Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Si Otong


__ADS_3

berbincang dan mengobrol kan masalah Perpindahan orang tua Jihan maupun nenek Jihan, kini akhirnya Alif dan istrinya datang dengan menggunakan menu makanan yang mereka bawa


Setelah menunggu yang hampir 2 jam lamanya dari kepergian mereka


" Ya Allah... udah kelaperan baru datang" ujar Jihan pada Alif dan Fina yang baru datang


" Sebenarnya ada warung buka nggak sih...? 2 jam loh kita nunggu" sambung


Zain yang ada di sebelah istrinya


" ya ada tapi kan hujan-hujan... Mas makanya nggak lambat.." Bantah Alif yang memang terkendala hujan


Walaupun mereka pakai mobil cuman turunnya juga agak kesulitan, dan mencari parkirnya juga agak kesulitan


Apalagi di daerah pedesaan, yang mana wisata kulinernya juga tidak strategis, strategis sih cuman kurang strategis dan masalah parkiran juga kurang Jadi kalau menggunakan mobil mungkin agak kesulitan bagi mereka


" Tifa cepat ambil piringnya" perintah Alif ada adiknya


" Skin Care dulu baru tak ambilkan" bantah yang memang pemalas


" Skin care aja, wajah juga tetap gitu aja gak ada perubahannya" bantah Alif pada Atifa yang Skin care terus yang di ucapkan


Kini mereka sedang asyik menikmati hidangan makan malam yang barusan Alif beli


Dengan berbagai menu sesuai yang diinginkan oleh Jihan


" Abah mau yang mana?" tanya Jihan pada suaminya


seperti biasa Zain dan Jihan masih makan dengan Sepiring Berdua walaupun di hadapan orang banyak


" Yang itu boleh sayang" jawab Zain sambil menunjuk satu menu yang ada di hadapannya


" Mau yang lain lagi?" tanya Jihan lagi


" Udah cukup ini aja dulu" jawab Zain santai dan lanjut makan


Setelah semuanya kenyang dan selesai makan, lanjut ngobrol lagi masalah tadi


" Jadi besok siapa yang ngantar?" tanya Alif tiba tiba


" Orang tua kita yang mendampingi Uti, " jawab Jihan menjelaskan

__ADS_1


Pasalnya memang Ulfa dan Charir serta suami mereka yang akan ikut tinggal dan menemani orang tua mereka di sana


" Jadi Ayah sama bunda nanti tinggal di sana terus??" tanya Alif pada orang tuanya


" Ya kan lihat dulu, krasan gak Uti di sana, " jawab Charir


" Krasan aja ya Uti, biar Jauh jauh mereka" ucap Alif bercanda


Tatapan Toha dan Charir langsung menajam pada anak sulungnya yang kurang ajar itu,


Yang benar aja Alif jauh lebih bahagia hidup jauh dari kedua orang tuanya, memang anak seperti Alif gak pantas di tiru


" Maksudnya Alhamdulillah.... Ayah sama bunda bisa tinggal di Arab, bisa sering sering Umroh, sering sering ibadah, lebih khusuk..." jawab Alif cengengesan


" Karena udah pada tua udah mau mati jadi Insaf" tambahnya langsung mendapat hantaman gorengan dari Ayahnya yang sangat kesal pda anak laki lakinya yang gak pernah di banggakan sama sekali


Ya apanya yang mau di banggakan kurang ajar iya,


malam semakin larut... Kini pasangan masing-masing sudah berpindah ke kamar masing-masing,


Begitu juga dengan para bocah bocah kecil anak dari Alif dan juga Atifah yang sudah tidur sedari sebelum orang tua mereka tidur


Tak lupa juga kepada dua pasangan sejoli yang menjadi pemeran utama dalam novel ini,


" Abah mau ikut juga gak ke Mesir?" tanya Jihan pada Zain


" Kalau Umi gimana??" tanya Balik Zain


" Umi lagi males pergi jauh bah.." jawab Jihan yang merasa berat dan enggan kalau gak perlu banget


" Abah sebenarnya ada juga pertemuan di sana, Kalau Umi mau ikut sekalian, Abah sambil kerja nanti" jawab Zain yang sangat kebetulan


Jihan berfikir sejenak, karena selama ini dia jarang jauh dari suaminya, yang mana justru selalu ngintil setiap saat Zain pergi


" Bentar bentar Umi Chek scedhul Umi dulu" jawab Jihan sambil meraih ponselnya dari nakas yang gak jauh darinya


Jihan mulai membuka laman memo dan catatan kegiatannya yang ada di ponselnya,


Jihan tidak memakai jasa asisten, Jihan gak nyaman kalau harus di ikuti asisten seperti Irfan mengikuti Zain setiap hari,


Jihan berfikir kalau dirinya mampu sendiri, toh tugasnya cuman di rumah sakit aja, jadi aman baginya

__ADS_1


" Gimana sayang....?" tanya Zain lembut sambil memeluk perut ramping Jihan dan juga mencium leher Jihan secara pelan


Tangan Zain sudah mulai nakal, dan mencari benda kesukaannya di area tubuh Jihan


" Ehmm...... Abah..." ucap Jihan sudah mulai terang**ng


Entah apa yang Jihan rasakan, kalau Zain sudah memberi sentuhan rasanya dia juga sudah merasakan kenikmatan , dan suara sexinya gak bisa di tahan lagi


" Iya.... Gimana?? Ada scedul penting gak?" tanya Zain lagi dengan gerakan dan posisi yang makin menggairahkan


" Heem.... Sepertinya Umi gak bisa ikut sayang.." jawab Jihan sambil mengembalikan ponselnya ke nakas kembali


" Yah.... " ucap Zain kecewa


" Gak apa apa ya.... Abah hati hati jangan lama lama" ucap Jihan sambil mengelus pipi Brewok Zain


" Berarti si Otong harus libur dong beberapa hari ini" ucap Zain lagi yang merasa harus puasa beberapa hari


Karena walaupun usia mereka semakin bertambah, justru gairah keduanya semakin bertambah juga, bahkan Zain merasa kalau dia gak bisa yang namanya libur untuk si otong, kecuali saat Jihan sedang Haid


Jangan salah walau di usia 40 lebih Jihan masih lancar datang bulan, dan bisa di katakan kalau Jihan masih ada peluang untuk hamil lagi


" Iya Tong... Sabar ya, puasa dulu, jangan lama lama kerjanya, biar puasanya gak lama juga" jawab Jihan sambil mengelus Zain junior


Zain langsung berpindah posisi ke atas Jihan, dan siap menggejer semalaman sebelum pergi ke Mesir besok pagi


Keesokan harinya semua sudah bersiap siap untuk pergi ke bandara, setelah sarapan


Dan berkas serta baju Zain juga sudah di persiapkan oleh Irfan sebelumnya


Kini semua anggota keluarga berbondong bondong ikut mengantar semua kebandara


" Lho pada mau ke mana?? pagi pagi udah pada Rapi aja? mau kemana mbah? kok bawa koper segala" ucap Ibuk yang nyinyir semalam


" Mau jalan jalan lah, Udah tua di nikmati masa tuanya, jalan jalan beribadah " saut Charir paling suka denger tetanggga nyinyirnya


" Waduh..... Jalan jalan ya.. Jalan jalan kemana?? apa mau pindahin emaknya di panti jompo?" nyinyirnya makin parah


" Aduh buk kejauhan pikiran anda, Kamj mau jalan jalan jauh... Ke Mekkah untuk beribadah , mohon ampun sama yang memberi warna merah pada Cabe, biar bisa jaga hati dan Lisan buk, gak sembarangan ngomong kayak mulut ibuk yang sepertinya gak pernah ngunyah bangku sekolahan" bantah Fina yang juga sudah faham bahkan geram sama tetangga yang modelnya seperti itu


" Oh... Ke Mekkah? Alah itu juga karena di modali Suaminya Jihan, kalau gak ada pak Ustadz juga gak bisa pergi kalian, semua karena uang nyah itu" bantahnya terang terangan

__ADS_1


" Gak apa apa buk.... Kami bersyukur punya menantu dan anggota keluarga yang kaya demawan dan royal seperti Zain, jadi kita semua kecipratan dan ikut merasakan kebahagiaannya, di banding ibuk yang ceritanya anaknya kaya sukses, tapi bertahun tahun gak ada pulang, malu buk sama kenyataan " jawab Charir sambil tersenyum puas pada manusia nyinyir gak ber akhlak


__ADS_2