
Jihan memilih mengalihkan mukanya dan menahan air matanya, dia kalau ingat waktu 20 tahun yang lalu, tentu merasa teriris hatinya, DERAI AIR MATA yang tak kunjung henti, yang menemani hari harinya dan menjadi pusat dilema dan menguatkan dirinya
Zain sudah gak sanggup lagi, DERAI AIR MATA penyesalan selalu menyesakkan dalam hidupnya,
Hingga Akhirnya Jihan memilih berdiri dan bangkit dari duduknya berjalan menuju kamarnya
" Abah kenapa? Sembab Gitu matanya?" tanya El yang tiba tiba datang padanya
" Enggak..... Tadi gak sengaja sesampluk Umimu, jadi keluar air matanya" jawab Zain memberi alasan
" Oh kirain nangis ikut kena Omel Umi" jawab El santai tanpa pikir panjang
" Enggak lah, orang kamu yang kena Omel Umi dari pagi aja santai, kenapa Abah Harus nangis" jawab Zain membantah
" Terus gimana Abang tadi?" tanya Zain mengalihkan pembicaraan
" Abang 10 hari lagi pulang sebelum romadhon, sekalian bawa Kak Yasmin" jawab El dan duduk di sebelah Abahnya
" Syukur lah, ayo udah Dzuhur sholat sekalian kita" ucap Zain yang udah berdiri
" Yah bah... Baru juga nempelin bokong masak udah suruh berdiri lagi" protes El yang baru duduk
" Udah waktunya sholat El... Mi..... Umi...." jawab Zain sambil memanggil Jihan
Jihan di kamar mandi sedang membersihkan dan menu taskan air matanya tadi, ya bagai manapun hal itu sangat membekas dari hati Jihan
" Umi...... Mi..... Umi...." terdengar lagi suara teriakan Zain dari luar
" Dalem .... Iya bah, bentar" jawab Jihan dari kamar mandi
" Ayo lho El, sulit banget bocah nih, nanti kena gimana gak ngomel terus Uminya itu" ucap Zain pada El yang masih sisah di suruh berdiri lagi
" Bentar bah, mau ngelurusin pinggang benter lho bah," jawab El masih membantah
Kebiasaan anak muda saat ini, paling silit dan mager untuk melaksanakan sholat yang hanya 5 menit
Tapi kalau di depan ponsel berjam jam sangat betah dan aman tentram damai tanpa debat
" Berdiri El, " ucao Jihan yang keluar dari kamarnya
" Hayo sebelum burung beo mengoceh El" sambung Zain meledek Jihan
" Ck.... Tega banget Abah rasaku, Masak Ya istrinya di samain sama burung Boe, " bantah Jihan dengan El yang menahan tawa
" Maaf sayang, sorry salah ucap" jawab Zain meminta maaf
__ADS_1
Dan Zain langsung memberi kode pada El, agar El segera bangkit dan mengambil air wudhu sebelum Jihan makin ngoceh gak jelas
Setelah shilat berjamaah, Kini mereka siap siap mau cari makan siang di luar, karena memang sudah waktunga makan siang
" Makan di mana kita bah?" tanya Jihan yang duduk di sebelah Zain
" Umi mau makan apa?" tanya Zain balik
" Sembaranh lah, asal jangan menu resto Umi kok bosen ya" jawab Jihan yang setiap hari makan makanan resto
" Kenapa gak kerumah Bude Fani aja, minta makan di sana gratis tanpa keluar uang" usul El santuy yang berada di bangku belakang Jihan
" Ide bagus" jawab Zain girang
" Enggak.... Jauh El, sejam dari sini yang ada kita kelaperan nanti" jawab Jihan yang memperdiksikan waktu sampai sana
" Telfon aja dulu Mi, jadi sampai sana jita langsung makan, kalau kayak gini Abah muter muter cari tempat makan, di sana masih nunggu pesanan di buatkan, kan lama juga," jawab El menghitung semuanya
" Iya sih.." jawab Jihan memikir kembal
" Masih bayar lagi kan?" tambah Zain bergurau
" Betul tuh bah..." jawab El membela abahnya
" Okey biar Abah yang bilang sama Budemu" ucap Zain sambil mengambil handseat bluetootnya dan menyambungkan pada ponselnya
Sesaat kemudian Panggilan terhubung, dan sudah mulai terdengar suara Fani
" Assalamualaikum Zain" ucap Fani di seberang sana
" Waalaikumsalam mbak... Di rumah?" tanya Zain balik
" Di rumah ada apa,? kamu lagi di Jakarta?"
" Iya ini baru di Jakarta, mau kerumah mbak ini, masih di jalan"
" Ya udah sini aja, Aisyah juga baru sampai kok, dia di sini juga"
"Okey.. Tapi gue kesana mau minta makan lho mbak"
" Astagfirullahal adzim... Seorang Zain Musthofa minta makan? gak bawa uang saku loe ke Jakarta?" Heboh Fani kaget dengan ucapan Zain
" Ya bawa, .. cuman, lagi pengen cari gratisa saja kan sekalian main tempat mbak" jawab Zain santai
" Okey sama Jihan juga gak?? nanti biar Jihan masakin aja sendiri ya, kalau masakan orang dapur nanti yang ada loe banyak protes males mbak" ucap Fani yang faham karakter Adeknya itu
__ADS_1
Pasalnya Zain memang gitu lebih cocok dan selera kalau masakan Jihan sendiri, dan sering kali protes kalau masakan kakaknya
Ya itu kalau dengan kakaknya sendiri, kalau bertamu di yang lain tentu tidak
" Ada ini di sebelah, jangan lah, orang kita sampe sana maunya langsung makan, suruh masak sendiri" bantah Zain
" Ya udah nanti biar di masakin sama mbak santri aja, tapi jangan protes ya"
" Okey... Yang penting sampe sana udah tersedia tinggal makan, "
" Okey.. Gak ngonrol dulu"
" Gak... Gue masuk langsung makan, udah kelaperan kami semua ini mbak"
" Iya ya.... Seorang Bos besar sampe kelaperan ya baru dengar gue, kalau gak adik gue sendiri udah tak viral kan,"
" Ya kelaperan karena bingung mau makan apa lho, yang ada loe nanti gak jadi masak, udah ya, 45 menit lagi gue sampe" ucap Zain mengakhiri
" Assalamualaikum..."
" Waalaikumsalam...." jawab Fani yang langsung mematikan panggilan telfonnya
" Siapa sih Mi?" tanya Aisyah di sebelah Fani
" Om Zain, mau main kesini minta makan" jawab Fani apa adanya
" Om Zain minta makan?" kaget Bella anak Fani yang lain
Bella sudah menikah juva dan sudah punya anak, sekarang menantu dan cuci Fani juga udah banyak, tinggal 3 saja yang belum menikah
Yaitu hampir seumuran sana Al, dan seumuran sama El, sama adeknya yang terakhir yang nomer 11
Memang benar si Fani dan Hamzah membuat kesebelasan yang luar biasa, hingga saat ini membuat rumahnya rame
Maklum pada liburan sekolah jadi pada main dan kumpul semua
" Gak punya uang dia ? ketinggalan dompetnya?" tanya Ibrahim yang juga di sana
" Ya ada lah, kalau gak ada juga bisa belok bentar ke cabang perusahaanya, cepet kalian masak, nanti datang mau langsung makan katanya" ucap Fanu meminta pada anak anaknya
" Nanti banyak protes sama masakan kami" ucap Aisyah faham akan omnya yang satu itu
" Kok mbak tau? kan jarang di sini" ucap Bella heran
" Tau kalau ke Arab selalu mampir juga, di kasih makan banyak protes" jawab Aisyah yang selama ini memang tinggal di Arab tempat suaminya
__ADS_1
" Udah gak apa apa, tadi Umi udah bilang di larang protes, ayo masak semuanya" ucap Fani mengajak anak dan menantu perempuannya