Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Keputusan Zula


__ADS_3

Kini El sudah sampai di depan rumah Zula, dan dari depan sudah terlihat rumah Zula dengan pintu yang sudah terbuka


El keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menemui Zula dengan perasaan ketar ketir


" Assalamualaikum..." ucap El saat masuk ke dalam rumah Zula


" Waalaikumsalam...Hiks Hiks.." jawab Zula sambil nangis sesenggukan


Dia gak tau mau cerita sama siapa? sedari tadi nomer Miminya gak bisa di hubungi, karena jam jam segini Miminya pasti sedang berkerja di bidangnya


Dan teman temannya yang lain, teman online yang biasanya di ajak healing muncak mantai dan camping juga semua gak bisa di hubungi,


Mungkin mereka juga sibuk dengan aktifitas masing maisng, apa lagi di pagi hari di mana mereka juga sedang sibuk kuliah


Dan Hanya El, mungkin yang bisa di ajak bicara, bisa di ajak berbagi cerita, dan bisa mendengarkan curahan hatinya


Sekalian El akan menyampaikan sesuatu yang sangat pe ting dan berkaitan dengannya


El syok melihat Zula yang sudah menangis seperti itu, jauh dari sifatnya kemaren yang ceria, bahkan selama kenal dengan Zula El gak pernah melihat Zula menangis


" Kenapa kamu kenapa kok nangis seperti ini?" tanya El lembut duduk di hadapan Zula


Zula tak langsung menjawab, dan justru masih terdiam dan terus meneteskan air mata


Zula masih mikir kembali, apa hatus sekarang atau nanti, dia takut melukai perasaan El, dan takut akan adanya peoerangan anrara Al dan El


" Loe harus janji sama gue bang" ucap Zula tiba tiba


El mengerutkan keningnya bingung dengan ungkapan Zula barusan


Zula kemudian mengusap air matanya cepat dan mendekat pada El


" Kamu kenapa? dan ada apa tiba tiba bilang gitu?" ucap El penasaran dan sudah deg degan


" Loe bilang janji dulu sama gue Bang" pinta Zula lagi dengan air mata yang seolah tidak mau berhenti


" Maksud loe apa sih? gue harus janji apa?" tanya El makin bingung


" Bilang janji dulu sama Gue" pinta Zula tegas


" Okey okey.. Gue janji, janji sama elo, Gimana?" jawab El yang mengikuti arahan Zula


" Elo harus janji sama gue, elo gak bolah marah , elo gak boleh sakit hati, elo gak boleh ngamuk ya bang" ucap Zula dengan DERAI AIR MATA yang makin deras, dengan tangan yang sudah menggenggam erat lengan El

__ADS_1


El tidak langsung menjawab dan terdiam makin bingung dengan pernyataan Zula barusan


" Bang... Bang El.. Ayo janji" ucap Zula lagi


" Iya ya.. Gue janji sama Elo dengan semua itu" ucap El gelagapan


" Terus gimana? ada apa? loe kenapa La?" tanya El yang makin penasaran


Zula kembali mengusap air matanya yang tak kunjung kering, perlahan dia menarik nafas dalam dan kembali menggengam lengan tangan El


" Bang.... Gue mau ngomong sama Elo, " ucap Zula terhenti dan El mengangguk


" Karena gue percaya, Elo orangnya baik, pengertian, dan bisa mengerti keadaan, dan bisa menerima semuanya" ucap Zula lagi dengan penuh keyakinan


El masih diam menyimak apa yang akan Zula bicarakan, Apa yang akan di sampaikan oleh Zula


" Zula tau, Bang El suka sama Zula sejak dulu, tapi bang El jug tau kan? kalau Zula susah membuka hati untuk siapapun? bang El tau kan Zula masih mencari cinta pertama Zula selama ini?" ucap Zula lagi dan El mengangguk mengerti


" Tapi kali ini maaf... Maaf banget, Zula ingkar semuanya, Zula minta maaf sama bang El, " tambah Zula kembali menangis


" Iya tau, kamu kenapa minta maaf seperti ini?" saut El cepat karena makin bingung


" Abang janji, Abang gak akan marah sama Zula, Abang gak akan ngamuk sama Zula" ucap Zula lagi agar El nanti tidak keblabasan


Zula kembali menarik nafasnya dalam, dan mempersiapkan diri untuk bercerita, walaupun hal itu nanti cukup menyakitkan bagi El


Zula sudah terbawa nyaman dengan El, walaupun berjumpa hanya sekali kemaren, sudah menganggap El seperti abangnya sendiri, begitu juga sebaliknya, walau El suka sama Zula, tapi Zula masih tak kunjung menerimanya, dia siap sedia menjadi abangnya Zula, seperti yang mereka janjikan kemaren saat pergi berdua


" Tadi pagi, sebelum Zula menghubungi bang El, Zula sempat berjumpa dengan abahnya bang El" ucap Zula perlahan


" Abah Zain? Abah Gue?" tanya El memastikan dan Zula mengangguk


" Terus?" tanya El lagi


" Beliau memanggil gue keruangan pak Al" jawab Zula lagi


" Untuk?"


" hiks... Hiks..." tangisan Zula kembali terdengar di telinga El


Zula masih ragu masih gemeteran untuk mengucapkan yang sebenarnya


" Udah Elo cerita dulu aja, gimana? apa yang sebenarnya?" tanya Zula lagi

__ADS_1


" Pak Zain datang dengan Abang Loe, pak Al, dan pak Zain mengutarakan niatnya, untuk melamar gue untuk Abang loe, pak Al" ucap Zula sebenarnya


Deg......


El merakan seolah jantungnya berhenti berdetak, dan dia berharap Zula tidak menerimanya, dan kalau sampai menerimanya El berharap jantungnya tidak kembali berdetak lagi


Cukup lama El terdiam , begitu juga dengan Zula yang makin menjadi tangisannya


" Gue gak mau loe marah bang, gue gak mau elo kecewa, tapi gue harus katakan yang sebenarnya, karena gue tau loe orangnya pengertian, elo bisa mengerti keadaan" ucap Zula sambil menangis keras


El masih terdiam tanpa bisa berkata apa apa, dia gak menyangka kalau gadis yang dia suka adalah gadis yang abangnya suka juga,


" Gue nyaman sama elo, gue bahagia bisa berjumpa dengan elo" ucap Zula lagi


El manarik nafas panjang, sebenarnya dia masih belum mau angkat bicara, karena masih belum menyangka, di saat saling curhat tentang cewek yang dia dan abangnya kagumi, ternyata dia adalah cewek yang sama


" Elo tenang, elo jangan takut, kalau elo memang nyaman sama gue, biar gue sampaikan pada abah, dan bang Al, janga paksa perasaan elo untuk menerima laki laki yang gak pernah elo cintai" ucap El menenangkan Zula


" Tapi Pak Al juga baik, Pak Al bisa membimbing gue, Pak Al bisa merubah sifat gue Bang, Gue sungkan sama Pak Zain, Gue takut sama Pak Zain" ucap Zula lagi yang berterus terang apa adanya


Deg......


El merasa kalau Zula bingung dengan pilihannya, El tau kalau abahnya yang ngomong pasti Zula akan merasa takut dan tidak bisa menolak


" Loe licik bang" batin El dendam dengan Al


" Jadi loe milih Bang Al La?" tanya Rl dengan hati yang sudah hancur


" Maafin gue bang, gue gak bisa menolak itu, kekurangan gue di sempurnakan oleh bang Al, gue butuh bimbingan bang, gue butuh didikan yang bener, dan elo, elo abang terbaik gue, elo bisa mengayomi gue, hobi dan kebiasaan kita sama, kita akan tetap menjadi kakak beradik selamanya, walau posisinya terbalik, loe akan menjadi adek gue" ucap Zula yang sudah mengambil kepututasn


El menahan amarahnya, dia gak bisa berkata apa apa, dia tau ini sulit, tapi dia sudah terlanjur janji sama Zula kalau dia gak aka ngamuk gak akan marah


" Iya... Kakak Zula,.. Tapi loe harus tau perasaan gue juga La" ucap El gak bisa berbohong


" Gue tau perasaan elo bang, Gue faham, tapi gue tau elo, elo selalu bijak sana, elo selalu pengertian dengan keadaan gue, gue minta maaf, maaf banget ya Bang" ucap Zula dengan terus menggenggam tangan El yang sudah ingin nangis


Dia gak bisa maksa Zula, dia tau kalau Zula juga tetpaksa karena abahnya, tapi gimana lagi, Zula sudah memilih, dan dia cukup menghargai pilihan Zula, apa lagi abahnya melamarnya hanya untuk Al semata


Setelah beberapa meit dan hampir sejam, El menenangkan Zula, dengan Zula yang terus minta maaf padanya, El akhirnya pamit dan pulang untuk meminta kejelasan abah dan juga Abangnya


Perjalanan yang biasanya 1 jam di tempuh, kali ini cuman menjadi 20 menit dengan pertempuhan El dengan hati yang sudah porak poranda


" Abah bang Al.." teriak El kesetanan tanpa salam

__ADS_1


__ADS_2