
Mereka lanjut berbincang bincang, ngobrol santai, dan El yang sudah terlanjur males berangkat kuliah karena telat kini masih lanjut saja hingga
" Eh... Gue duluan ya, udah mau masuk waktu asar" ucap Dani yang berprofesi sebagai muadzin dan imam masjid
" Siap siap.... Pak Imam" jawab Farit
" Pak Imam? Dia imam masjid?" tanya El
" Iya dia Imam masjid sebelah itu" jawab Farid memberi tau
" Ya udah kalau gitu kita bareng bareng jamaah kesana yuk.... Sekalian" ucap El ikut berdiri dan di lanjut oleh teman teman barunya
El dan yang lain berjalan bersama, dan tanpa memperlihatkan mobil sportnya yang juga parkir di sana
" Weh....... Verrari gaes.... Sangar.." heran lutfi pada Mobil El yang ada di sana
El pura pura bodoh dan gak tau kalau itu mobilnya, dan ikut nyengir saat temannya mengagumi mobilnya
" Wiih... keren ya... Sholawati yuk sholawati, mana tau ketularan bisa beli" ucap Farid lagi
" Shollualan nabi Muhammad" teriak Dani
" Allahumma sholli alaih...." jawab semuanya kompak
Dan mereka lanjut berjalan ke Masjid yang tak jauh dari sana, sesampainya di masjid, mereka mulai mengambil air wudhu
Dan sesudah itu El langsung di ospek untuk Adzan, karena kumpulan dari mereka anak anak santri itu, bila pertama main di Masjid situ langsung di suruh adzan
El yang menolak terus di desak dan di dorong teman temannya, hingga akhirnya El mulai mengambil mic dan membaca sholawat serta melantunkan gema adzan yang sangat merdu,
Yaa El mempunyai suara merdu seperti abah dan uminya, secara ya bibitnya aja semua merdu ya tentu anak anaknya juga jauh lebih merdu karena perpaduan suara kedua orang tuanya yang merdu
Mereka teman teman El yang juga bersuara merdu, ikut kagum karena El ternyata juga master vocal
Setelah adzan mereka lanjut sholat sunah, qobliyah asar dan setelah itu lanjut bersholawat dan berjamaah sholat asar
Setelah dzikir berdoa kini El di ajak masuk ke kamar Dani, kamar yang selama ini menjadi tempat tinggal Dani di sana
Ya Dani seorang mahasiswa di fakultas tafsir Al Qur'an, dan sekaligus kerja di masjid sebagai imam
" Jadi Elo udah berapa lama di Jakarta?" tanya Lutfi pada El
__ADS_1
" Gue baru 3 bulan di Jakarta sih, belum lama, anak baru" jawab El santai
" Terus tinggalnya di mana selama ini?" tanya Farid yang belum menanyakan tentang hal itu
" Oh.. Gue di kosan sederhana sana, gang sempit masuk situ" jawab El berbohong untuk merendah
" Kalian ber 3 tinggal di sini semua?" tanya El balik
" Bukan, Gue di kontrakan sana, kalau dia anak santri, tinggalnya di pesantren" jawab Lutfi sambil menyenggol Farid
" Weh seru dong, banyak temen" jawab El bangga
" Dulu loe pernah nyantri juga?" tanya Farid lagi
" Gue nyantri dari kecil, 2.5 tahun, karena abang gue nyantri jadi gue ngikut, ya mainan aja, sampe saat ini bukan mondok karena ngaji, tapi karena maen" jawab El merendahkan dirinya
" Alah.... Santri mah gitu merendah..." jawab Lutfi menyeka El dan membuat El tertawa
" Jadi loe di kosan sendirian aja?" tanya Dani pada El yang langsung menjawab dengan anggukan
" Sepi dong?"
" Jangan tanya menyendiri, eh.... kesepian banget gue" jawab El santai dan membuat mereka semua kembali tertawa
El terdiam sejenak dan memikirkan penawaran Dani
" Seru juga sih, dari pada di apartemant sendirian sama ponsel, gak seru" batin El mulai tertarik
" Gak merepotkan nanti?" tanya El lagi
" Gak apa apa, lumayan, nanti biar gue sampaikan sama pak DKM, dari pada loe ngekost sendirian, kalau sambil kuliah gue juga, lumayan untuk ganti uang saku kuliah" jawab Dani yang berfikir kalau El senasib dengannya
" Iya sih... Mengurangi tunjangan bulanan dari orang tua juga" jawab El tetap merendahkan diri
" Nah... Itu maksudnya, kan loe bisa adzan, loe di pondok lama, dan pasti bisa ngaji dan bisa jadi imam, kita gantian nanti" jawab Dani semangat mendapat teman baru
Farid dan Lutfi mendengarkan obrolan kesepakatan mereka, dan hingga akhirnya El meng iyakan
" Okey deh.... Gak jauh juga kan sini dari UI?" tanya El
" Walah... kalau sama UI mah, tuh belakang, nampak Fakultas tersangar Di UI" jawab Dani sambil mengarahkan tangannya ke belakang
__ADS_1
" Loe dapat beasiswa di UI?" saut Lutfi dan El mengangguk serta cengengesan
" Weh.... sangar....." tambah Farid
" Kalian semua masih sama kuliah?" tanya El lagi
" Iya tapi kami gak dapat beasiswa full, dan bukan di UI juga" jawab Lutfi yang sama sama anak kuliahan
" Ya yang penting kita masih di beri nikmat untuk kuliah dan belajar" jawab El agar mereka gak canggung dengan kampusnya yang nomer 1 di Indonesia
" Ngomong ngomong loe ambil jurusan apa?" tanya Lutfi lada El
" FK" jawab El singkat
" Widih..... Hebat... Kedokteran lho, beasiswa lagi, berarti loe jenius dong" saut Dani heboh sendiri
" Sama seperti kalian, malah gue bangga sama kalian yang jurusannya di bidang agama semua" jawab El merendahkan hatinya
" Sama saja, kamu juga pernah mondok lama, dan pastinya lebih faham" jawab Dani dan El tersenyum
Kemudian mereka lanjut ngobrol sampai sore dan hampir magrib, dan El menemui pak DKM bersama dengan Dani usai sholat magrib
Dan Al handulillah dengan senang hati pak DKM langsung menerima El disana karena saat asar sama magrib juga sudah mendengar sendiri El mengumandangkan adzan
" Ya udah kalau gitu gue pulang ambil baju gue dulu ya, nanti baru pindah kesini" ucap El saat pamit pada Dani
Farid dan Lutfi sudah pulang dari sore tadi, karena mereka juga punya kegiatan sendiri di tempatnya masing masing
" Gue anter ya, dan gue bantuin elo pindahan" ucap Dani menawarkan diri
" Eh gak perlu, loe masih banyak kerjaan juga kan disini, lanjut aja, barang gue dikit santai aja, " jawab El menolak lembut
Karena El kan masih berbohong tentang dirinya yang tinggal di kosan sempit dan gak mungkin nanti akhirnya ketahuan kalau dia tinggal di apartemant mewah
" Beneran? loe naik apa nanti?" tanya Dani khawatir
" Gampang, gue naik ojek bisa" jawab El makin santai
" Okey okey kalau gitu, loe hati hati, dan langsung balik ke sini ya nanti" jawab Dani dan El tersenyum serta jalan keluar dari area masjid
El langsung kembali ke Cafe untuk mengambil mobilnya dan pulang ke apartemant
__ADS_1
Sebelumnya El tadi udah minta tolong pada Dilla, yang sudah lama kembali ke apartemant, setelah Jihan dan Zain kembali Ke Indonesia, dan sekarang jadi tetanggal El yang menempati apartemant Uminya dulu