Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Hamil sendiri


__ADS_3

Setelah menemouh perjalanan sekitar hampir 1 jam, kini mereka sampai di kediaman Hamzah, dan juga Fani


Dan El serta abah Uminya akhirnya turun dan berjalan menuju rumah kakaknya Zain


" Assalamualaikum....." ucap Zain saat masuk


" Waalaikumsalam..." jawab Hamzah yang kebetulan di ruang tamu


" Katanya 40 menit lagi gue sampe, sejam lebih baru nongol" saut Fani yang baru nongol


" Udah berapa puluh tahun tinggal Di Jakarta buk??" tanya Zain pada Fani


" Macet udah jadi langganan kali" Saut Aisyah dari belakang


Aisyah dan Fani langsung menghampiri Jihan bersalaman, berpelukan dan cipika cipiki


Begitu juga dengan El yang bersalaman pada semuanya, Zain dan juga Hamzah di susul dengan anak cucu menantu Fani dan Hamzah yang semua ngumpul jadi satu di sana


" Wow ramenya...." Kaget El yang jarang main kesini


" Kenapa El?? Rame kan tempat Umi Fani, Abah sama Umimu suruh bikin adek yang banyak lagi, biar makin rame, rumahmu sepi kan??" tanya Aisyah yang tau kalau Rumah Zain dan Jihan sangat sepi hari harinya


" Rumah gedong besar, penghuni cuman 2 orang, banyak setannya, Jinnya" saut Bella


" Dan juga tuyulnya..." tambah Jihan bergurai


" Hahahaha Tante ini, pantes kaya, banyak tuyulnya"ucap Ibrahim yanh sudah mulai menampakkan diri


Zain mendekat pada Jihan yang masih berdiri


" Mi.... Mending kita tadi makan di resto mana aja ya, di sini bener kita makan gratis, ngasih uang sakunya aja yang tumpur" ucap Zain langsung membuat semua yang ada di sana tertawa


Memang bener apa yang di katakan Zain, bener makan gratisan, tapi ponakan kecil buanyak, dari 11 anak, dan beranak pinak, juga kalau ngasih uang saku mungkin untuk makan di kuar Zain, Jihan dan El lebih lebih


" Sodaqoh Bah.... Mbahnya ini kan jarang jumpa mereka," ucap Jihan lagi lembut


" Mana, tiap lebarang mbak Fani bawa rombongan kok" elak Zain santai tapi bergurau

__ADS_1


" Udah Zain.... Besok kalau lebaran, sekalian santri gue bawa kerumah loe" jawab Hamzah bercanda


" Udah ayo makan, katanya mau langsung makan tadi" ucap Fani sambil menggandeng Jihan


Hingga akhirnya kini semuanya kumpul di ruang tengah yang mana di sana sudah tersedia berbagai macam makanan


" Alhamdulillah... Akhirnya makan juga" ucap Zain melihat begitu banyak makanan yang tersedia


Jihan mencuci tangan terlebih dahulu, dan lanjut mengambilkan makan untuk anak dan juga suaminya, yang sepiring dengannya


" Gak berubah ya kalian, masih tetep sepiring berdua" ucap Aisyah yang melihat keromantisan Jihan dan Zain


" Harus dong..." jawab Zain narsis


Di saat makan tidak ada 1 suara yang keluar dari mulut mereka, karena dari semua anggota keluarga Al Mustofa sering kali di ajarkan diam saat makan, kecuali anak turun Zain, yang masih sering sambil ngobrol


Saat selesai, mereka juga masih kumpul di sana, dan ngobrol bareng


" Anak Anak Umi Fani sama Abah Baha' tuh banyak lho, Umi sama Abah kenapa gak produksi banyak juga sih?" tanya El yang duduk di sebelah Aisyah


" Iya kan mbak?? Mbak Aisy aja udah berapa anaknya?" tanya El


" Tuh Mi... Selusin katanya, kayak beli piring Hahahaha" ucap El sambil tertawa


" Ya Gak apa apa, Kan itu bagian mereka" jawab Jihan yang paling males bahas soal anak


Jihan masih sangat trauma dengan kahamilannya yang gak pernag baik baik saja, selalu ada masalah, selalu ada yang menyerang dan hampir mambuatnya kehilangan nyawa


Jadi kalau anaknya minta adek, biasanya suruh abahnya aja yang hamil, ya mana bisa, sampe hari akhir juga gak akan pernah bisa juga


" Ya kalau Umi gak KB juga masih bisa kita bikin anak lagi" saut Zain santai


Dan tentunya cari masalah, karena Jihan sudah sering kali memberi pengertian pada Zain, dan bukan puluhan kali bahkan ratusan kali


" Ya udah.... Umi gak KB asal Abah yang hamil" jawab Jihan cepat dengan nada sudah mulai emosi


Ya gimana tidak,??

__ADS_1


Jihan sudah sering bilang, Jihan gak mau hamil dengan penuh kesengsaraan, Jihan trauma, Jihan takut masalah datanh lagi, Jihan takut dia kehilangan nyawanya, Jihan takut kehamilan yang penuh drama DERAI AIR MATA


Kehamilan yang gak pernah di dampingi Zain, dan hanya kehamilan Al saja yang Zain ketahui, dan hanya Al saja, saat melahirkan Jihan di temani, dan hanya di kehamilan Al saja, Jihan merasa menjadi seorang putri


Itupun kalau di hadapan Zain dan di rumah, Dan pastinya ada drama drama panjang saat menjalankan kehamilan Al dulu,


Dan Jihan masih belum bisa melupakan saat kehamilan El, kehamilan yang membuatnya harus sangat kuat, montang manting jungkir balik, dengan kondisi suaminya yang tak sadarkan diri


Kehamilan yang penuh DERAI AIR MATA, dan juga kelahiran yang makin membuatnya menderita, sakit hati dan juga berada di titik terendah hidupnya


Dan kalau sudah Jihan menyangkal seperti itu, Zain lagi lagi diam dan tidak bisa menjawab lagi, dia tau kalau Jihan udah mulai emosi, dan minta pengertian darinya,


" Ya mana bisa sih Mi Abah Suruh hamil, " ucap El sambil sandaran di punggung kakak sepupunya itu


" Ya abahmu yang pengen punya anak banyak, dia pikir hamil dan melahirkan enak apa, kayak pabrik anak" tambah Jihan lagi, untung sudah tinggal beberpaa saja orang yang di sana


Karena satu persatu pada pergi sendiri sendiri, hanya Tinggal Zain, Hamzah, Fani, Aisyah dan El serta Jihan


" Betul tuh... Umimu hamil berapa kali Abahmu kemana aja??" saut Fani yang ikut kesal dengan Zain waktu itu


" Lho Emang kemana?? Bukannya di tungguin??" kaget El nyaut


Deg..... Jihan kaget karena Fani keceplosan, dan Jihan menjawil kecil tangan Fani agar sadar


" Kalau Abahmu itu anteng di rumah bisa di tungguin, Abah kan sibuk kerja, sibuk tausyiah waktu ini, saat ini juga sibuk keluar negri, ngaji dll, ya males, suruh ngelus perut sendiri " jawab Jihan cepat memberi alasan,


Semuanya hanya tersenyum tanpa mau mejelaskan yang sebenarnya, begitu juga dengan Aisyah yang langsung mengelus lembut kepala El yang tak jauh darinya


Aisyah yang tau kisah kehidupan Jihan kala itu, apa lagi tentang kelahiran El waktu itu, masih terasa sangat pedih, perjuangan Jihan yang gak ada hentinya membuat Aisyah ikut merasakan apa yang sesungguhnya terjadi


" Tau ah... Mau bikin anak sendiri aja gue Mi, kalau udah nikah nanti" ucap El kesal dan langsung berdiri ikut main dengan sepupunya itu


Semuanya menggelengkan kepalanya saat melihat El pergi dengan muka kesal,


" Hamil dan melahirkan sendiri Om, kalau mau punya anak lagi" ucap Aisyah pada Zain


"Oh ya kabar lampir saat ini gimana masih di penjara? " ceplos Fani lagi

__ADS_1


" Tauk tuh... Tanya sama mantan suaminya, entah masih hidup apa udah mati" jawab Jihan cepat, jutek dan gak mau tau


__ADS_2