Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pulang kampung


__ADS_3

Mereka masih gak percaya kalau El dengan semudah itu menuruti apa yang mereka obrolkan, padahal mereka cuman bercanda dan tidak serius


" Kita bercanda lho Mi" ucap Sahrul sungkan


" Gak apa apa, tapi gue serius kok" jawab El dengan santai


El masih aktif dengan ponselnya, dan Dia juga sudah mengirim pesan pada asisten Abahnya siapa lagi kalau bukan om Irfan, dan tak lupa mengabari Tantenya Si Ismi untuk mempersiapkan kamarnya juga


Kamar El memang sudah bersih bahkan selalu di bersihkan oleh petugas cleaning servis setiap beberapa hari sekali, tapi karena mau ada tema temannya yang datang, Bisa sih mereka di kasih kamar tamu, tapi Menurut El seru kalau sekamar rame rame, kesan di pesantren kembali terpancar, seperti mereka saat pada nginap di kamar masjid tempat El dan Dani tinggal


Sembari menunggu El dan teman temannya datang Ismi tentu memanggil pwtugas langganan bos sekaligus sahabatnya, untuk mempersiapkan semuanya


Mulai menambah matras untuk di gabungkan ke tempat tidur King Size milik El, dan menyedot senua debu yang mungkin masih nyelip dan merapikan sofa kamarnya agar bisa di muat dua matras tempat tidur


" Udah ayo, kesorean nanti keburu malam, jadi sebentar deh main tempat gue" ucap El sambil menarik tangan teman temannya yang masih melongo di sana


" Tapi Mi" ucap Miftah Ragu


" Gak usah tapi tapian, ayo berangkat" ajak El sudah berjalan duluan untuk keluar aparteman


Sedangkan teman temannya saja tidak bawa apa apa, hanya bawa tas slempang kecil dan tidak berisi banyak uang di sana,


Ya mau banyak gimana? mereka hanya seorang ustadz muda dan rombongan bersuara merdu, jadi uang banyak saat banyak endors yang masuk di IG nya


Al berjalan duluan dan tak lupa mampir sebentar ke apartemant Dilla untuk menitipkan serta membereskan apatemannya, ya itu memang sudah tugas sampingan Dilla,


" Mau pulang?" tanya Dilla setelah El pamit


" Iya bentar mbak" jawab El santai


" Ya udah hati hati ya, nanti mbak bersihkan, " jawab Dilla dan El mencium tangan Dilla dan di ikuti temannya yang masih ragu antara ikut El atau enggak


El berjalan hanya menggunakan Sarung dan kaos pendek saja, begitu juga dengan teman temannya yang berpenampila sama


Tak lupa tas slempang dan juga kunci mobilnya yang sudah berada di tangannya

__ADS_1


El dan temannya berjalan ke Basmant untuk mengambil mobilnya, dan El tadi meminta teman temannya untuk menunggu di lobi apartemant


El menggunakan mobil sportnya karena itu yang dia punya, sedangkan mobil Imam yang bisa muat mereka bereman sedang tidak ada di tempat, dan fi bawa Imam untuk bekerja


El membuka pintu mobilnya dan membuat temannya makin melongo, karena mereka juga belum pernah naik mobil sport yang El miliki, dan pagi tadi mereka ke apartemant El dengan taxi online


" Naik lah, tapi tumpuk tumpuk gak apa apa ya, biar gue buka aja atapnya" ucap El yang mana mobilnya hanya tersedia 4 kursi dengan saty pintu di depan


" Tapi elo gak ngerank gue kan Mi?" tanya Asaad masih belum percaya


" Gue bukan Yout*ber yang suka ngeprank" jawab El santai dan satu persatu temannya naik mobilnya


El menatap teman temannya sebaik mungkin, agar mereka yang kesempitan sama sama mendapat kenyamanan, karena kenyamanan membuat kita krasan haha


Setelah semua naik El langsung ikut naik dan menutup pintunya, lanjut membuka deg atas mobilnya


" Gak apa apa ya, deket kok cuman 15 meit doang" ucap El pada temannya


" Aman lah... Geser dikit loe Fidz, sempit nih" ucap Farid menggeser Hafidz


El mulai melajukan mobilnya perlahan untuk keluar dari area apartemant


" Ampun dah... Gue semalem mimpi apa" ucap Asaad mulai ngeluh


" Kenapa Saad? Naik mobil Cakep gini?" tanya Dani yang memangku Sharul


" Iya... Naik mobil sport kayak naik angkot yang di sesel sesel penumpangnya" Saut Miftah ngasal, membuat teman temannya tertawa ngakak


Karena bener memang yang mana seharusnya mobik sport di pake untuk gaya gayaan dan hanya berdua dengan pacarnya, kini kelebihan muatan yang sangat sempit sempitan


El melajukan mobilnya sedikit kenceng membuat semua lambe teman temannya mencor ke kanan dan kiri karena kencengnya kendaraan yang El naiki


Mumpung lagi sepi jalanan yang biasanya tidak luput dengan kemacetan


Hingga akhirnya benar 15 menit mereka sampain di area bandara Soetta yang mana pesawat jet Zain sudah terparkit di sana

__ADS_1


El masuk ke kawasan yang dia lewati, tanpa berhenti di parkiran, nanti ada petugas sendiri yang memasukkan mobilnya ke garasi bandara


Semua temannya hanya melongo dan ngikut dengan El, pasalnya dari awal mobil El sampai di pintu keberangkatan, Sudah di sambut oleh para pegawai yang menunggunya


El langsung turun dan memberikan kunci mobilnya pada petugas yang sudah berdiri di pesawat jet pribadi yang terlihat gambar keluarga El


" Ayo turun" ajak El pada teman temannya


" Kita naik peswat itu?" tanya Dani masih kagum dengan lesawat tersebut


" Mau balik jalan kaki?" gurau El sambil tersenyum


" Hahah Santai aja A' ayo masuk, bentar lagi kita kita take off" tambah El menggandeng semua temannya untuk masuk kedalam pesawat pribadinya


Sesampainya di dalam tentu membiat mereka makin kagum dengan kemewahan pesawat jet milik abah dari temannya itu


" Ya Allah mak... anakmu naik pesawat jet mak" ucap Sahrul dan El tersenyum


" Ngipi mak... Ngipi" ucap Miftah terlihat deso


Mereka masih terkagum kagum pada dirinya sendiri yang tak disangka bisa naik pesawat pribadi, pesawat jet yang terlihat menibggalkan jejak putih seperti jalanan unik, sebab awan yang mereka bawa


Mereka sama sama berdoa, hingga pesaeat take off dan mereka masih ngobrol dan kagum dengan ke indahan bumi yanh makin mengecil


" Mbak ini udah di ganti lagi pesawat abah?" tanya El saat menghampiri pramugari pribadi yang memang pekerja di pesawat jet Zain sejak dulu


" Bukan Mas El, masih yang lama cuman semua properti baru di ganti sama abah, baru saja beberapa waktu lalu mendarat, habis kena servis di Jerman" jawab sang pramugari dan El mengangguk


" Kenapa Mas El? bagus ya, makin cantik ya?" tanya pramugari yang sudah kenal El lama


" Ah.. Embak... Bukan lan" jawab El sambil tersenyum ramah


" Lha jadi?"


" Masih kalah cantiknya sama kecantikan embak" jawab El masih bisa bisanya menggombali pramugarinya

__ADS_1


__ADS_2