
Di Apartemant Zain dan Jihqn masih terpar di atas kasur king sizenya yang cukup lebar hingga bisa bergerak kesana kemari dan jungkir balik tanpa sadar
Mereka sudah menghabiskan beberapa ronde, pqda kesempatan kali ini, dan bahkan Zain sama sekali gak hilang tenaga
Di saat sudah keluar dia tepar, dan di saat melihat kemulusan Jihan dia kembali berdiri tegak hingga berulang kali melakukan sunah rosul
" Abah Udah ya, Umi lemes" ucap Jihan sudah tak berdaya lagi
" Capek sayang?" tanya Zain mendekat pada Jihan
" Heem.... Udah istirahat dulu" jawab Jihan sembari memeluk Zain
Zain pun mendekap tubuh Jihan, dan menutupinya dengan selimut tebalnya dan tak lupa mengecup kening Jihan dengan lembut
Di Kota Makkah, keluarga Jihan, khususnya kedua orang tuanya dan kedua om dan tantenya, serta Utinya sedang melaksanakan ibadah Haji,
Yanh mana sudah puluhan tahun yang lalu mereka terakhir berangkat haji
Ya apa soh yang enggak untuk keluarga sultan, mereka berangkat dengan paket ONH-PLUS di tahun ini
Dan pagi ini mereka akan melaksanakan lempar jumroh aqobah,
Nenek Jihan yang sudah tua, bahkan sangat semangat untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini
Walau terkadang menggunakan kursi roda, tapi semangatnya luar biasa dan bahkan lebih banyak dengan jalan kaki
" Ibuk kuat desam desakan?" tanya Hamdan saat akan melempar jumroh
" Ibuk kuat Mas" jawab Nenek Jihan lembut
" Ibuk biar saya pegangi ya, " ucap Hamdan lagi dan neneknya Jihan mengangguk
Kembali ke Jihan dan Zain, 30 menit berlalu, entah mengapa Rasanya Zain junior kembali berdiri tegak, mungkin karena terasa lawannya ada di sebelahnya
Zain membuka matanya dan menoleh ke sosok istri cantik di sebelahnya makin gak tahan lagi dia untuk menahan hasratnya
Jihan yang masih pulas tidurnya membuat Zain semakin gak tega untuk membangunkannya
Menagan cukup lama makin membuat Zain tersiksa, hingga akhirnya Zain kembali membuka selimutnya dan krmbali ke taman surganya
Mulai memainkan jari jari lembutnya di tempat kesayangannya, bahkan dengan lembut dia mulai mengelus butiran kacang tanah yang langsung membuat Jihan merem melek keenakan
" Ahk... Sayang sayang... Akh... Abah .." gumam Jihan mulai terasa
Zain mendengar itu makin beraksi dengan sendirinya, dan dia makin membuat Jihan kembali melayang keudara
" Abah... Akh..... Terus bah..." gumamnya lagi sambil menggigit bibir bahanya
__ADS_1
" Abah.... Akh... Pelan pelan yang lembut" pinta Jihan tanpa di jawab oleh Zain yang terus melanjutkan aksinya
Hingga...
" Abah... Akh..." Teriak Jihan saat sudah sampai puncaknya
Jihan langsung mencepit kepala Zain dan Zain mengakhiri aksinya
" Lagi Ya Mi..." ucap Zain lembut dan Jihan mengangguk
" Allahumma jannibnassyaitonaa... ilaakhirihi" mereka berdua kembali berdoa dan lanjut sunah rosul
Zain memang sudah tua, tapi energi untuk hal itu dia paling kuat dan paling gak bisa
Cukup dulu beberapa thun lalu dia puasa begitu lama, bukan lama sih, mana kuat Zain puasa lama lama, paling lama setahun doang, toh walau gak akur dan dalam masalah bertahun tahun, buktinya Jihan bisa 3 kali hamil, itu karena ulah Zain yang gak bisa nahan
Suami mana yang bisa tahan lihat istri cantinya
Justru makin membuatnya tersiksa kalau harus menahannya, makanya tiada hari tanpa kikuk kikuk bagi Zain, apa lagi ini proses untuk program anak berikutnya
Ya walaupun Zain ingjn banget tapi dia belum berani mengutarakan keinginnya untuk kembali nambah momongan karena kakak kakaknya sudah waktunya menikah juga
Dan Jihan yang diam diam sedang program hamil juga gak cerita sama Zain, dia mau diam diam menyenangkan Zain, setelah kejadian itu Zain yang selalu ada untuknya yang selalu membahagiakannya
Tak perlu waktu lama cukup 3 menit sudah keluar dari selang pribadinya, dan kembali tepar di sebelah kiri Jihan lagi
" Lha .... Tadi yang bilang terus sayang, lanjut abah, pelan pelan siapa?" jawab Zain menahan tawa
" Hem... Gak sadar ya, " Imbuhnya menyela Jihan
" Tangan abah sih, gratel" jawab Jihan kesal
" Memang ya kalau sudah terbawa hanyutan kenikmatan surga dunia, akal sehat hilang 3/4nya" jawab Zain langsung kembali beraksi lagi dan membuat Jihan terperanjat dan justru membuka jalan yang cukup lebar untuk Zain
" Lanjut makmu" ucap Zain dan entah sampai kapan adegan mereka berakhir
Kembali ke wahana permainan
Seperginya Zula yang genit mencium abangnya sendiri, tentu membuat abang Yasmin makin kesal, secara sudah langsung terang terangan di depan matanya langsung
Sikap Zula memang seperti itu, gak peduli pada pandangan orang lain, terlebih kebahagiaan yang abangnya berikan saat ini cukup membuat dia have fun, dan makin sayang pada abang Al
Zula sangat bahagia, kedua abanga dan abahnya arau ke 3 laki laki tampan yang pastinya di buat rebutan para kaum hawa kini menjadi miliknya, walau pada saatnya nanti akan jadi milik orang lain juga
Tapi dia cukup bahagia, saat ini sudah ada sosok pria yang selalu melindunginya, yang dulu sama ucup tapi tidak sepenuhnya di jagain
Tangan abang Yasmin sudah mengepal dan bahkan ingin rasanya menampar Al seketika, tapi dia masih bisa menahan emosinya
__ADS_1
" Gini kelakuanmu Al" Ucap Abang Yasmin dan Al masih bingung.
Al loding sejenak, dan mulai memikirkan dan mencerna apa yang abangnya Al ucapkan
" Kamu bikin Yasmin menangis dan kini kamu malah bermesraan dengan cewek lain? terang terangan begitu? kamu seharusnya tau kamu anak siapa Al" ucap Abang Al dan langsung membuat Al tersadar
Al tersenyum ramah saat sudah tau apa yang dia maksud, dan Al juga langsung menyadari kalau Yasmi belum cerita tentang keretakan hubungannya
" Kita duduk situ dulu ya Bang" Ajak Al sopan dan Akhirnya mereka dudum di salah satu bangku dekat penyewaan perlengkapan salju
" Maksudmu apa Al" tanya Abang Yasmin lagi
" Saya gak maksud apa apa Bang" jawab Al sopan
" Kamu masih bisa santai di atas tangisan adek ku?" bantah Abang Yasmin kecewa
" Maaf Bang, tapi kenapa Yasmin harus menangis?" tanya Al balik
" Ya menangis kamu nnyelingkuhin dia kok" jawab Abang yasmin jelas
" Sejak kapan Al selingkuh dari Yasmin? "
" Dan untuk Apa Yasmin mengis, Bukannya ini pilihannya?" tambah Al gak mau kalah
" Maksudmu?"
" Kami sudah lama putus Bang, Dan Yasmin yang meminta itu" jawab al terhenti dan cukup membuat abang Yasmin kaget
" Bukannya itu kemauan dia? keinginan dia untuk lelas dari saya, " tambah Al lagi
Al cukup jengkel sebenarnya, kenapa harus dia yang di salahin kalau gak tau pokok masalahnya
" Apa Al salah kalau Al mau bahagia?" tanya Al dan Abang Yasmin gak menjawab sama sekali
Dia merasa malu sendiri kalau ternyata justru adeknya yang belum move on dari Al
" Sudah beberapa bulan hubungan kami berakhir, dan Al pikir Yasmin sudah mempunyai kebahagiaan tersendiri, dan Al juga ingin merasakan kebagiaan juga" jawab Al lagi tetap tenang dan enggak merasa bersalah tentunya
" Abang....." dari jauh terikan Zula terdengar
Al menoleh dan melihat lambaian tangan Zula yang meneriakinya
Al kembali melambaikan tangan dan tersenyum senang melihat adej kesayangannya yang sangat happy kali ini
" Ya udah, istri saya menggil bang, Al kesana dulu, " jawab Al ngasal dan pamit pada abang Yasmin
Ya Al sengaja menyebut Zula di hadapan Abang Yasmin sebagai istrinya,
__ADS_1