Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
insecure


__ADS_3

Kini semuanya sudah di dalam mobil masing masing, Ismi dan Irfan sudah pulang terlrbih dahulu denga  membawa barang barang El, jadi Kini El dan orang tuanya sudah tidak perlu membawa apa apa, dan hanya pulang kerumah saja 


Tapi kali ini mereka tidak langsung pulang kerumah SRG, melainkan kerumah neneknya dulu yang mana tadi mereka ikut hadir di sana cuman langsung pulangsetelah berfoto dengan El dan keluarga besar 


Dimobil El masih aktif chat chatan dengan Heny yang juga baru keluar dari area parkir seblum mobil El keluar 


“ Gitu ya Mi, kalau sedang kasmaran perasan sedari tadi jalan bareng ini juga gak lepas dari ponselnya, baru beberapa detik” Sindir Zain pada El yang duduk di bangku belakang 


El dengar tapi nEl gak mau merespon sudah biasa bagi El mendapat sindiran maupum ejeamm dam elaan dari keluarganya, bahkan gak menganggap malah 


“ Perasaan juga buka  El aja ya Mi, yangbudah tua setiap hari jumpa dan kumpul bahkan gak pernah pisah aja jauh semlem telfonnya sampe subuh” Sindir El balik 


“ Namanya juga anak muda Bah.... Namanya juga cinta dan bucin El” jawab Jihan tak membela siapapun 


“ Atau kamu aja yang nyetir El” tawar Zain pada El yang matanya gak lepas dari ponsel


“ Ogah..... Yang ada panas hati panas mata lihat Abah sama Umi mesra mesraan” tolak El cepat dan membuat Jihan dan Zain terkikik 


Tak lama Kini mobil Zain sampai kampung neneknya Jihan karena selama ini ibu Jihan sudah berdomisili di situ lagi dan enggak  balik lagi ke Riau 


Sesampainya di sana semua sudah pada Istirahat dan mereka lanjut ke kamar masing masing yang ada di lantai dua rumah nenek EL


Di mobil Heny yang masih dalam perjalanan menuju rumah yang  msih cukup jauh jaraknya Heny juga sama dengan El yang gak lepas dari ponsel 


“ Hen....” panggil Ayahnya Heny lembut 


“ Iya Yah....” jawab Heny menutup ponselnya dan di masukkan pada kantongnya 


Heny sosok yang sopan tapi asyik, kalau di ajak bicara orang tuanya selalu memperhatikan berbeda dengan El yang sak karepe dewe 


“ Kamu juga baru tau kalau Ustadz Zain sama dr Jihan itu orang tua Mas El?” tanya Ayah Heny 

__ADS_1


“ Iya bener Yah, bahkan semalam lho Umi Jihan nungguin Heny ngaji juga, “ jawab Heny bercerita 


“ lho lah jadi semalem kamu di simak sama Umi Jihan ?” tanya Ibu Heny 


“ Iya buk Heny aja kaget kok,awalnya juga dredeg apa lagi waktu Mas El datang” jawab Heny santai 


“ Oalah jadi El datang juga kesana?” tanya ibu Heny 


“ Iya karena dia yang nyetting lokasi simaan dan kami berdekatan” jawab Heny terus terang 


“ Terus dia juga sengaja lokasi kami berdekatan biar bisa bantu Heny simaan” tambah Heny lagi terus terang dan apa adanya 


“ Oh.... Gitu ya kelakuan kalian di pesantren...” ucap Ayah Heny sambil tersenyum


“ Hehehehe.... Gak apa apa kan yah” ucap Heny cengengesan


Ibu dan Ayah Heny tersenyum sambil menggelengkan kepalanya secara kompak bersamaan, Mereka tau dan pernah  menikmati masa muda, bahkan mereka juga pacaran mulai dari sekolah SMA hingga berjodoh dan mempunyai anak Heny dan cuman Heny saja satu satunya 


“ Bahkan hm......” ucap Heny terpotong 


“ Heny pernah prgi sama bang El dan dapat takziran” jawab Heny yang gak mau membohongi orang tuanya lagi 


“ Apa.....??” kaget ibu dan bapak Heny 


“ Maafin Heny pak buk.. tapi kami gak ngapa ngapain kok, sumoahnkami cuman pergi makan siang saja di luar udah ” jawab Heny cepat membela dirinya sendiri


“ Terus di takzir apa malu maluin aja” ucap Ayah Heny cukup kecewa 


“ Cuman suruh ngaji selama 40 hari, Hingga dalam 40 hari Heny bisa nambah 7 jus dan Khatam deh..” bangga Heny yang menurutnya hukuman membawa Hikmah 


Kedua orang tuanya tak menjawab lagi karena mengira dengan mendengar bertambahnya hafalan Heny selama mendapat hukuman 

__ADS_1


“ Padahal kalau kasus yang menimpa kami biasanya hukumannya sangat berat lho Yah buk, tapi karena kebaikan dari Umi Jihan yang meminta di beri keringanan jadi Heny cuman di kasih hukuman itu, yang berat bang El menggantikan posisi Abah Tasim selama 40 hari ”tambah Heny bercerita 


“ Tapi kamu baru kenal Umi Jihan barusan?” tanya ibu Heny lagi 


“ Iya kan Heny juga gak tau kalau dulu yang di hubungi Abanh Tasim itu Umi Jihan, mereka Video Call tapi Heny gak nampak siapa yang di Video call sama mereka, dan baru tau  kalau Umi Jihan itu Uminya bang El ya tadi”jawab Heny menjelaskan kembali


“ Ternyata orang tua bang El luar biasa ya Yah buk.... Heny sebnarnya jadi minder dan insecure sama mereka dan ternyata bang El bukan orang sembarangan “ ucap Heny yang merasa minder setelah tau kalau orang tuanya El adalah Jihan dan Zain 


“ Ayah juga kaget tadi saat Gus Zain menyebut kata calon besan” saut ayah Heny 


Karena Ayah Heny juga merasa biasa saja, dan gak kebayang apa lagi berharap menjadi besan dari keluarga AL –Musthofa dan Zain lagi yang menjadi king of Al- Musthofa yang luar biasa nama dan drajatnya 


“ Apaan sih... masih lama kali yah, kalau jodoh juga hal itu gak akan jadi masalah,Gus Zai dan Ning Jihan gak pernah mempermasalahkan hal itu sepertinya, karena mereka kan juga lebih tau apa arti sebuah pangkat, lagian masih ada abangnya El kan yang juga belum nikah, anak kita  juga masih SMA, masih ngaji masih mau sekolah tingi, El juga kan gak akan di biarin begitu saja sama Umi dan Abahnya mentang mentang tinggalammya dan warisannya banyak, dan Ibu juga tau El juga gak pernah membanding bandingkan Harta kan, buktinya dia gak pernah mau menampakkan orang tuanya dengan siapapun, karena dia gak mau dilihat orang lain dari segi materi, dan mau cari yang menerima apa adanya, bukan ada apanya bukan begitu kan Hen,... Yah...” ucap ibu Heny yang paling seneng kalau ngomel dan ceramah tanpa mau di potong oleh siapapun


“ Injeh ndoro” jawab Heny dan Ayahnya kompak saat ibunya selesai berceramah 


 “ Mereka sangat baik lembut dan luar biasa  ya Yah buk, betapa bahagianya nanti kalau Heny jadi menantu Umi Jihan yang memang baik, dan hambel banyak ngomong tapi sama siapa saja welcom, apa lagi kalau sama santri, subhanallah.. Beliau tamu agung lho Yah buk, tapi saat beliau silaturrahmi ke Ndalem beliau selalu berkunjung kepesantren dan bagi bagi oleh oleh, bahkan sakingbaik wibawa dan mungkin prestasinya sampai saat ini tidak ada yang membandingi, jadi nama beliau sampai saat ini masih tetap harum bahkan masih banyak yang mengenal,beliau sebagai primadona pada masanya” ucap Heny sangat kagum denga calon ibu mertuamya yang selama ini menjadi idolanya 


“ Yaa.... itu jadikan motifasi buat dirimu, inspirasi gimana bisa menjadinorang seperti Umi Jihan walaupun sudah boyong puluhan tahun nama beliau masih tetap berjaya di pesantren sampai saat ini” ucap ibu Heny menasehati anak perempuannya 


Heny mengangguk dan mengiyakan bahkan semangat dengan apa yang di utarakan ibunya barysan dia harus semangat ingin menjadi orang seperti Jihan 


Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih kini Heny sudah sampai di rumahnya yang hawanya cukup dingin karena berada di lereng bukit MRA 


Heny kini sudah selesai mebersihkan badannya juga dan kini dia langsung berbaring dan membuka ponselnya ternya banyak pesan masuk dari El yang dicueki olehnya saat ngobrol dengan ayah ibunya di mobil tadi 


Heny tersenyum dan kemudian jarinya kembali beraksi dan menari di atas layar ponselnya 


To : Bang El


Maaf ya beb.... baru bales tadi ngobrol dulu sama bapak sama ibuk 

__ADS_1


Disisi lain El juga belum tidur dan menunggu balasan pean dari Heny dan El langsung melakukan sambungan Video pada Heny   


   


__ADS_2