Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Afdal Nembak Il


__ADS_3

Malam harinya, Il dan teman temannya lanjut BBQ di halaman Villa yang Il sewa, semalem Il memang menyewa hotel, tapi rasanya kurang bebas, dan akhirnya Il milih untuk pindah sewa Villa,


Dan di kesempatan kali ini, Il mengajak teman temannya untuk BBQan Untuk memberi nuansa seru dan kehangatan di malam hari,


Di acara BBQ kali ini, Afdal Rencana mau menyatakan perasaannya untuk Il, dan dia tidak mau menunda lagi sebelum liburan selesai dan Il kembali kepesantren


Entah punya nyali dari mana si Afdal, hingga berani menyatakan cintanya pada Il nanti,


Padahal Si Il cueknya luar biasa, dan sudah di pastikan penolakan akan di terima oleh Afdal,


Tapi Afdal justru malah makin nekat, awalnya minder, tapi perasaan tidak bisa di bohongi, diaMerasa kalau ini adalah saat yang tepat untuk nembak Il, dan Afdal justru tudak berkomunikasi dulu dengan temannyaa


Misal meminta saran ataupun bagai mana dan  bahkan mau langsung menembak Il dengan byangan mau jadi pacar Il dan menua bersamanya 


Kini mereka masih sibuk sendiri sendiri, Ucup masih mengupas jagung, dan Il masih menusuki sosis, sedangkan Tasya dan Sri bikin minuman, dengan Diko dan Afdal yang masih menyiapkan  apinya


Sebenarnya mereka bisa terima bersih untuk masalah BBQ dari pihak Villa, tapi Il dan  yang lain menolak bahkan tidak mau  menerima serfis dalam villa tersebut, mereka anak gunung lebih suka bebas


Afdal masih  mencuri curi pandang pada Il, dan Il malah asyik bergurau dengan Ucup dan tertawa ngakak saat  membahas lelucon yang ada 


“ Loe suka sama Il kan Dal” tanya Diko dan Afadal hanya tersenyum 


“ Hahahaha..... Siap siap patah hati loe” tawa Diko memutuskan harapan Afdal 


“ Maksud loe, gue bakal di tolak mentah mentah sama dia?” tanya Afdal pada Diko 


“ Yaa Jelas lah, loe kenal dia aja baru belum ada seminggu lagi, mana pernah cari gara gara lagi sama dia” jawab Diko yang tau siapa Il 


“ Sok tau” 


“ Eh gue tuh bareng dia yang sudah 2 tahun, milih mundur dari pada maju cari malu” jawab Diko antusias 


Karena sebelum Afdal suka sama IL, Diko sudah pernah suka juga dengan Il, tapi Diko memilih untuk  mundur dan  men gubur perasaannya pada Il sedalam dalamnya, hingga melupakannya saja adalah hal yang paling sulit, dan berakhir dengan cintanya pada Sri, beberapa bulan lalu 


“ Kenapa? Karena dia kaya ya? Anak sultan?” tanya Afdal yang berfikir langsung ke materi 


“ Bukan itu, tapi itu poin utamanya juga Sih, yang bener aja kita jadi cowok sering di traktir cewek, “ jawab Diko yang hal kesultanan Il juga menjadi pertimbangan dalam hubungan 


“ Alah kalau wanita baik baik itu bisa menerima kita apa adanya” jawab Afdaal percaya diri 

__ADS_1


“ Elo bisa ngomong gitu sekarang dihadapan gue dal, tapi loe belum tau nanti saat berada di hadapan IL, “ jawab Diko sambil berdiri dan memilih pergi dari hadapan Afdal 


Ya Il juga mempunyai sikap yang santai, tapi pedas saat marah, sama halnya seperti Jihan, dan bahkan Jihan yang mengajari agar Il santai menghadapi musuh yang super julit dan jahil padanya 


Bukan itu aja Jihan juga  mengajari Il tentang Hidup apa lagi seorang wanita yang gampang di buat mainan seorang cowok, yang mempermainkan sesuka udelnya dibuat nangis dan kecewa 


“ Udah belum apinya Dik?” tanya Ucup pada Diko 


“ Bentar lagi” jawab Diko sambil berteriak


“ Lama Amat” keluh Il 


“ Ya Elo sendiri sih, dikasih fasilitas tinggal makan cari yang riber” jawab Diko santai 


“ Ya yang ada loe pulang dari liburan seperti galon glundung Mas, gak ngapa ngapain cuman makan tidur main game pacaran” jawab Il sambil bergurau 


“ Ya kan habis daki semalem, capek loe ajak liburan ya santai dong, makan tidur makan tidur main ponsel” jawab Diko membalikkan ucapan Il


“ Ya maksud gue kalau kita bikin sendiri kan kebersamaannya tetap ada lho Mas, “ jawab Il dan Diko mengangguk 


“ Oh ya besok nyelam yuk...” ajak Il pada teman teman nya


“ Loe udah pernah belum Dal?” tanya Ucup 


“ Belom lah, boleh ikut gak?” tanya Afdal pada Il


“ Bayar” saut Sri dari arah belakang


“ Dia aja yang bayarin gak pernah suru8h bayar kok” bantah Afdal sambil ngelirik ke Il 


“ Udah  mbak minum sama bumbunya?” tanya Il pada Sri gak menanggapi ucapan Afdal sama sekali 


“ Bumbu? Loe gak minta kita buat bumbu tadi kan ?” kaget Tasya yang ikut  menyaut dari belakang


“ Iya sih, maksud gue bawa bumbu sekalian di kantong keresek sebelah sirup tadi” jawab Il sambil memberi arahan 


“ Oalah... Udah gue ambil ther” jawab Ucup santai 


“ Oalah... okey lah kalau gitu, yuk bakar yuk...” Ucap Il sambil membawa namoan mendekat ke arah Diko dan Afdal 

__ADS_1


Mereka lanjut bakar bakar dan sambil menikmati bakaran yang sebagian sudah mateng 


Setelah semuanya sudah mateng, kini mereka duduk di salah satu pelataran sambil menikmati hidangan yang barusan mereka masak


Afdal sudah siap siap dan menyiapkan hati dan juga mental untuk menembak Il dengan bermodal sosis bakar jumbo yang di bentuk hati olehnya 


“ Widih bentuk apa itu Dal?” tanya Ucup pada Il yang melihatnya datang 


Afdal tidak menjawab dan langsung membungkuk di hadapan Il, sambil menyorkan Sosis bentuk hati tersebut 


IL kaget dan langsung meloto dan menoleh pada Ucup yang ada di sebelahnya, hingga mereka saling pandang dan sama sama mengangkat kedua bahunya 


Tapi tidak dengan Tasya Sri dan Diko yang sudah bisa menebak kelakuan Afdal dan sudah bisa menebak apa jawaban Il nantinya 


“ Aku memang belum begitu lama mengenalmu, dan bahkan pertemuan kita juga berawal dari sebuah pertengkaran dan kedengkilanku, “ Ucap Afdal yang begitu serius 


“ Tapi gue setelah itu bisa menilai siapa kamu, dan gue tau loe orang baik dan sangat istimewa, loe bisa memaafkan gue sebegitu mudah nya, dan loe bisa menerima gue untuk gabung dengan Tim loe, “ tambah Afdal makin membuat Il Ilfil dan geli sendiri 


Il yang tingkat kepekaannya jauh dari pada saudaranya yang lain, sehingga  membuat seketika langsung tau arah pembicaraan Afdal dan faham akan apa yang Afdal tujukan kepadanya 


Karena Il sudah pernah di tembak juga oleh gurunya di sekolah, dan juga ustadznya di pesantren, tapi Il ya begitu gak ada kreteria yang masuk dalam hatinya 


Il masih mendengarkan ucapan ucapan Afdal padanya, dan ingin tau bagaimana sekanjutnya, dan masih santai sambil memakan stiack di hadapannya 


“ Dan gue tau, loe memang anak sultan dan gue anak setan, tapi gue tau loe orang apa adanya dan bisa menerima apa adanya, karena wanita yang baik dan sholehah adalah wanita yang bisa menerima suami atau npasangannya apa adanya” ucap     Afdal terpotong 


“ Dan laki laki yang baik itu yang tidak pernah membuat istri atau wanitanya sengsara, dan dia akan selalu memulyakan istrinya” ucap dan potong Il langsung nancep   seperti serangan tombak pada hati Afdal 


“ Gue gak pernah minta di anggap sempurna, sholehah, apalagi istimewa gue bukan nasi goreng maupun martabak yang punya julukan istimewa” tambah IL santai tapi ngena 


Yang lain pada menahan tawa melihat wajah Afdal yang blongoh seperti toples tanpa tutup dan kosong, alias kotong momplong 


“ Dari ucapan loe dan cara bicara loe itu semua keliru” tambah Il lagi dan membuat Afdal makin mati kutu


“ Wanita itu drajatnya tinggi, loe gak ada wanita gak akan pernah merasakan kebahagiaan, dan kalau bukan adanya wanita, loe juga gak ada di dunia, dan loe jangan anggap wanita yang bisa menerima apa adanya itu baru di namakan wanita yang baik dan sholehah, karena bukan hanya cinta saja yang bisa  enghidupi kita, memang rizqi gak akan pernah ketukar, tapi jalan kits menerima Rizqi juga ber beda, “ ucap Il menjungjung tingga martabat wanita 


“ Perlu ikhtiar doa dan usaha” tambah Il lagi dengan menatap Afdal tajam 


Afdal terus  menunduk dan tidak berani menatap Il sama sekali dan benar apa ucapa Diko tadi kalau Il gak bisa dengan mudah di takhlukkan kalau gak mau menjadi pendiam seperti saat ini 

__ADS_1


“ Adek gue di lawan, sadar diri dong” ucap Ucup dan sambil tersenyum miring pada Afdal                                                    


__ADS_2