
Zain kini sudah menangis sesenggukan, tapi belum bercerita pada semuanya,
Yang lain tentu heran dan bertanya tanya, ada apa dengan Zain, yang tidak cerita justru menangis sejadi jadinya
" Kamu kenapa nak? ada apa sebenarnya? " tanya Umi Zahra yang cukup bingung
" Iya Zain, loe udah tua, anak udah besar besar kok tiba tiba kayak anak kecil nangis gitu" tambah Baha' gak menyangka sikap lebay adeknya masih berlanjut sampai tua
Zain sebenarnya tidak takut, tapi tidak kuat saja, antara sedih menyesal dan bahagia
Di bahagia bisa berjumpa dengan anak gadisnya, tapi rasa penyesalan yang mendalam tidak bisa di pungkiri, karena dia belum sepenuhnya menjadi abah yang sempurna
" Zain ini bukan abah yang baik Mi, bukan suami yang baik juga bagi Jihan " jawab Zain buka suara dengan di iringi tangisan juga
" Dari dulu kalau itu Zain, dan loe baru sadar?" saut Fani pedas
" Fan diem dulu, biar cerita" senggol Baha'
" Ada apa yang sebenarnya Zain?" tanya Abah Hasan
" Sebenarnya,.... Zain punya anak perempuan bah, " ucap Zain terhenti karena membuat semuanya kaget dan berucap..
" Apaa?" dengan suara lantang dan kompak
" Maksudmu gimana nak? kamu punya anak perempuan dari siapa? kamu gak menghianati Jihan lagi kan? " tanya Umi Zahra sangat kaget
" Astagfirullahaladzim..." ucap Abah Hasan sambil mengurut dadanya
" Bukan Mi, Bah, Mas , Mbak Zain sudah kapok menghianati Jihan, " jawab Zain cepat sebelum di gruduk semua keluarganya
" Jadi maksud loe apa? loe punya anak perempuan dati siapa? ngadopsi?" bentak Baha' makin bingung
" Bukan mas, Itu anak perempuan Jihan dan Zain, sekarang anak itu sudah tumbuh dewasa, cantik ,cerdas dan luar biasa" jawab Zain membanggakan Zula di depan keluarganya
" Maksudmu apa Zain, ? kami masih belum faham" tanya Fani yang tidak jelas
Kemudian Zain menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mulai dari kehamilan Jihan yang gak pernah dia ketahui, hingga pertemuaanya pada anak perempuannya
__ADS_1
" Masyaallah....." ucap Umi Zahra yang sedari tadi sudah berderai air mata
" Antar Umi kesana sekarang Zain, Umi mau ketemu cucu Umi, Antar Umi Zain" pinta Umi Zahra lagi
" Umi Umi..... " ucap Zain menenangkan Umi Zahra
" Umi yang sabar ya, nanti kalian semua akan Zain pertemukan dan perkenalkan pada anak gadis Zain, tapi..." ucap Zain terpotong dan menarik nafas dalam
" Sebelumnya Zain minta sama kalian semua, terutama elo mbak Fani dan Aisy, kalian jangan sampai bertanya dan mengungkit tentang rahasia Jihan, plis, gue mohon banget sama kalian" ucap Zain penuh permohonan
" Jihan baru saja sadar dari traumanya, mental dia down banget, jangan sampai emosi kalian kembali terbawa, jangan bertanya tanya tentang hal ini, semua udah gue jelasin, dan kalian cukup mengenal dan bersikap seperti biasa saja" jawab Zain menjelaskan
Zain gak mau Jihan kembali down, Zain hanya mau Jihan kembali normal seperti biasanya, dan malenjutkan kehidupan bahagianya
" Zain mau sama kalian semua, Abah Umi, Mas Mbak, dan keponakan serta cucu Zain juga, untuk bisa mengerti keadaan Umi Jihan, viar selalu baik baik saja" tambah Zain lagi dan akhirnya semuanya mengerti
Dan Zain mengajak semuanya agar nanti sore hadir di acaranya yang tentunya sudah di persiapakan oleh Zain juga tanpa sepengetahuan anak anak dan istrinya
Setelah menjelaskan semuanya, Zain pamit dan kini sedang perjalanan ke rumah Hamdan dan Ulfa
Zain juga akan menjelaskan pada keluarga Jihan, dan akan meminta maaf kepada keluarga Jihan juga
Tonjokan belasan tahun yang lalu sampe membuat dia babak belur udah di rasakan, dan kali ini Zain juga sudah menyiapkan mentalnya untuk menghadapi semuanya
Walaupun Jihan yang tega menyenbunyikan semuanya, tapi Zain tetap merasa bersalah banget, karena semua itu berawal darinya
Sesudah parkir mobilnya, kini Zain berjalan keluar menuju rumah mertuanya
" Assalamualaikum..." ucap Zain sopan
" Waalaikumsalam..." jawab suara dari dalam dan keluarlah si Tari istri Rizqi
" Eh mas Zain, masuk mas" ucap Tari sopan
Ya jelas sopan sama konglometar ngomongnya, kalau sama Rizqi ya lain cerita yang terjadi sebenarnya
Cuman Rizqi selalu menutupi aib Tari sebagai istrinya, dan selalu menghormati seorang wanita seperti pesan Jihan dulu,
__ADS_1
Zain mengangguk dan masuk kedalam
" Lho Jihan mana Zain" tanya ulfa yang ikut keluar
" Assalamualaikum buk" ucap Zain bersalaman pada Ulfa
" Waalaikumsalam.... Sendirian?" tanya Ulfa yang tidak melihat anaknya
" Dirumah buk" jawab Zain ramah
" lha kok sendiri, tumben benget, ada apa? " tanya Charir yang sangat sensitif dan curigaan
" Iya mas, gue juga kaget semalem suruh buru burur terbang sama pak irfan" jawab Rizqi yang akhirnya keluar
" Ada yang mau Zain sampaikan " jawab Zain sopan dan membuat mereka tanda tanya
" Apaan Zain, kamu gak usah bikin ibik deg degan gini ah" ucap Ulfa sudah mulai gak enak perasaannya
" Iya buk... nanti Zain sampaikan, Tapi maaf Ki, panggil semuanya ya" ucap Rizqi dan berdiri memanggil semuanya untuk berkumpul
Hamdan dan juga Toha akhirnya keluar dan meninggalkan panggangan ikannya yang ada di belakang
" Ada apa nak? kamu gak ada masalah juga kan sama Jihan?" tanya Ulfa suah dag dig dug dweer hatinya
" Sebelumnya Zain minta maaf banget sama Bapak ibuk, Om tante dan kamu Dek rizqi, karena Zain sosok suami dan Abah yang gak baik gak sempurna pada anak dan istri Zain" jawab zain dan charir sudah bisa menebak
" Loe gak apa apain Jihan kan Zain? loe gak sakiti Jihan lagi kan?" tanya Charir sudah emosi
Begitu juga dengan Toha yang sudah menggepalkan tangannya
" Bukan tante, Kami baik baik saja tapi Zain mau kasih kabar gembira dan mengagetkan, karen Zain dan Jihan sekrang mempunyai anak perempuan, gadis cantik dan sekrang sudah tumbuh dewasa" jawab Zain panjang dan enggan akalu di potong oleh Charir lagi
" Maksud loe apa Zain,? kalian adopsi?" tanya Toha kaget
Akhirnya Zain bercerita semuanya dari awal sampai akhir sama seperti apa yabg di ceritakan pada keluarga Al Musthofa tadi
Dan Ulfa sebagai seorang ibuk tentu ikut merasakan sakit saat mendengar ceritanya, dan Ulfa merasa sangat bersalah karena tidak pernah tau keadaan Jihan yang sebenarnya bahkan hingga saat ini dari kecil sampai besar sampe tua saat ini tidaj bisa mendampingi anaknya yang ternyata tidak dalam keadaan baik baik saja
__ADS_1
" Ibuk gak tau mas, gak tau mau ngomong apa, Ibuk dulu ciman minta 1 aja pada mas Zain, bahagiakan anak ibuk cukup itu aja, tapi nyatanya puluhan tahun anak ibuk berumah tangga sama mas Zain , Sampai saat ini anak ibuk masih belum sepenuhnya merasakan kebahagiaan, kamu sendiri tidak tau keadaan istrimu yang sebenarnya, dan mana janji kamu untuk bahagiakan anak ibuk mas, ? " ucap Ulfa dengan kesedihan yang mendalam