
Hingga Kini mereka semua sudah berfoto dengan El yang menjadi kameramen dadakan
Dan parahnya El juga gak jelas ngambil fotonya, ngambilnya yang bagus pas Jihan foto berdua sama Heny, dan yang lain semua dibikin blur..
Padahal kalau soal kamera El juga jagonya, dan cukup handal, tapi semua itu untuk bales Uminya
" Okey... Ya udah.... Umi kalau gitu pamit dulu ya..." ucap Jihan karena mau kembali ke Ndalem karena udah tengah malam
" Oh iya Umi... Terimakasih banyak..." ucap Heny sopan
" Sama sama...." jawab Jihan sambil bersalaman dengan para santri di sana
" Alhamdulillah.... Akhirnya.. " ucap El dalam hati
" Monggo kang.... Anter Umi kembali ke Ndalem yuk..." ucap Jihan pada El yang tadi sudah sangat lega
Dan ternyata Uminya belum berhenti juga mengerjai dirinya, dan masih mau menggagalkan acara kencan El
" Udah anter ...." ucap Heny dengan berbisik dengan muka El yang sudah gemes gemes kesal
" Hehe.... Iya Umi monggo" ucap El dengan senyum terpaksa
Hingga akhirnya Jihan dan Ismi dengan El yang sudah jalan keluar duluan
" Oh ya mbak.... Di tutup aja pintunya udah malam, ya takutnya ada kucing garong gak jelas datang" ucap Jihan menyindir El
El langsung makin kesal dengan sindirian Uminya yang pasti buat dia,
Merekapun mengangguk dan tersenyum dengan ucapan Jihan yang jelas menyindir El dengan sebutan kucing garong
“ Assalamualaikum....” pamit Jihan saat keluar dari rumah tempat Heni mengaji
“ Waalaukumsalam “ jawab mereka kompak
Seperginya Jihan Heny langsung menggeret Tiara masuk kedalam lagi
“ Ra... Gimana ini...?” tamya Heny Hawatir
“Gimana apaan sih....? “ tanya Tiara heran
“ Tadi sindiran Umi Jihan ..” jawab Tiara santai
“ Santai aja kali Hen ....” jawab Tiara lebuh santai
Tiara justru malah merebahkan tubuhnya karena sedari tadi kelamaan untuk duduk saat ada Jihan dan Ismi disana
“Raaa.... plis deh” ucap Hany mulai rewel
“ Udah tidur aja besok biar cepet hatam loe” jawab Tiara sudah mulai memejamkan mata
Diluar kini Jihan masih membuka ponselnya dan tak jauh dari El yang sedang jalan sambil muka yang sudah seperti jemuran habis di peres
“ Mana Say bagus gak foto kita?” tanya Ismi kepo
Jihan tidak menjawab dan masih sibuk dengan ponselnya
__ADS_1
“ Astagfirullahal adzim,....” kesal Jihan langsung menoleh pada EL yang justru pura pura gak tau
“ Kenapa sih.....?” kaget Ismi yang ada di sebelah Jihan
Jihan tak menjawab dan langsung menggeret telinga El yang ada di sebelahnya
“ Aduh aduh... Umi apaan sih... ?” kesal El dan mengelus telinganya sendiri
“ Enak gak El?” kesal Jihan dan makin menarik lagi dengan keras
“ Tuman ini.... Udah salah.. Bikin Ulah lagi kesel gak Uminya ....? masih tanya kenapa?” sambng Jihan kesal
“ Ya Umi juga sih... Orang kami mau ngobrol malah di tungguin mana suruh ngaji lagi “ bantah El yang merasa semuanya gagal karena Jihan yang ada di sana
“ Ya... Umi tadi sudah bilang El.. kamu tadi kan juga nanang Umi” jawab Jihan membalikan ucpann El sore tadi
“ Yaa kenapa harus di ganggu dan di kerjain habis habisan gitu...?” kesal El bertanya balik
“ Hhahahahaha.... Tapi seru kan El? Umimu gak kalah jahilnya dengan kamu... Umi Jihan di lawan " saut Ismi kesal tapi ngakak mendengarnya
El hanya cengengesan saja menjawab ucapan dari Ismi yang menertawakannya
“ Berarti kamu selama di pondok ini gitu ya El kelakuannya pacaran saja, in9 di pondok lho gimana kalau di sekolah...? “ tanya Jihan lagi lagi El tersenyum dan tidak menjawab
“ Umi dulu sama Om Fahri gitu juga gak...?’” tanya balik El
“ Ngapain begitu orang om Fahri bukan apa apanya Umi kok” jawab Jihan nyangkal
“ ah.... yang bener...? “ goda El
Mereka berjalan di tengah malam gulita dibawah sinar rembulan yang tidak begitu terang karena di awal bulan Hijriah yang biasanya hanya keluar bulan sabit
Jihan terus menyeramahi El di sepanjang jalan di tengah malam, agar El juga tidak terlalu berlebihan untuk pacaran dengan Heny dan harus faham dan tau aturan pesantren jangn mentang mentang idola dan cerdas juga dekat dengan keluarga ndalem El jadi seenaknya sendiri
Dan di sepanjang jalan juga El hanya bilang iya okey dan baik seta menganggukkan kepalanya hingga sampai di pintu gerbang Ndalem romo Yai
“ Ya udah sana kembali, jangan ganggu Heny dulu biar dia istirahat..” ucap Jihan saat El mau pamit
“ Bentar bentar...” ucap El pada Jihan yang akan masuk
“ Apa lagi?”
“ Heny cantik gak Mi?” tanya El penuh percaya diri “
“ Masih cantikan Umi....” jawab Jihan santai dan langsung masuk kedalam
Malam di hari berikutnya El dan Heny sama sama sudah berada di atas panggung kehormatan,
Mereka sama sama mengikuti wisuda sama seperti ucapan El kala itu yang berjanji untuk wisuda bareng Heny
Zain juga sudah berada disana<, malam ini Zain bukan sebagai pengisi inti atau pemberi tusiyah tapi melainkan Zain yang sebagai wakil wali santri
Awalnya Zain di minta oleh Tasim tapi Zain menolak dengan alasan konyol takut kalau pengunjungnya bosen karena hampir setiap tahun Zain yang selalu mengisi
__ADS_1
Dimanapun dan kapanpun Zain hanya mau di dampingi dengan Jihan, seperti saat ini Jihan juga berada di sebelah Zain di depan panggung dengan berjejer dengan Naifa, Ismi dan juga Ilma sebagai tuan rumah
“ Gue kalau seperti ini bareng dengan kalian rasanya udah gak inget anak dan pengen muda terus “ ucap Ismi yang tak kalah konyol dengan Irfan
Bahkan kalau dirumah jangan tanyakan gimana keseruan mereka yang kadang uwwu kadang ribut kadang hem.... keseruan yang luar binasa.. eh salah luar biasa
“ Ohya dek gimana anak anak sekarang? “ tanya Ilma pada Ismi
“ Ya makin krasan dipondok mbak biar pinter kyak bu nyai Jihan aulia” jawab Ismi nyeleneh
“ Amin..... bunyai Jihan gak ada tandingannya Say,,,,” ucap Naifa pada mereka
“ Apaan sih..... Sama saja say.... gue juga banyak kekurangan,,,” saut Jihan yang selalu merendah
“ Tapi bener kata kalian “ saut Zain yang mendengar
“ Saking istimewanya dan tiada duanya, suami kalian aja pada naksir sama dia” sambung Zain santai dan bercanda
“ Suami gue gak ya pak....” elak Ismi yang bekum tau kalau Irfan juga pernah naksir sama Jihan juga
“ Iya Pa... Benar?” tanya Ismi dengan wajah memastikan
“ Benar apanya sih...? “tanya Irfan yang gak menyimak obrolan mereka
“ Papa pernah suka sama Jihan...? “ tanya Ismi dengan Ekspresi melas
Irfan hanya diam dan tidak menjawab bahkan sekarang malah tersenyum dengan lebar
“ Paaa....” ucap Ismi lagi
“ Iya lho Is... Gak percaya banget...” jawab Zain
“ Bahkan kalian tau kan masalah gue dulu.. Irfan lah orangb pertama yang akan merebut Jihan dari gue” sambung Zain teringat kala itu
“ Oh.... Asisten gak ada ahlaq “ saut Niafa menyalahkan Irfan
“ Coba tanya suami anda mbak..... pernah gak di posisi seperti saya” saut Irfan menjawab ucapan Naifa yang jarang memakai saringan
“ Udah...... kompor semua” ucap Jihan yang kesal dirinya sebagai pokok pembicaraan dan perbutan suami suami temannya di kala itu
“ Ini juga .... Tinggal selingkuh kapok” ucap Jihan pada Zain yang melototkan matanya
“ Yuk selingkuh yuk.... “ ucap Jihan santai dan langsung di peluk Zai n tanpa mikir ada orang banyak di sekitarnya yang menjadikan mereka sebagai pemandangandari semua pengunjung termasuk El yang tak sengaja melihat mereka dari atas panggung
Setelah melaksanakan Wisuda dan sudah turun banyak dari Fans fans El yang meminta foto bareng El, bahkan mengantri dengan para santri putri
Heny i ngin cem buru tapi itu lah resiko menjadi pacar dari seorang publik figur atau idola pesantren, dan Heny juga percaya kalau El hanya cinta dan sayang padanya saja
Setelah foto foto kini Heny dan El ngobrol berdua untuk ngobrol yang terkhir sebelum El boyong dan kuliah di Jakarta
Setelah cukup lama ngobrol dan bahkan pengajian juga udah hampir selesai mereka masih ngobrol dan tak sengaja El melihat Abah dan Umi yang berjalan berdua kearah yang tk jauh darinya
“ Mau tak kenalkan Abah Umiku gak? Sebelum kita berpisah “ ucap El dan Heny mengangguk
“ Okey tapi janagan kaget ya dengan mereka...” ucap El memberi peringatan karena dari semalam mereka bersama Heny belum tau kalau EL adalah anak Jihan apa lagi Zain
__ADS_1