Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Ide


__ADS_3

Rizqy dan yang lain tentu makin syok, secara gimana tidak, kalau itu bukan orang tua Tari terus siapa yang menjadi walinya dulu dan gimana pernikahannya dulu


" Astagfirullah.... Pak.. terus bagai mana pernikahan kami pak?" ucap Rizqy sangat syok


" Nak Rizqy tenang aja, insyaallah pernihakan kalian sah sah saja, karena dulu kan menggunakan wali hakim, bukan saya sendiri, dan kebetulan dulu penghulunya teman saya sendiri, dan mohon maaf banget karena kami gak terus terang dan terang terangan, " jawab bapak angkat Tari mengakuinya


Ya dulu pernikahan Rizqy memang tidak di hadiri banyak orang, dan hanya keluarga dari Tari saja, secara Ulfa sendiri dulu juga kurang minat dan tidak meridhoi lah pastinya, karena merasa ada yang mengganjal,


Tapi nasi sudah manjadi bubur dan Ulfa hanya bisa mendoakan saja, yang terbaik untuk anaknya, dan benar jalan yang terbaik adalah pisah untuk saat ini


Karena syarat syahnya ijab qobul pernikahan adalah dengan adanya ke dua mempelai, dan wali serta 2 saksi,


Wali adalah bapak kandung dari mempelai perempuan, sedangkan mempelai laki laki tidak membutuhkan wali


Ayah biologis, atau ayah dengan anak yang hamil di luar nikah, tidak bisa menjadi wali nikah anaknya, dan anak tersebut harus di walikan oleh hakim


Bila ada hal seperti itu, harus hati hati, karenaerasa itu anaknya dan gengsi kalau di walikan oleh hakim, itu tidak nikahnya,


Tambah lagi, seorang saksi juga harus benar benar tau gimana syarat menjawab ijab qobul, bukan hanya bisa menjawab sah saja


Tapi seorang mempelai saat menjawab ijab qobul itu harus muttasil (sambung) dengan ucapan sang penghulu,


Dalam arti, saat sang penghulu mengucap kata "Kontan" maka sang mempelai laki laki harus langsung mejawab " Saya terima" secara cepat dan menyambung kata dari sang penghulu


Rizqy masih terdiam karena mungkin dia dulu saking gugup dan gelisah karena tidak adan ibuk maupun bapaknya, makanya dia sampe tidak menyadari kalau Tari di walikan oleh Hakim


Karena Rizqy dulu menikah itu juga buka di rame ramekan maupun pestar besar seperti Charir, tapi cukup sederhana dan diam diam saja


Hingga akhirnya Saking buntu pikirannya Rizqy meminta agar untuk pulang, dan menenangkan diri di rumah saja


Secara dia sudah down dan gak bisa berfikir lagi, dan akhirnya mereka pamit pada orang tua Tari jadi jadian, dan gak mau tau urusan Tari lagi

__ADS_1


Sesudah Pamit, Tari dan Nada yang masih gak terima dan gak mau di tinggalkan Rizqy kini mereka menarik dan menggondeli Rizqy


" Mas jangan tinggalkan kami, Mas gak akan tega kan ninggalin kami berdua" ucap Tari masih menarik tangan Rizqy


Rizqy sama sekali tidak menjawab, dan memang gak tega, tapi dia juga udah capek atas perlakuan Tari selama ini, tapi bagaimanapun mereka hidup bersama sudah lebih dari sepuluh tahun, dan dia juga masih cinta sama Tari walau tak seindah cinta pertama saat mereka berjumpa


" Mas.... Gimana hidup kami nanti kalau gak ada mas" melas Tari lagi


" Kamu bisa hidup sendiri, kamu rangkum rencana busukmu aja bisa kenapa cuman cari makan gak bisa" jawab Rizqy dan perlahan melepas genggaman Tari dan langsung naik ke mobil


Mobil mereka langsung meninggalkan area rumah bapak angkat Tari dan pergi balik ke Rumah Rizqy


Di sisi lain, Kini Zula tidur dengan di temani kedua neneknya, siapa lagi kalau bukan Umi Zahra dan Uti Ulfa


Tapi di sisi bahagia Ulfa dengan berjumpa dengan Cucu cantiknya, tapi dia cukup gelisah di kala mengingat nasib anak laki lakinya


Kini Umi Zahra dan Zula sudah tertidur, Ulfa yang masih terjaga akhirnya memilih untuk keluar dan menenangkan pikirannya


Ulfa turun ke lantai satu untuk mengambil minum di dapur


walau sering bikin nangis dan ber DERAI AIR MATA, tapi Zain tetap menjadi kesayangan Ulfa dan Hamdan, ya kalau Tari gak mungkin dong jadi mantu kesayangan


" Ibuk.. Belum tidur buk?" ucap Zain menyapa Ulfa


" Gimana bisa tidur toh mas Zain, nasibe anake di sana kepiye" jawab Ulfa sambil meraih gelas di atas meja


Zain terdiam kemudian tersenyum sekilas dan duduk di salah satu kursi di dekatnya


" Sabar ya buk, insyaallah akan ada jalan keluarnya" jawab Zain sopan


" Amin..." jawab Ulfa singkat dan kemudian meneguk air minumnya

__ADS_1


Tiba tiba Jihan menyusul keduanya karena merasa kahausan juga


" Kebangun sayang?" tanya Zain lembut


" Heem.. Haus, air di kamar kosong" jawab Jihan karena kulkasnya lupa di isi air


" Lho Buk.. Gak tidur?" tanya Jihan melihat ibunya


" Ora iso turu Han, adimu mboh kepiye ng kono kae ( tidak bisa tidur han, entah gimana nasib adekmu di sana itu)" jawab Ulfa sambil memijat pelipisnya yang terasa pening


Jihan kemudian .endekat dan me gelus pundaknya lembut


" Sabar ya buk, nanti ada jalan keluarnya, tapi bang Zain kan udah kirim pengacara juga untuk bantu Rizqy, kalau bisa Udah lah semua pulang aja ke sini, " ucap Jihan menenangkan Ibunya


" Pulang gimana?" tanyanya Ulfa masih bekum Faham


" Ya pulang semua di jawa, gak usah ada yang tinggal di Riau, semua pasrahkan sama KT aja, dan untuk masjid kan masih ada satri dan ustadz yang mukim di pesantren, ya udah sekalian titip rumahnya biar jadi asrama atau rumah para ustadznya aja" jawab Jihan memberi ide


" Ibuk bapak kan juga udah di sini, Jihan juga di sini, biar Rizqy sekalian di sini Buk, biar gak di ganggu sama kuntilanak juga, karena Jihan yakin nanti kalau mereka udah resmi pisah orang seperti Tari itu akan ganggu Rizqy lagi" tambah Jihan sambil melirik ke Zain


" Uhuk Uhuk... " spontan Zain tersedak karena merasa di sindir oleh Jihan karena gangguan Rani dulu


" Pelan pelan lho Bah, gak ada yang mint minum abah tuh" ucap Jihan yang sudah peka


" Iya Mi... Iya" jawab Zain sambil rersenyum kecut dan Jihan menahan tawa


Ulfa gak faham apa yang mereka bahas, dan masih memikirkan anak bungsuhnya


" Iya bener apa kata Uminya anak anak, Rizqy biar di sini aja, mau buka usaha, mau kerja tempat Zain juga bisa, atau barang kali mau mondok lagi gak apa apa Buk, sambil nenangin pikiran" ucap Zain memberi masukan


" Nanti semuanya biar pengacara Zain yang urus, Rizqy biar langsung pulang ke sini aja Bu" tambah Zain yang sangat niat untuk keluarga istrinya

__ADS_1


Ulfa masoh berfikir sejenak untuk semuanya, karena Rizqy juga punya tanggungan masjid yang harus di selesaikan kepengurusannya juga


" Apa Mi.... Kok gitu lihatin Abahnya" ucap Zain yang masih di lirik tajam oleh Jihan


__ADS_2