Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Culik


__ADS_3

Zulan Zain tentu sangat kaget dan langsung menoleh pada Ucup yang sudah menarik tangan Zula


Ya yang memanggil Zula adalah Ucup, temannya yang kebetulan ada di mall yang sama dengan Zula


" Ucup... Jangan tarik gue dong" jawab Zula yang masih di tarik oleh Ucup


" Gimana gak di Tarik loe tuh ah..cari perkara deh, loe tau gak siapa yang loe gandeng itu?" omel Ucup pada Zula yang masih di gendengnya


Zain sudah panik dengan anak gadisnya yang tiba tiba di tarik oleh orang asing menurutnya dan langsung berlari menghampiri Ucup dan Juga Zula


" Ih... Iya gue tau" jawab Zula melepas genggaman tangannya yang cukup sakit


" Kalau Loe tau, kenapa loe lakukan itu, di tempat Umum lho La, gue takut nanti elo di gruduk banyak orang, di gruduk netizen" jawab Ucup makin ngomel


Zula memutar bola matanya jengah, dan terasa bising mendengar lhitbah idul adha yang sudah tayang duluan


" ULA.. " ucap Ucup makin gemas dan khawatir


" Terus Elo tumben sampe sini?" tanya Zula mengalihkan pembicaraan


" Ah... La.. gue ngomong serius sama elo ini" jawab Ucup udah ikut deg degan karena Zain yang mendekat padanya


" Gue gak mau elo makin sakit hati, makin banyak yang mencaci maki loe, karena dekat sama" ucap Ucup terpotong oleh Zain


" Kamu gak apa apa sayang?" tanya Zain yang sangat khawatir


Ucup makin melotot karena mendengar panggilan Zain yang begitu romantis


" Zula baik baik saja bah, entah nih, anak rese asal narik aja" jawab Zula dan menyikut Ucup yang ada di dekatnya


" Gak ada yang lecet kan nak?" tanya Zain masjh khawatir


" Enggak bah, tenang aja, kenalkan Bah, ini sahabat bestie kawan karib dan abang jadi jadian Zula selama ini, Abang Ucup" ucap Zula memperkenalkan Ucup pada Zain


Ucup masih terdiam mematung dan masih enggak percaya kalau Zain adalah bapaknya Zula


Zain tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya pada Ucup


Dengan gemeteran Ucup menerima uluran tangan Zain, dan kemudian salam takdzim dan mencium tangan Zain


" Ya Allah... begini rasanya salaman dengam sultan, tangannya bau dolar" gumam Ucup gemeteran


" Terimakasih ya Nak, udah mau jagain Zula selama Saya tidak bisa jagain Zula" ucap Zain ramah pada Ucup

__ADS_1


" Subhanallah, masih ada sultan seramah beliau" batin Ucup makin kagum


Setelah salaman dengan Zain, Ucup langsung spontan menarik tangan Zula dan berbisik di telinga Zula


" Apaan Sih?" ucap Zula heran dengan tingkah sahabatnya itu


" Itu beneran pak Zain?" tanya Ucup kembali memastikan


" Kenapa?" tanya Zula bingung


" Cubi gue cubit gue" ucap Ucup membuat Zula tambah bingung


" La... Buruan dong, kaplok gue" ucap Ucup masih berasa mimpi


Plak.... Satu pukulan mendarat di bahu Ucup


" Aduh ya Allah ya Robbi" kaget Ucup kesakitan


" Ada apa sih nak? kok gitu, gak enak lah di lihat orang" ucap Zain menghampiri Zula


" Entah nih si Ucup, kurang kerjaan aja, tiba tiba suruh mukul" jawab Zula sok polos padahal dia tau kalau temannya yang suka heboh ini berasa mimpi bertemu denga Fans beratnya


Secara Dari dulu Ucup memang mendambakan orang seperti Zain, pengusaha sukses dan kyai lagi dan namanya selalu harum di manapun berada tanpa ada celanya, dan semua karena Jihan yang selalu menutup rapat aib suaminya


" Ayo nak, siapa tadi namanya belum kenalan ya" ucap Zain yang belum tau nama Ucup


" Eh Maaf pak,.. kebiasan bercanda" tambah Ucup baru sadar


" Gak apa apa, tapi masak nabi Yusuf?" tanya Zain ramah


" Hehe itu manusia terganteng sedunia pak, kalau saya Muhammad Yusuf aja, terburuk de RT" jawabnya masih bergurau


" Kamu ini, bisa aja, ayo kita ke kafe sana aja, biar enak ngobrolnya" ucap Zain mengajak Ucup dan Zula pindah tempat agar gak capek berdiri terus


" Yah Bah... Gak jadi ke toko jam Dong" jawab Zula sambil cemberut


" Hehehe Mau ke toko jam dulu tih, ayok" ajak Zain yang terlupa tujuan utamanya


" Kita kesana dulu ya Mas, sambil ngobrol di sana" ucap Zain lada Ucup yang hanya mengangguk


Zula kemudian berjalan beriringan di antar dua laki laki tampan di sebelahnya


" Heh... Loe tadi belum jawab gue, " ucap Zula sambil menyenggol Ucup

__ADS_1


" Apa? "


" Loe ngapain ke sini? tumben amar sampe sini"


" Lah elo juga, jaub kali mainnya"


" Ck... Elo gak lihat nih siapa cowok tampan di sebelah gue, kencan lah kami, anak wedok satu satunya gue tuh" jawab Zula dengan membanggakan siapa dirinya


" Iya lah, asal jangan lupa gue loe La, udah kaya lupa gue, gue culik loe" jawab Ucup dan Zula langsung tertawa


" Ngapain elo?" tanya Zula lagi


" Tadinya gue mau main kerumah elo, tapi karena yang lain bisanya besok gue berngkat duluan, dan besok baru kita ke rumah loe bareng bareng, " jawab Ucup menjelaskan


" Oh.... Jadi malam ini elo nginep di mana? kerumah gue aja yuk" ucap Zula semangat karena dia pengen cerita banyak dengan ucup


" Ah.. Enggak lah, masak gue nginep cuman berdua sama Elo" jawab Ucup kembali amnesia


" Ck.. Gue gak tinggal di rumah itu lagi Cup, Ucup ucup..." kesal Zula meninggikan suaranya


" Apa sih nak? pelan pelan lah, malu di lihat orang" tegur Zain lembut


" Habisnya si Ucup sih Bah, rese" jawab Zula langsung nyelong masuk duluan


" Maafkan teman saya ya pak, memang kadang seperti itu kalau lagi BT sama seseorang" ucap Ucup lagi masih amnesia


" Tenang saja, ada turunannya" jawab Zain santai


" Eh iya deng, masyaallah, maaf ya pak maaf" jawab Ucup tersadar


" Ya udah ayo masuk nak Ucup" ajak Zain dan Ucup ikut masuk dan duduk di salah satu sofa di sana


Mata Ucup masih mengelilingi mewahnya toko jam yang sudah di paskitan ber merk jamnya dan Ori


Ya.. Seperti yang kita kenal sebelumnya, Zain adalah sosok lelaki yang berpenampilan sederhana tapi luar fantastik


Karena walau pakaiannya dan apapun itu yang dia kenakan terlihat sederhana, tapi kualitas tetap nomer satu danternama tentunya


" Nak ucup udah kenal sama Zula sejak kapan?" tanya Zain pada Ucup


Tapi sebelum Ucup mejawab Zain sudah di panggil oleh Zula


" Coba lihat sini dong bah, bagus gak?" ucap Zula sambil menunjuk pada salah satu jam pengeluaran terbaru mereka

__ADS_1


" Itu limitit edition gak mbak?" tanya Zain yang gak pernah mau ada kembarannya


" Eh.. Jangan yang limitit edition bah, mahal, endors Zula belum cukup" jawab Zula cepat


__ADS_2