
" Udah gak usah takut om Irfan , cerita aja, apa yang dulu terjadi" ucap Al meminta pada Irfan
" Tapi.." ragu Irfan
" Gak akan di pecat, nanti kami yang akan pecat Abah" jawab El saat Zain sudah pergi
El sangat penasaran dengan apa yang menjadi cerita masa lalu Abahnya dan juga Uminya
Zain berjalan sendiri kembali ke ruangan Jihan, yang mana Jihan Alhamdulillah sudah mulai bisa membuka mata saat terus di rayu oleh Ismi, di bujuk dan coba di omongi baik baik oleh Ismi
" Tapi gue takut say... Gue tau gue salah, tapi gue takut" ucap Jihan yang masih merasa ketakutan
" Ini gue lho Say, Bukan Pak Zain, gue gak akan marah sama Elo, gue ada untuk menemani elo, bukan untuk ngamuk sama Elo, Elo seperti ini tadi karena Elo ada alasan, bukan sengaja maupun untuk bales dendam, Allah menakdirkan Anak Elo dan kejadian ini untuk keluarga kalian" jawab Ismi yang sedari tadi menyakinkan Jihan yang masih sangat ketakutan
" Udah sekarang loe, minum dulu, tenangkan pikiran elo, dan pasrah sama Allah, apapun yang rerjadi harus elo lewati, Elo dulu sudah pernah melewati drama yang panjang, Elo sudah melewati badai, dan Elo sudah melewati ombak besar dalam kehidupan Elo, gue yakin Elo bisa melewati masalah ini, Anak anak Elo sayang sama Elo, suami Elo sayang sama Elo, kalau gak sayang gak mungkin mereka membawa elo kesini dan meminta penjelasan mbak Della" tambah Ismi lagi terus meyakikan Jihan
" Elo Jihan gue kan Say, Elo sahabat gue yang selalu santai menghadapi sesuatu, Elo yang selalu suka denga sebuah tantangan, makanya ayo, ayo bangkit, lawan tantangan traumamu, lawan ketakutanmu, semua akan baik baik saja" tambah Ismi menyemangati
Dan kini Zain sudah berada di depan pintu ruangan tempat Jihan di rawat
" Assalamualaikum..." ucap Zain saat masuk dengan suara lirih
Seketika Jihan langsung menutup kedua telinganya dan merem serta membungkukkan tubuhnya dengan berbaring ke kiri
Zain menghentikan langkahnya, dan dia tau kalau Jihan terliaht sangat ketakutan, karena kedatangannya
Zain segera mendekat dan memeluk Jihan dari belakang, dengan DERAI AIR MATA yang kembali mengalir
__ADS_1
" Jangan takut sayang, Abah sayang sama Umi, Abah gak akan marah sama Umi, Abah gak akan berkata kasar lagi sama Umi, semua salah Abah, Abah gak akan melakukan tes DNA sama Zula, Zula anak abah, Zula darah daging Abah, Dan Abah percaya sama Umi, Abah sayang sama Umi, buka mata Untuk Abah Mi, buka mata Untuk Abah" ucap Zain dengan makin derasnya DERAI AIR MATA
Jihan yang mendengar itu semua masih bimbang antara percaya dan tidak, takut kalau Zain bicara begitu karena di depan Ismi
" Abah dulu sudah bersumpah sudah berjanji sama Bapak Ibuk, gak akan berlaku kasar lagi pada Umi, itu selalu Abah pegang Mi, Kita sudah semakin tua, Abah hanya butuh Umi untuk mendampingi Abah sampai mati nanti, jadi plis buka mata Umi untuk Abah, jangan takut sama Abah, ayo kita kembali kumpul, kita bahagia sama sama kumpul dengan anak anak Mi" ucap Zain lagi makin meyakinkan Jihan
" Kalau Umi gak mau buka mata, Abah rela mati saat ini, Abah mending di suntik mati aja, karena hidup Abah gak ada guna, hidup abah yang hanya membuat istri Abah menderita" tambah Zain yang makin nekat karena Merasa gak pernah berguna hidupnya
Jihan mencoba untuk menguatkan hatinya berusaha untuk memerangi rasa traumanya, setelah mendengar kenekatan Zain yang justru membuatnya makin takut kehilangan Zain
Dengan terus menutup rapat telinganya Jihan perlahan membuka matanya, dan 1 2 3
Tatapan takut Jihan masih terlihat jelas, dengan terus menggigit bibir bawahnya,
Zain tersenyum lembut dengan DERAI AIR MATA yang masih membasahi pipi brewoknya
" Jangan takut sayang ya, Abah gak akan pernah berkata kasar lagi sama Umi, Abah sayang sama Umi, Abah gak akan pernah lago sakiti Umi, Maafin abah, sekarang kita sama sama bersama dan kumpul dengan anak anak kita " ucap Zain lembut dengan terus menyakinkan Jihan
Jihan seketika memeluk Zain erat, dia sendiri gak mau kehilangan Zain, tapi dia terus berusaha percaya sama Zain kalau Zain gak akan nyakitin dia lagi, Zain akan terus menyayanginya lagi
" Umi minta maaf..." ucap Jihan terbata bata
" Abah yang salah, Abah minta maaf, semua gak akan terjadi kalau Abah gak pernah nyakiti Umi" jawab Zain makin memper erat pelukannya pada Jihan
Ismi yang menjadi saksi kehangatan pemandangan di hadapannya, walau mengerikan kisah masa lalunya
Kisah kedua orang tua Ismi tidak separah kisah Jihan dan Zain yang justru sampai sepanjang ini
__ADS_1
" Ya Allah... Jaga rumah tangga kami, semoga senantiasa selalu dalam lindunganmu" batin Ismi berdoa dan mengusap air matanya
Di ruangan Jihan Irfan masih menjelaskan semuanya, mulai dari awal perdebatan Jihan dan Zain
" Dulu Umi kalian sering kali mendapat ucapan kasar dari Abah kalian, sering kali di tuduh dengan apa yang gak pernah Umi kalian lakukan, dan semua itu karena trauma abah kalian yang dulu pernah di tinggal sang mantan, Abah kalian jadi makin posesif tapi tidak bisa jaga lisan, makanya dengan mudah Abah kalian melontarkan kata kasar pada Umi kalian, " ucap Irfan masih lanjut cerita
" Maksudnya kata kasar seperti apa Om?" tanya Zula yang masih belum faham, dan gak nyangka pak Zain bisa berkata kasar
" Maaf sebelumnya, Om minta maaf kalau ini nanti juga sangat kasar " ucap Irfan permisi terlebih dahulu
Mereka semua mengangguk dan siap mendengarkan apa yang akan di ucapkan Irfan tadi
" Misalnya Abahmu sering kali bilang Umi kalian wanita murahan, obral dan lain lain, wanita gak bermoral, bahkan sampe kata kata yang gak pantes di denger manusia, bahkan dulu menolak kamu El karena saat abah kamu bangum dari koma Umimu pergi menyelesaikan kerjaan abahmu, Umimu yang datang membawa rasa kangen ternyata di terima dengan ungkapan kasar, bahkan ada wanita yang menjadi kisruh rumah tangga abah dan Umimu, yang tadi Om ceritakan" jawab Irfan yang tadi sudah sempat bercerita awal dan pokok masalah
" Kok Abah tega, dan sampe gak menerima El Om, Hingga dengan mudah seolah ingin membuang El" ucap El gak menyangka Abahnya jadi seperti itu
" Kamu jangan salah dulu El, saat itu Abahmu kena guna guna dari Rani, cuman Umimu gak pernah percaya tentang apa itu guna guna, jadi semuanya gak salah abahmu, saat abahmu sudah sadar dan hilang mantra guna guna, Umimu usah sangat sakit hati, dan memilih untuk hidup sendiri, karena abahmu yang sering mengungkit hartanya, Umimu memilih berjuang sendiri, dari pada nanti di ungkit lagi, padahal itu karena pengaruh dari guna guna juga, " jawab Irfan lagi menjelaskan
" Umimu nikah masih kecil dan masih polos, gak pernah percaya dengan hal mistis, dan mungkin saat ngaji di pondok dia tidur" tambah Irfan bergurau tapi dari mereka gak ada yang tersenyum sama sekali
" Dulu kenapa mbak Jihan gak minta pisah aja ya Pak Irfan, saya mungkin gak kuat dengan keadaan seperti itu " saut Della yang juga baru tau yang sebenarnya justru makin parah ceritanya
" Pernah mbak, sakingnya mbak Jihan gak kuat karena ucapan pak Zain yang kasar saat masih terpengaruh guna guna, mbak Jihan dengan berat minta untuk di pulangkan ke orang tuanya, tapi pak Zain seperti kesetanan, dan gak akan pernah mau melepas mbak Jihan" jawab Irfan yang menjadi saksi waktu itu
" Tapi semua mbak Jihan lerjuangankan dan pertahankan, untuk kalian, anak anaknya, bahkan nenek dan kakek kalian dari umi kalian, gak ada yang tau, mereka gak pernah tau masalah dari umi kalian, umimu yang selalu mejaga martabat abahmu, menjaga nama baik abahmu" tambah Irfan lagi dan mereka semua akhirnya tau apa yang terjadi,
" Terus Rani sekarang di mana?" tanya El sudah sangat dendam dengan Rani
__ADS_1