Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Orang aneh


__ADS_3

Di jam 9 pagi, Jihan dan Zain cek out dari hotel, karena rencana mau ke masjid El dan sehabis itu mau ke apartemant saja , bukannya ngirit tpi Jihan memilih lebih santai dan nyaman kalau di apartemant sendiri


Kini Zain mengendarai mobil kantor sedang perjalanan ke masjid El, ya layaknya kedua pasangan muda yang sedang berkencan santai dalam perjalanan


" Enaknya beli apa ya Bah untuk oleh oleh El?" tanya Jihan yang berfikir kalau anaknya kembali hidup di pesantren


Secara dia tau anak masjid bagaimana kan dulu bapaknya juga pernah jadi anak masjid di kala masih lajang hingga sekarang yang belum lama di teruskan oleh adeknya sendiri


" Coba telfon dulu Elnya Mi" jawab Zain santai


" Jangan dong, nanti gak jadi kejutan kalau Uminya datang" jawab Jihannyang berniat memberi kejutan pada El


" Terserah Umi deh, biasanya apa kesukaan anaknya" jawab Zain pasrah


" Okey kita berhenti di supermarket dulu ya Bah" jawab Jihan dan Zain tersenyum serta mengangguk


Bahkan saat ini saking semangat dan bangganya Jihan pada El terlupa akan meeting yang dia jadikan sebagau alasan tidak bisa mengantar Zain hingga ke Jakarta


Dan untungnya Zain sudah konfirmasi pada Double Me yang masih setia bekerja di sana untuk membantu menghandel pekerjaan Jihan sementara


Pada Intinya Jihan itu bahagia bila kumpul dengan anak anaknya, cuman Jihan berambisi kalau anak anaknya juga harus jadi anak santri yang berpendidikan, agar kelak dewasa dia bisa mencari dan mandiri


Kini Zain membelokkan mobilnya di salah satu supermarket yang kebetulan dia lewati,


Zain juga turun dan membuka pintu untuk istri tercintanya, ya Ratu satu satunya dalam hidupnya selain Uminya


Mereka berdua berjalan untuk masuk ke dalam supermarket tersebut, denganntatap bergandengan tangan mesra,


Sesampainya di dalam, Jihan mulai mengambil dan memilah milih snack dan juga buah untuk oleh oleh pada El,


Di parkiran depan, ada salah satu karyawan dari kantor milik Zain, yang kebetulan sedang belanja di sana juga, dia hafal dengan plat nomer mobil kantro tersebut,


Dan anehnya orang tersebut sengaja menunggu siapa yang menggunakan mobil tersebut untuk ke area umum,


Pasalnya mobil itu jarang keluar kecuali di jam kerja, itupun untuk pergi meeting dan menghadiri pertemuan

__ADS_1


Dan kebetulan orang tersebut juga karyawan baru di perusahaan Zain, dan belum mengenal Zain pastinya


" Wah.. Barani beraninya pak Tono, bawa mobil kantor ke fasilitas umum, " gumam orang tersebut sambil mengelilingi mobil Zain


Padahal pak Tono saat ini sedang di kantor, dan sedang bertugas menggunakan mobil lainnya untuk sementara waktu


" Bisa saya laporkan ke Manager nanti" sombongnya karena merasa jabatannya lebih tinggi dari para pak Tono yang hanya sebagai supir kantor


Setelah belanja semuanya kini Jihan dan Zain juga sudah membayar belanjaannya dan saatnya untuk kembali ke mobil


Dan di sana sudah ada yang menjaga mobilnya, yang siap menunggunya dan siap menantang Zain dan Jihan pastinya


Jihan dan Zain heran melihat orang yang sepertinya menjaga ketat mobilnya


" Tukang parkir rapi banget ya bah?" tanya Jihan mengira tukang parkir


" Umi ini, mana tukang parkir itu, bisa aja" jawab Zain yang tau kalau istrinya bergurau atau bercanda


" Hahaha... Canda lho bah, " jawab Jihan lanjut berjalan ke arah mobilnya


" Ibuk siapa? dan permisi untuk apa?" tanya orang tersebut belagak


Ya begitu orang yang sombong, baru di beri pangkat drajat dan jabatan agak lebih sedikit sudah sombong


Di tambah kurangnya update tentang brita kepemilikan perusahaan tempat dia bekerja, dan berita di sosial media membuatnya kurang faham tapi sok tau


Jaman sekarang masih ada dan bahkan banyak yang begitu dan pada akhirnya nanti akan malu sendiri,


Jauh jauh ya say, akan hal seperti itu dari kita, takutnya akan timbul fitnah dan lain sebagainya, dan menjadi hal negatif dalam diri kita,


Alangkah baiknya menjadi orang yang diam dan tidak tau apa apa, tau asak tidak sombong itu lebih baik, dari pada gak tau dan sok tau dan berakhir dalam kesombongan


" Permisi pak, ini mobil kami" jawab Jihan tetap sopan


" Kok bisa, jangan jangan ini mobil kantor yang di rentalkan sama pak Tono pada kalian ya? apa kalian saudaranya pak Tono yang hanya pengen gaya gayaan aja?" tanya oranh tersebut makin nyinyir

__ADS_1


Zain yang mendengar langsung mendekat pada istrinya yang sedang kena semprotan dari orang lain


" Ada apa Mi?" tanya Zain heran


" Entah Umi juga gak tau kanapa nih orang malah mengira kita rental mobil pak Tono" jawab Jihan sambil mengangkat kedua pundaknya


" Oh... " Jawab Zain singkat sambil melihat penampilan orang tersebut dari atas sampai bawah, dan melihat ID di saku depannya


" Ngapain lihat lihat, benar kan kalian saudara pak Tono, yang sengaja membawa mobil kantor, nanti biar saya adukan pak Tono ke manajer ya" ucap nya lagi kembali menantang


Zain hanya tersenyum melihat perilaku orang tersebut kepadanya, karena belum tau siapa dirinya


" Maaf pak, bapak yang saya adukan ke pak manager karena kelayapan di luar jam kerja, apa bapak mau tetap adukan pak Tono?" tanya Zain bijak


Orang tersebut kaget, tapi tak mengurangi rasa sombongnya terhadapar Zain, dan seolah makin menantang karena merasa di tantang balik oleh Zain


" Masuk sayang..." ucap Zain gak tega pada Jihan yang kelihatan kepanasan


Zain membuka pintu mobilnya yang hampir saja di tutup kembali oleh orang tersebut


" Anda siapa? jangan lancang pada saya ya..? anda belum tau siapa saya" ucap orang tersebut semakin sombong


" Siapa sih? nih orang?" geram Jihan pengen tau siapa dia terlihar sombong banget


" Udah masuk aja dulu, nanti Umi kepanasan " jawab Zain dan menutup pintu mobilnya


Jihan akhirnya nurut dan duduk manis dan anteng di dalam, karena Jihan juga percaya sekarang sifat santainya turun ke suaminya, walaupun dulu Zain sering kali emosi, dan sekarang Jihan yang gampang panik dan emosian


" Eh pak... Ini mobil kantor kami, gak boleh di bawa keluar di area umum seperti ini" ucap orang tersebut makin ngotot dan bernada tinggi


" Saya tau pak... Saya faham" jawab Zain santai dan Jihan di dalam mobil tersnyum padanya


" Ya ngapain bapak bawa mobil ini untuk fasilitas pribadi, anda siapa?" tanyanya makin terbawa emosi


" Perkenalkan pak, saya Zain Musthofa, " ucap Zain berjabat tangan pada orang tersebut

__ADS_1


" Ingat ini masih jam kerja ya pak, lebih baik bapak kembali ke kantor, dan ambil surat peringatan di ruangan pak Manager" tambah Zain tegas dan kembali ke mobil menyusul Jihan


__ADS_2