
Seketika semua teman teman Heny langsung lari mengejarnya, pastinya untuk menghibur Heny
Heny menuju kamar manfi sekolah yang saat ini cukup rame oleh para siswa lainnya yang sedang ngantri,
Bruk.... Heny menjatuhkan tubuhnya di dinding dekat wastefel sekolah, dia gak peduli di omongin dan di lihatin siswa lainnya
" Huu huu Hiks hiks..." tangis Heny menjadi sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya
Bisikan dari siswa yang ada di sana mulai memenuhi gendang telinga Heny, dan makin membuat Heny menangis sendu
" Keluar kalian semua" pekik Tiara yang menyuruh Semu siswi untuk keluar
" Hu... Apaan sih, emang ini toilwt nenek loe ngusir ngusir segala" jawab salah satu siswi gak terima
" Entah tuh, ayo keluar aja kita, lagi galau tuh geng nya" cibir lainnya dan mereka semua ikut keluar dari toilet tersebut
" Uh.... Gue tabok mulut loe sini" marah Tiara gak terima
Seperginya mereka, Tiara dan yang lain langsung mendekat pada Heny..
" Loe bisa Hen... Loe kuat, loe gak perlu nangis seperti ini, gak perlu buang air matamu, untuk laki laki seperti bang El, " ucap Tiara yang ikut kesal dengan El
" Iya Hen, masih banyak laki laki ganteng hebat selain kak El, gak perlu loe tangisi dan loe sesali seperti ini" timpa Hilya ikut kesal
" Coba Loe cerita apa yang sebenarnya terjadi di antara Elo sama kak El, kenapa tiba tiba putus, biar kita semua juga tau, tidak menyalahkan sepihak, danbisa kasih solusi, biar kamu gak tangisan seperti ini" ucap Dewi berfikir positif
Seketika Tiara dan Hilya menoleh pada Dewi kompak, secara itu bukan Dewi yang biasanya tukang ngluweh dan bercanda berlebihan, tapi kali ini..
" Good Job Bestie, tumben loe bener ngomongnya" ucap Hilya membanggakan Dewi
" Ck.... Loe aja yang baru sadar siapa gue sebenarnya" bantah Dewi sok cuek
" Uhuy.... Ada perubahan bestie.." heboh Hilya dan Dewi bangga diri
" Udah sekarang loe hapus air mata elo, bersihkan muka kusut elo, dan tampilkan senyum elo" ucap Tiara pada Heny
Heny tak bertindak sama sekali, dia masih sakit hati dan masih seperti orang linglung dan hanya tertuju pada satu pikiran saja yaitu dengan El
__ADS_1
" Hey... Hen cukup, Hadap sini buruan" ucap Tiara memutar tubuh Heny ke aeah kaca toilet di depannya
" Pandang kedepan lihat wajahmu" Tambah Tiara sambil memegang punsak Heny
Heny yang masih sesenggukan akhornya mengikuti arahan Tiara
" lihat wajah loe tuh.... kusut tau gk? Heny yang kemaren bukan.Heny saat ini" ucap Tiara lagi
" Iya loe jelek saat ini" Tambah Dewi jujur
" Dewi..." Ucap Hilya menyenggol Dewi
Heny masih diam tak menjawab, dia memerhatikan pantulan wajahnya di kaca hadapannya
Benar dia makin kurus kempong dan terlihat kuasam pucat dan jelek
" Gue jelek banget" ucap Heny lirih sambil memegangi mukanya
" Makanya sekarang loe hapus tuh air mata loe, dan wudhu, bersihkan muka loe, dan harus semangat baru" bentah Tiara kesal dengan Heny yang lemah saat ini
Heny menuruti kemauan sahabatnya dan lanjut untuk membersihka semuanya
" Sekarang loe makan semua makanan ini, anggap aja ini makanan sebagai masalah dan hujatan orang pada elo, sebagai orang yang menghina dan membuat loe sakit hati, kunyah dengan semangat agar hancur, dan telen biar terproses jadikotoran dan berakhir di sapiteng" ucap Dewi yang mempunyai ide tersebut
Mereka bertiga berkorban mengurangi jatah bulanan untuk membuat Heny kembali ceria, kembali ilang dengan timbunan masalah dalam benak hatinya
Benar Heny mulai menyendok dan membayangkan makanan di hadapannya sebagai momok dalam hidupnya, sebagai masalah yang siap di antar ke sapiteng akhirnya
" Hhaaiik......" Heny sampai bersendawa keras setelah mengahbiskan makanan tersebut
" Kenyang buk?" tanya Hilya dan Heny tersenyum serta memangguk
" Sekarang loe cerita apa yang terjadi sebenarnya" tambah Tiara yang sangat kepo
Heny mengambil nafas dalam sebelum lanjut bercerita, tentang masalahnya dengan El
" Gue sebenarnya gak tau apa yang menjadi alasan bang El mutusin gue" ucap Heny terhenti sambil memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong
__ADS_1
" Awalnya kami memang jarang komunikasi, gue gak tau apa yang di lakukan bang El di sana, entah dia punya cewek lagi, apa dia memang benar benar sibuk dengan tugas kuliahnya"ucap Heny lagi
" Pada intinya, semenjak dia jarang menghubungi gue, perasaan negatif muncul dalam pikiran gue, gue suudzon dengan bang El yang mungkin sudah menemukan cewek lain di ibu kota" tambah Heny lanjut bercerita tentang perasaannya terlebih dahulu
" Semua itu menjadi beban pikiran gue, beban nental gue sehingga gue gak nafsu makan, gak nyaman dan selalu kepikiran dia, hingga akhirnya makin hari badan gue makin kurusan" tambah Heny sambil tersenyum melirik tubuhnya sendiri
Tiara Dewi dan Hilya juga memandang tubuh Heny yang memang cukup kurus di banding sebelumnya
" Pada beberapa minggu yang lalu, dia ke Mesir, untuk menghadiri wisuda bang Al, dan dia bilang setelah itu dia mau oulang ke SRG, dan okey gue juga ikut pulang karena gue kangen banget sama dia" tambah Heny lagi
" Perasaan gue udah berbunga bunga, di kala dia baru turan dari bandara dan langsung pulang dia langsung menemui gue, datang kerumah, " tambah Heny bercerita
" Gue udah sangat kepedean, kalau dia juga sangat kangen dan rindu berat pada Gue, tapi ternyata..." Ucap Heny terhenti
" dia mutusin elo?" tanggap Dewi
" Belum.. biar dia cerita dulu" jawab Hilya menonyor Dewi
" Dia tanya keadaan gue, dia tanya kenapa gue sekarang makin kurusan dan seperti biasa sangat perhatian, gue jawab aja, gue begini karena elo, karena gue kepikiran elo, gue kurusan" lanjut Heny lagi
" Setelah berdebat cukup dia mengambil kesimpulan, dia minta untuk sampai sini saja dulu, karena dia gak mau aku terlalu berfikir tentangnya, dan membuat sengsara hidup gue, dan bahkan mengganggu proses belajar gue, dia gak mau gue kenapa napa" tambah Heny tak kuasa menahan air mata lagi
" Maksud loe, pada intinya kak El gak mutusin elo karena takut menjadi beban pikiran elo?" tanya Tiara Faham dan Heny mengangguk
" Ya namanya juga pacar siapa sih yang gak mikirin" sambung Dewi
" Ya maka dari itu, dia anggal kalau kita gak ada hubungan lagi, gue gak akan mikirin dia, karena kita sudah lain setatus" jawab Heny terus terang
" Ya kalau gitu gak jadi masalah dong, intinya kak Ek cuman gak mau kamu jadi seperti ini karen dia, dia ingin kamu sehat dan baik baik saja, karena dia sayang sama kamu " jawab Tiara belum tau hal yang sebenarnya
.
.
.
Maaf lur jarang up, lagi di kampung dan banyak acara 👌
__ADS_1
selNjutnya insyaallah... siap sedia