Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pengertian


__ADS_3

Al tersenyum sebelum menjawab, dia akan cerita sama abahnya, dan dia percaya kalau abahnya bisa di ajak kompromi kali ini


" Senyam senyum... Jadi gimana?" tanya Zain penasaran


Kekepoan dari istrinya kini nenular padanya, dirinya yang juga ikut kepo tentang pribadi anaknya


" Bukan tertarik, tapi penasaran bah" jawab Al jujur


" Berawak dari penasaran itu yang menjadi ketertarikan " jawab Zain sudah pernah seperti itu


" Dia siapa dan yang mana?" tambah Zain makin penasaran


" Ada anaknya kelas X IPA 1, tempat di paling ujung pojok" jawab Al yang sudah hafal posisi tempat duduk Zula


" Ora faham blas, gak pernah masuk lagi ke BNT" jawab Zain cari aman dari pada mumet mikirin siapa yang Al ceritakan


Toh memang Zain sekarang jarang ke BNT kalau enggak dalam acara tertentu dan meeting tertentu, waktu mengajarnya sudah gak di jadwal lagi di sana


" Awalnya Al penasaran dengan sosoknya yang cuek, judes dan menyebalkan" ucap Al mulai bercerita


" Masak bah, di kasih pelajaran dia santai dan gak merhatikan, guru mana yang gak sebel? mana di tanya diem tanpa jawab, begitu jawab judes dan cueknya minta ampun, makin kesal dong Al" tambah Al makin nerocos


" saking penasaran dan pengen ngasih pengertian, tak suruh lah ke kantor, eh malah nantang, makin jengkel Al, " tambahnya lagi dengan Zain yang justru ikut penasaran


Berbeda dengan penemuan Jihan oleh Zain dulu, yang mana Jihan yang ramah cerewet, dan suka tidur, membuat dirinya penasaran dan makin jatuh cinta, kini anaknya yang justru sebaliknya penasaran dengan gadis yang super duper cuek dan judes


" Al panggil tuh Al mau nanya, guru akhlaknya siapa? sampe tuh anak gak ada akhlak sama sekali, baru kali ini lho bah Al di cueki, baru kali ini ada cewek cuek sama Al" tambah Al makin nerocos


" Hahaha.... Emang gak boleh cuek sama Al?" tanya Zain


" Ya aja... Ganteng ganteng gini masih ada yang cuek sama Al" jawab Al merasa sok ganteng

__ADS_1


" Eleh sok ganteng aja kamu Al" Cibir Zain dan Al cengengesan


" Emang ganteng gak sih bah? anak Abah Zain gitu" jawab Al membanggakan abahnya dan Zain menggelengkan kepalanya


" Terus saking penasarannya Al, tanya lah sama kang ahmed, dan ternyata emang begitu sikapnya, semua seisi sekolah sudah tau semuanya" jawab Al dan Zain mengerutkan keningnya


" Maksudnya?" tanya Zain belum Faham


" Tuh cewek bah, memang begitu sifatnya, dan tuh cewek awalnya sosok yang ceria, tapi ada suatu hal yang membuatnya seperti itu, yang hilang kepercayaan pada siapapun" jawab Al dan Zain mulai faham


" Kenapa bisa begitu?" tanya Zain makin penasaran


" Dia di lahirkan tanpa tau siapa abahnya, siapa bapaknya hingga saat ini" jawab Al serius bercerita


" Ya Allah ya karim, Abahnya kemana?" tanya Zain mulai kasian,


Terlintas dalam pikirannya tentang El dulu, kalau sampai Jihan nekat bawa Al dan El pergi sejak bayi mungkin El akan bernasib yang sama, gak tau siapa abahnya juga dan dirinya bisa kehilangan anaknya


" Makanya Al tergugah untuk membuatnya kembali ceria dan ramah bah, sayang sama dia prestasi dia menjulang tinggi dan termasuk anak yang jenius dan cerdas, " jawab Al membanggakan Zula


" Terus gimana?" tanya Zain lagi


" Makanya Al sering kali mendekati dia biar ada respon dan tidak terlalu cuek, menemani dia juga biar tidak merasa sendiri" jawab Al dan Zain mengangguk


" Tapi nanti kamu suka sama dia Al, terus Yasmin gimana?" tanya Zain dan Al seketika terdiam


Dia sudah putus dengan Yasmin dan Yasmin sendiri yang mengakhirinya, karena kurangnya perhatian darinya, dan tidak menomer satukan Yasmin


Zain mengerutkan keningnya lagi dan berharap kalau Al tidak suka sama tuh anak, kalau sampai mengabaikan Yasmin udah pasti Uminya akan ngomel dan kembali merasakan apa yang pernah Jihan rasakan dulu


" Abah saat sama Umi dulu, gimana?" tanya Al serius

__ADS_1


" Maksud kamu?" tanya Zain


" Umi minta selalu di perhatikan gak? maksudnya di nomer satukan, dan abah sendiri juga sibuk, " jawab Al dan Zain langsung tanggap


" Oh.... Maksud kamu selalu ngabarin Umi? selalu telfon umi dan video call? " tanya Zain dan Al mengangguk


" Iya waktu Abah sama Umi pacaran" jawab Al


" Abah sama Umi dulu pacarannya kan setelah menikah, mana ada pacaran kayak kamu sama El" ucap Zain yang bejum tau kalau El juga sudah putus dengan Heny


" Terus?" tanya Al yang belum tau kronologinya


Karena mereka yang jarang bersama dengan situasi dan kondisi Al dan El sering belajar di luar dan jarang dirumah membuat mereka tak tau cerita kisah cinta abah dan Uminya


" Abah dulu jumpa Umi waktu masih Mts di BNT, dan abah menikahi Umi saat Umi masih kelas XI, jumpa langsung nikah, Umi masih sekolah masih di pesantren, kita juga LDR, Abah di luar negri dan Umi di pesantren, dan justru kita saling percaya dan tidak berfikir negatif apapun," cerita Zain pada kisah cintanya


" Abah nih... Gak tau umur apa?" cibir Al pada abahnya


" Uminya masih bocah juga, di ajak nikah?" tambah Ak makin mencibir


" Justru itu Abah dulu udah tua, makanya gercep takut Uminya di ambil orang gak mudah Al Abah cari Umi" jawab Zain dan Al tertawa


" Hahahaha.... Jadinya cepet cepetan?" tanya Al dan Zain ikut tertawa


" Terus terus Umi percaya begitu aja sama Abah?" tanya Al penasaran


" Iya, Umimu tuh luar biasa, sabarnya juga luar biasa, gak pernah berfikir negatif pada Abah, gak pernah curiga sama Abah, Umi pengertian banget dengan Abah, gak pernah nuntut harus di temani, harus di perhatikan bahkan di nomer satukan, karena Umi tau abah sibuk dengan pekerjaan abah" jawab Zain bercerita dan memabanggakan Jihan yang gak ada duanya


" paling kalau abah mau pergi Umi hanya nangis gak mau di tinggal lama lama, hanya itu aja dramanya, gak pernah nuntut bawa oleh oleh ini, gak pernah nuntut liburan ke sini, gak pernah nuntut di perhatikan juga, " tambah Zain bernostalgia dengan masa dulu saat pengantin baru


" Kenapa? ada apa dengan kamu tiba tiba bertanya seperti itu?" tanya Zain yang curiga dengan pertanyaan Al tentang perhatian dan pengertian

__ADS_1


__ADS_2