukannya, serta mencium kening Jihan secara lama dan lembut
Ya keduanya sangat bersyukur bisa kembali bersama setelah badai besar yang menerpa rumah tangga mereka, yang hampir saja akan hancur
Hingga kini mereka punya 4 anak, yang menjadi penyatu keduanya, yang menguatkan mereka untuk tetap menjaga komitment dan terus bertahan hingga saat ini
" Tapi kalau di bentak dan di kata katai kayak dulu lagi, hati Umi sakit" ucap Jihan yang kembeli meneteskan air mata di kala melihat hancurnya masa lalunya
" Umi masih trauma?" tanya Zain seperti biasa,
Kalau Jihan membahas hal itu hanya kata itu yang bisa Zain keluarkan dan hal yang sama juga Jihan selalu mengangguk sebagai jawaban
" Paling trauma, saat ke laborat, sakitnya masih terasa Bah, walau El sekarang sudah sehat, sudah besar, tapi hati Umi gak bisa di bohongi, " jawab Jihan kembali membuka unek uneknya lagi
" Ya makanya sekarang anaknya jangan di omeli terus ya, kasian... nanti dia jadi kesal dengan Umi kesayangannya..." jawab Zain lembut dan mengelus kepala Jihan
Walau mereka sudah tua keromantisan selalu mereka jaga , dan terus lanjut sampai kakek nenek , seperti saat ini mereka tak menguranginya lagi dan justru makin kian bertambah
" Iya Umi... Abah tau itu, anak anak nomer 1 untuk Umi, Abahnya ngalah, Tapi Abah akan menomer satukan Umi" jawab Zain santai dan Jihan tersenyum
" Terus tadi ngapain ke loket?" tanya Jihan lagi masih dalam pelukan Zain
" Beli tiket, kita siang ini langsung terbang ke Mesir sayang.." jawab Zain santai dan..
" Apa... Kok bisa? bukannya masih besok pagi Kita terbangnya Bah?" kaget Jihan bertanya balik
" Iya sayang.... Abah ambil siang ini, jadi kita gak usah pulang ke apartemant El, biar dia langsung ke sini saja, " jawab Zain lembut sambil menyiapkan diri kalau Istrinya ngomel
" Kok bisa gitu? gak bilang lagi sama Umi, kenapa sih? mana dadakan dan tiba tiba juga kan?" ucap Jihan langsung ngomel
" Ini pasti permintaan El kan? yang nyuruh untuk ajukan jam terbangnya hari ini, " tambah Jihan lagi langsung bisa menebak
" Abah kenapa sih? selalu memanjakan anak anak, selalu mengiyakan anak anak saat minta ini dan itu, selalu menuruti, gak mikir mubadzir atau gimana dulu kek, langsung iya okey... kebiasaan nanti anak anak selalu memanfaatkan kesempatan" lanjut Jihan kembali ngomel
Pasanya memang itu kebiasaan Zain, bahkan saat Al minta kampus dan didirikan Universitas sendiri Zain juga langsung mengiyakan, padahal pembangunan juga bukan menghabiskan uang sedikit, begitu dengan peralatan dan merizinan
__ADS_1
Tapi Zain tidak pernah memikir panjang dulu tentang hal itu, bahkan seperti saat ini tiketnya besok terpaksa hangus dan mubadzir karena El yang tiba tiba usul untuk berangkat cepat
" Nyenengin anak itu ibadah Mi" jawab Zain santai tanpa menanggapi panjang panjang omelan Jihan
" Huh.... Yo wes lah.." pasrah Jihan capek sendiri ngomelnya
Di sisi lain, Kini El sudah sampai di Masjid An Nur, dan langsung memarkirkan motornya dan lanjut mengotak ngatik ponselnya memesan taksi Online untuk mengantarkannya ke bandara
Setelah itu El langsung berlari kecil masuk menuju kamarnya, di sana Dani masih lanjut murojaah, setelah hampir 1 jam di tinggal El
" Assalamualaikum...." ucap El saat masuk
" Waalaikumsalam... Lho kok pulang" kaget Dani
" Iya Bang, katanya suruh pulang cepet" jawab El sambil menaruh tasnya ke tempat biasa
El sengaja bercanda dan cengengesan pada Dani
" Ya gak sekarang juga kali, " jawab Dani dan El masih cengengesan
" Udah bokek ya Bang??" tambah Dani El makin tertawa
" Makanya Endors di terima bang.... Jangan nolak Rizki" tambah Dani lagi
Pasalnya El yang begitu banyak followernya di banding Dani, El sering kali menolak Endorsan bahkan tidak menerima sama sekali endors tersebut
Selain gak butuh uangnya El juga gak ada waktu untuk bikin video maupun edit edit barang endorsan
" Hehehe Lain waktu lah Insyaallah..." jawab El sambil cengengesan
" Terus elo gak jadi kuliah hari ini?" tanya Dani lagi
" Gue terlupa kalau gue udah izin cuti untuk pulang" jawab El santai
" Hahaha... Terlalu rajin sih loe sama sibuk nonton live Nazula" jawab Dani tertawa
El tersenyum dan mulai menyiapkan kopernya yang sudah di peking semaleman
" Terus elo mau kemana? bukannya besok elo pulangnya?" tanya Dani heran
__ADS_1
" Makanya itu gak jadi besok, dan sore nanti, tapi pagi ini karena ada pangajuan apa gimana gitu," jawab El memberi alasan ngasal