Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Al balik


__ADS_3

Hari sudah berganti, hari Ini El berangkat kepesantren di antar oleh Al,


Yanga mana biasanya Al jam segini masih molor, ini udah harus nganterin El kesekolah sekaligus ke pesantren yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya


Al besok udah mau kembali ke Mesir lagi, dan sudah seminggu di rumah, makanya El juga udah mau balik ke pesantren lagi, dan jihan sama Zain kembali ke pengantin baru lagi hanya berdua di rumah


" Ck..... Pagi pagi harus udah pergi.." kaluh Al yang di paksa bangun oleh El


" Tanggung jawab lah, loe dulu yang jemput gue, loe juga yang harus anter balik gue.." jawab Al membantah


" Nanti sore kek, kenapa harus pagi pagi gini, siang nanti juga boleh," ucap Al masih males malesan


" Gue udah beberapa kali telat sekolah gara gara elo ya Bang, gue gak mau telat lagi, bodo amat.. ayo antar gue" ucap El sambil memaksa Al untuk mengantarnya


Jihan dan Zain tidak joging pagi ini, karena tau El yang mau balik lagi ke pesantren, jadi Jihan menyiapkan keperluan El untuk balik ke pesantren,


Mulai bawaan untuk Abah Umi pengasuh AL-JQ, dan juga untuk teman teman El yang ada di pesantren, dan untuk El juga tentunya


" Al nanti mampir tempat mbah uyut gak?" tanya Jihan pada El, yang mana tau mampir ketempat nenek Jihan yang masih hidup dan masih sehat hingga saat ini


" Lihat nanti lah Mi, mampir juga boleh, pesawat Al masih malem kok" jawab Al santai


" Ya udah nanti Umi nitip kalau gitu," jawab Jihan lanjut menyiapkan apa yang harus di bawa tempat neneknya


" Kenapa gak di antar sendiri besok jum'at sayang?" tanya Zain menghampirinya


" Ya Biar Al mampir lho Bah, kalau Al sendiri entah apa nanti yang di beli, peling jajan untuk anak anak Alif, ini Vitamin dan obat untuk Liloh sama mbah Uti" jawab Jihan sambil menulis waktu minum obatnya di setiap lebel obat


" Iya sih... Jadi besok gam kesana?" tanya Zain lagi karena sering kali 2 minggu sekali mereka kesana


" Besok kebetulan Umi ada jadwal ngaji, sama Umi Zahra, jadi gak bisa sepertinya Bah, biar sekalian aja ini di bawa sama Al" jawab Jihan masih sibuk sendiri dan tetap menanggapi ucapan suaminya


Setelah semua selesai, Jihan menyiapkan semuanya, dan meminta bantuan pada anak dan suaminya agar di masukkan ke dalam mobilnya


Seperti biasa, Jihan paling seneng bawa banyak oleh oleh untuk para santri dan jadinya mobil El seperti mobil sales jajanan

__ADS_1


" Ya Allah..... Sumpah mobil milyaran gue jadi mobil sales jajan" ujar El yang melihat penuh kardus di mobilnya


" Gak apa apa, gak bikin lecet" batah Jihan santai


" Iya Mi... Gak lecet tapi masak iya begini amat" protes El masih gam terima


Zain masih geleng kepala, memang istrinya ini gak pandang penampilan mobilnya, yang penting semua masuk


El anak muda terlebih mobil baru sangat gengsi banget kalau sampai seperti itu,


" Udah udah berangkat nanti telat lagi, hati hati jangan ngebut Al, pelan pelan aja, salam buat mbah uyut dan mbah Liloh ya" ucap Jihanagar anaknya segera berangkat karena makin siang


" Gak usah ngebut... Kemaren aja bawanya ngebut" elak El saat mendekat padanya


" Makanya jangan di tiru bahaya" jawab Jihan lanjut ngomel


Jihan memang gitu suka ngomel suka melarang tapi juga sering melanggar sendiri,


" Okey okey... Kami berangkat duly ya Mi" ucap El bersalaman pada Jihan


Karena El dan Al jauh lebih tinggi dari pada Uminya, karen mereka berperawakan tinggi, apa lagi El yang jauh lebih tinggi dari Al, degan badannya yang kurus dan tinggi itu,


" Muuaaacch...." cium Jihan lagi, dengan susah payah


" Susah banget udah pada tinggi aja, Uminya sampe Jinjit kalau mau nyium" ucap Jihan sambil mengelus punggung El


" Mau di ulang lagi? biar Abah gendong? biar sampai?" goda Zain pada Jihan


" Enggak...... Gak usah, " tolak Jihan cepat


Enak aja, Zain mau langsung gendong di depan anak anaknya, kalau di kamar iya lah, kalau di depan Al dan El, jangan dulu


" Ya udah El berangkat dulu ya bah" ucap El sama Zain


" Iya hati hati ya nak.... Sehat sehat, di minum vitaminnya dari Umi, ngaji dan deresnya di tambahi" pesan Zain gantian dengan memeluk putra kesayangannya yang tidak pernah Zain marahi sama sekali

__ADS_1


Zain memang gak pernah marah sama anak dan juga istrinya, kejadian belasan tahun lalu, cukup membuatnya kapok, dan Zain masih menepati janji dan sumpahnya dulu, yang pernah di ucapkan kepada kedua mertuanya


Zain sampai saat ini sekecil apapun, tidak pernah membantah dan menyalahkan anak dan juga sitrinya, Zain takut kehilangan lagi, cukup sekali dan sudah kapok bolong


" Nah untuk uang saku El" ucap Zain sambil menberikan segepok uang berwarna biru pada El


" Untuk apa? udah ada kartu El, nanti tinggal narik aja bisa, kenala masih di kasih cash?" tanya El heran


" Gak apa apa, biar gak usah keluar keluar ambil uang, pake aja untuk kebutuhan" jawab Zain sambil menepuk pundah El


" Okey lah... Makasih ya Bah, " ucap El santai dengan penuh bangga mempunyai Abah yang royal pada dirinya


Abah yang gak pernah menolak permintaannya, apapun di berikan sesuai keinginannya,


Jihan juga tersenyum tanpa melarang ataupun meminta balik uang yang ada di tangan El, karena menurutnya itu rezeki El


Begitu juga dengan Al, yang gak ada kata ngiri atau gimana, karena dia juga sama, mendapat fasilitas yang istimewa dari Abahnya, dan dia juga sering kali di kasih jatah yang lebih di luar kartu,


Apa lagi cita citanya saat ini akan segera terpebuhi, untuk membuka pendidikan Al Qur'an untuk generasi Qur'ani masa depan


" Al udah ada pegangan?" tanya Zain


" Aman..." jawab Al santai dan bersamalaman pada Abah dan Uminya untuk pamit


" Hati hati lho Al, bawa mobilnya" pesan Jihan lagi


" El yang bawa, Al mau tidur bentar Mi" jawab Al sambil memberikan kunci mobilnya pada El


" Bawa elo, gue tak merem bentar" ucap Al sambil naik ke mobil El


" Elo yang nganter bang, elo lah yang nyupir.." bantah El menolak


Dan mulai perebutan dan pertikaian lagi, membuat Jihan langsung ikut turun tangan sekalian karena El masih menarik Al untuk pindah ke bagian supir ..


Jihan sudah mengangkat lengan tangannya, dan berjalan pada mobil El, untuk memberi jeweran pedas pada kedua anaknya itu

__ADS_1


__ADS_2