Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Warna baru


__ADS_3

Jihan makin cemberut dan kesal aja pada Alif udah tua masih sering seperti itu, tapi gak asyik kalau mereka gak seperti itu juga


" Udah tua juga gak mau ngalah sama anaknya" cela Jihan ngomel


" Lho kalau masalah uang, tua muda sama saja, yang tua yang banyak mas Zain" ucap Alif santai tanpa dosa


" Ayah Awas.... Gak boleh.." ucap Anak Alif yang paling kecil sambil mendorong tubuh Abahnya


Toha juga langsung berdiri dan menarik telinga Alif yang ikut mengantri lembaran lembaran merah dari Zain


" Aduh aduh aduh.... Ayah..." keluh Alif sambil mengikuti tarikan dari Toha


" Tuek ngalah..." ketus Toha dan giliran diriya yang ikut desel


" Lah lah... Dia yang tuek, dia sendiri yang gak mau ngalah" gerutu Alif yang sekarang duduk di sebelah istrinya


" Karena yang tua kembali ke kanak kanak..." sindir Charir yang heran sendiri dari sikap suaminya yang masih sama konyol kayak dulu


" Mana Zain , yang tua ini..." pinta Toha pada Zain


" Nah Om.... " ucap Zain memberi sisaan semuanya pada Toha


" Nah... gitu dong Zain, jangan kayak Alif, untuk beli rokok aja gak pernah di kasih" elak Toha menyindir Alif


" Bukan gak di kasih Yah, Ayah kan udah mengien masak mau rokok terus" saut Atifa yang ikut saran Jihan untuk menjaga dan memperketat kesehatan Toha


" Nah betul tuh...." bela Alif pada dirinya sendiri


" Ya selain rokok Ayah juga mau Lif, gitu ya gak pernah kamu belikan, makan enak waktu ada mbakmu sam Masmu ke Sini" sindir Toha terang terangan


" Astagfirullahaladzim Lif... masak sampe segitunya" kaget Ulfa beristigfar


" Bohong bude... Mana ya.. Udah tua fitnah Yah, besok mati lho Yah, kejam..." Bantah Alif gak terima


" Kamu nyumpahin Ayahmu mati Lif? Wah... Kalau gue Om, langsung bantai pecat jadi anak.." sambung Zain mulai jadi kompor


Toha langsung melotot dan menatap tajam Alif yang sudah cengar cengir gak jelas


" Ayo mulai... " Sindir Charir yang sudah faham kelanjutannya

__ADS_1


Seperti selebgram pak Muh dan anaknya, yang sering mengerjai satu sama lain, dengan Alif yang super jahil pada Toha, dan sering kali memberi warna dalam keluarga


Hamdan sedari datang tadi langsung mencari keberadaan Ibu mertuanya, Hamdan sangat sayang pada kedua mertuanya itu


Dia yang merasa anak laki laki pertama, walau bukan anak kandung dan hanya menantu, Hamdan cukup bisa menjadi pengayup bagi keluarga tersebut, walau kadang dalam materi selalu di bantu oleh menantu tampannya juga


" Gak.... Libur dulu kejar kejarannya،, Capek mau magrib, yang ada nanti Alif di bantu kembarannya" Jawab Toha sadar diri


" Kembaranku siapa? gak punya" elak Alif


" Wewe gombel..." jawab Toha cepat dan membuat tawa dari semua orang di sana


" Loe gak Ilfil punya laki bengek kayak gitu Fin?? Bertahun tahun lagi, " Ucap Jihan pada Fina istri Alif


" Ya gimana lagi mbak... Udah takdir punya suami kayak gitu, ada temannya Bunda" jawab Fina santai karena bukan hanya suaminya saja yang bengek tapi juga mertuanya


" Wah Parah ya Om... Bukan hanya anak loe yang gak sopan, nih menantumu juga ikut ngina loe lho Om, katanya bengek.." Kompor Zain lagi


Toha langsung melotot, walau hal itu juga sudah biasa pada dirinya, Karena Fina memang seklop dengan Bunda mertuanya


" Emang bener kok, gak usah melotot, lepas nanti matanya" saut Charir membuat Toha mereda matanya


" Aneh juga tiap hari di keloni mau kok, ngumpet aja tiap hari bawah ketek" saut Alif gak terima


" Ya kan ada uangnya, gak di kasih uang ya tendang" ucap Fina sadis tapu tentu dengan bercanda


" Wiih.... Sadis.. Umi juga gitu sayang?? kalau gak di kasih uang Abah di tendang??" tanggap Zain pada Jihan di sebelahnya


" Emang Abah pernah ngasih Uang Umi??" tanya balik Jihan karena Jihan tau Zain sendiri gak pernah open sama keuangannya,


Semua jatah anak dan istrinya ada kartu masing masing, bahkan uang dirinya yang dibawa dan di pegang juga gak pernah tau berapa jumlahnya


Kalaupun hilang Zain sendiri gak tau, dan gak merasa kehilangan mungkin, ya namanya juga sultan mah gitu..


" Wah parah loe Zain, " Kompor Toha gantian


" Bukan gitu om, Gue memang gak pernah ngasih uang sama dia, tapi kan ada jatahnya sendiri, kartunnya sendiri" jawab Zain membela diri


" Kartumu di isi berapa Han???" tanya Toha Kepo

__ADS_1


" Idih Kepo, gak terhitung unlimit pokoknya?? Kenapa mau tanya pinnya sekalian?" jawab Jihan santai


" Boleh, " jawab Toha tambah santai


" Cuman pin aja Pak??" saut Alif


" Kalau Alif mah, akan mengirim ratusa tuyul untuk demo rumah loe mbak" sambungnya lagi


" Yang ada tuyulmu balik lagi Yah, takut sama jin jin di rumah mbak Jihan" saut Fina membela Jihan


" Oh... Loe pake Jin ya mbak? pantes aja bude sama pakde aja gak krasan di rumah loe, banyak setannya" ucap Alif sekenanya


" Enak aja, Jinnya Jin islam ya, ngaji terus ibadah terus, mereka bukan gak kerasan, karena mau nyembur loe tuh, biar mingkem mulutnya, mangap terus tidur pun mangap kan" bantah Jihan gak terima


Memang dasar orang orang tua di sana gak sadar usia lagi, kalau udah bercakap dan berjumpa ada aja yang dibahas untuk perdebatan dan banyolan seru dalam keluarga mereka


" Fin... Kalau gue jadi loe, tuh orang kalau tidur gue masukin garam aja mulutnya, biar mingkem" kesal Jihan lada Alif yang gak pernah redup


Fina hanya tertawa karena hal itu udah pernah Fina lakukan, hingga Alif juder bibirnya karena kebanyakan garam dalam mulutnya


" Hahahahaha.... Yang ada makin juder mbak gak mau mingkem.." ucap Fina sambil tertawa


" Udah pernah?" tanya Jihan


" Jangan tanya.... Gue sampe gak bisa makan seharian saking asinnya, gak nafsu" saut Alif cepat


" Hahahahaha Kapok...." tawa Jihan meledak


" Ya salah sendiri, di bangunin gak bangun bangun, di kasih garam tetap molor, ya rasakan aja, senggaknya nasi dan lauk di rumah ini ngirit sehari" bantah Fina sambil meneruskan tawanya


" Kalau gue yang di gitukan Mas, udah skin care libur 2 bulan" saut Helmi yang baru saja bergabung


Helmi adalah suami dari Atifa, yang tinggal di sana juga, dia baru saja selesai mandi dan pulang kerja


Helmi juga gak kalah kocaknya dengan mereka, dan membuat warna baru dalam rumah dan keluarga mereka, apa lagi kalau di tambah El yang kumpul, jangan tanya makin rame,


" Skin care masih lanjut?" kaget Jihan yang mana bagi Atifa perawatan muka lebih utama


Berbanding balik dari Jihan yang justru cukup dengan air wudhu sebagai skin care alami baginya, walau uang melimpah

__ADS_1


" Lanjut mbak.... Gimana? mau jadi donatur dalam pembelian skin care untuk Bundanya anak anak??" jawab Helmi yang bisa aja beli skin care minta donatur


__ADS_2