Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Jahil


__ADS_3

" Boleh, emang nanti dapat syahadah juga dari abah?" tanya Zula santai


" Gampang itu " Zain santai


" Jadi gimana? kapan Zula bisa setor sama Abah?" tanya Zula lagi


" Lusa aja" jawab Zain singkat


" Eh... Lama kali, keenakan nanti nih bocah bah, ponsel aja yang di mainkan" jawab Jihan sambil membuka mukenanya


Ya karena sebagai ibu ibu dia juga punya tugas negara untuk mulai aktifitas sebagai ibu rumah tangga


Walaupun ada mbak yang bakal ngebersihkan nantinya


" Mau kemana sih?" tanya Zain penyekal tangan Jihan yang hendak melewatinya


" Iya nih Umi, buru buru amat" sambing Zula yang baru pertama merasakan kumpulnya kuliah subuh


Kedua abangnya masih sama sama Murojaah Al Qur'an dan Al yang sekarang murojaah tafsirnya


Ya walau sering debat dan gak heran anak zaman sekarang yang justru sibuk dengan sosial media, tapi anak anak Jihan dan Zain tau waktu dan menyempatkan diri untuk sering murojaah, karena mereka merasa mendapat amanat menjaga Al Qur'an yang mereka hafal


Keduanya masih saling berdebat dan belajar bersama, kadang penafsiran mereka yang berbeda membuat keseruan tersendiri


" Emang semuanya ini pada gak laper? gak perlu sarapan? dari semalem lho kalian gak ada yang makan" jawab Jihan kepikiran anak dan suaminya yang semalam sibuk mikiran dia yang kurang beres semalem


" Nanti gampang Mi, Umi istirahat, gak boleh capek capek" jawab Zain menarik Jihan pelan untuk duduk kebawah


" Terus kalian mau nyiapin sarapan sendiri?" tanya jihan balik


" Udah ada embak kok di belakang" jawab El yang hendak berdiri


" Embak siapa?" tanya Jihan kaget


" Entah, orang resto paling" jawab El sambil berjalan keluar dan membawa Al Qur'annya


" Udah mulai sekarang Umi istirahat total, " jawab Zain lagi


" Karena Abah mau anak lagi" jawab Zain sambil menggoda Jihan


" apaan sih bah?" ketus Jihan


" Eh... Kalau program kan gak boleh capek capek" jawab Zain masih menggoda


" Setuju,... Tambah baby biar rame, Zula pengen punya baby lho Umi, males kalau cuman punya abang banag rese kayak mereka" jawab Zula lagi sambil menunjuk kedua abangnya

__ADS_1


" Coba ulang lagi adek cantikku?" ucap El yang mundur lagi selangkah setelah mendengar penuturan Zula


" Abangnya ganteng ganteng takut buat rebutan cewek cewek Zula gak kebagian" jawab Zula cengengesan


" Kebiasaan... Bisa aja sih" jawab Al sambil menarik hidung mancung Zula


" Lepas bang, sumpah" kesal Zula sambil mengelus hidungnya


" Oh ya hari ini Umi di rumah aja gak boleh kerumah sakit" ucap Zain tegas


" Kok gitu ? kerjaan banyak Bah" jawab Jihan gak terima


" Istirahat Umi" tambah Zula dan Jihan memajukan bibirnya


" Zula juga gak mau sekolah" tambahnya enteng


" Kok bisa, sekolah lah" jawab Jihan lagi dan Zula justru berdiri dan melepas mukenanya lalu berjalan menghampiri El yang sudah berjalan sedari tadi


" Nazula sekolah nak" ucap Jihan menahan emosi


" Sekolahnya tutup belum di buka Mi" jawab Zula nyeleneh dan berlari


" Nazula lailal Musthofa," teriak Jihan kesal di bikin jengkel Anaknya


Al hanya tertawa ngakak dan ikut menyusul adek adeknya


" Oh.. Enggak dong Mi, Al anak sholeh yang teladan, gimana mau maju kalau Al sering bolos" jawab Al santai sambil melambaikan tangannya dan pergi menyusul kedua adeknya


Zain tersenyum dan mengelus pundak Jihan sambil berucap


" Sabar Umi, sabar, "


" Dulu perasaan sabar banget ngadepin abah, sekarang kok rasa sabarnya makin memudar gitu" tambah Zain lagi


" Iya Umi trauma dengan kata sabar, yang akhirnya di sakiti terus" Ketus Jihan dan langsung berdiri meninggalkan Zain yang jadi sendirian di musholla keluarga


Di belakang rumah, Zula kini sudah duduk menikmati indahnya pemandangan pagi di halaman belakang rumahnya,


Dia tidak jadi mendekat pada El yang sepertinya sedang belajar untuk materi praktek di rumah sakit nanti,


Zula masih membawa Al Qur'annya dan Al yang melihatnya menghampirinya


" Loe kenapa gak mau sekolah?" tanya Al tiba tiba


" Males pengen bolos aja" jawab Zula santai

__ADS_1


" Izin ya pak kepala yayasan" tambahnya makin santai


" Enak kali ya izinnya, gue gak wali kelas loe yang tiap kali ngoreksi absen loe" jawab Al yang duduk di sebelah Zula


" Tapi Abang tau sendiri gimana posisi gue di sekolah, gue di pondok juga kan? makanya gue males sekolah dan mibta di boyongkan dari pondok" jawab Zula yang tanpa terpikir maupun terlintas tentang Nada sepupu tirinya


Begitu juga dengan Al yang sama sekali gak kepikiran posisi musih bebuyutan Zula adalah sepupunya, karena memang keduanya gak pernah respek sama sekali pada Nada


" Iya tapi masak loe mau gak sekolah terus?" tanya Al santai


" Gue gak bilang lho bang, Gue masih males aja, kemaren karena merasa sepi aja di rumah sendiri, saat ini kan udah ada abah, Umi kalian, jadi Zula mau maikmati kebersamaan aja, " jawab Zula menjelaskan


" Nanti kalau ususku udah longgar sekolah lagi kok, santai aja, gue yang akan menguasai sekolah abah" ucap Zula penuh dendam


" Gak boleh gitu" elak Al menasehati


" Terus gimana?" tanya Zula bingung


" Kenapa enggak loe panasin dan bikin penasaran aja mereka, dengan sifat jahil loe yang sepertinya masih jauh dari gue" saut El yang akhirnya gabung dengan Zula dan Al


Zula masih sedikit loding untuk memahami dan juga memikirkan gimana caranya


" Gitu aja pake loding... ngelike mulu deh" cibir El sambil menonyor kepala Zula


" Abang Ih... Bukan loding, susah nih sinyalnya " kesal Zula mamvalas tonyoran El


" Hahahaha.. Bilang aja loding, dan lola, lemot" tanwa El makin mencibir


" Tapi ide abang cocok juga sih, gimana kalau besok kita datang ke sekolah, dan gue yang gandeng kalian berdua?" ucap Zula mulai memikirkan kejahilannya


" No.. Gak logis, " jawab El cepat


" Kok gitu?" tanya Zula masih belum searah pada El


" Kan udah gue bilang, tingkat kejahilan loe dan kecerdasan loe masih di bawah gue, " jawab El paling suka mencibir


" Serag lah sana, kalian ini memang otak otak jahil kok" selak Al menggelengkan kepala


" Gini lho, gak usah nunggu besok, hari ini aja, loe berangkat bareng Bang Al, semobil dan loe bang, mobil loe kan selalu menjadi perhatian siswi kan, loe turun bukakan pintu untuk si bocil ini juga, parkirmu di tengah aja, biar semuanya nampak, apa lagi kemaren kan loe di panggil abah keruangan bang Al kan La,, Pas tuh, di kira loe udah di lamar beneran sama Bang Al, dan loe terima" ucap El mulai berencana


" Terus Elo gimana?" tanya Zula masih heran


" Hahaha Loe benernya suka sama gue kan La, cuman kemaren loe takut aja sama abah sama bang Al" cibir El membanggakan diri


" Kepedean loe, maksudnya biar kerja semua, jangan cuman gue sama bang Al aja" kesal Zula pada abangnya yang super duper jahil

__ADS_1


" Nanti di jam istirahat gue susul, dan elo jangan nongol bang, loe gantian ngedate sama gue di kantin gak masalah, gue mau tau gimana reaksi semua siswi, kalau elo main kanan kiri, selama ini mereka gak respek sama elo kan? biar sekalian, habis itu kita beri kejutan" jawab El yang menyusun strategi penuh kejutan.


" Tapi gue males hari ini lah, gue mau rebahan aja di rumah" jawab Zula masih males


__ADS_2