
Setelah mendapat persidangan langsung dari abah serta Umi kini, El dan Heny kembali ke asrama masing masing dengan Heny yang cukup lega karena tisak mendapat takziran sepeeti kasus yang sudah terjadi sebelumnya
Heny Kini langsung mengambil Wudhu dan melaksanakan hukuman yang sudah Abah Tasim berikan tadi
" Hen..... Kamu dari mana aja sih? gue puterin satu asrama gak nampak gue muka loe" tanya Tiara yang merasa kehilangan Heny
" Dari Ndalem tadi gue, " jawab Heny lesu
" Ngapain? "
" Ya seperti yang gue khawatirin sore tadi"
" Maksud loe?? loe di panggil Umi?" tanya Tiara dan Heny mengangguk
" Kasus yang sama ?" Heny mengangguk lagi
" Ya Allah.... Jadi loe dapat takziran dong?" khawatir Tiara pada Heny, lagi lagi Heny mengguk
Tiara langsung memeluk Heny karena ikut sedih dan prihatin, apa lagi kasus yang Heny dapatkan bukan kasus biasa
" Udah gak papa" jawab Heny membalas pelukan Tiara
" Gak apa apa gimana Hen? gue gak bisa bayangin apa yang terjadi nanti" ucap Tiara serius
" Udah loe tenang aja, gue cuman di takzir ngaji aja kok, calon ibu mertua gue baik banget.." jawab Heny santai dan bangga dengan Jihan yang membelanya
" Maksud loe?" tanya Tiara kaget dan Heny langsung menceritakan semuanya
Heny cerita mulai dari Abah Tasim yang menghubungi Zain dan sampai akhir cerita semuanya hingga Jihan yang membelanya dan tidak rela kalau dia mendapat takziran
" Jadi Abah Tasim sama Umi Ilma temannya orang tua El?" tanya Tiara mepo setelah Heny selesai cerita
" Sepertinya seperti itu, tapi gue kurang tau juga, pokoknya akrab gitu deh mereka, orang bercanda kok" jawab Heny yang tadi gak begitu fokus karena mikir hukuman yang akan ia terima
" Kalai akrab bisa jadi temen lah Hen, dan calon mertua loe itu bukan orang sembarangan kalau temenan sama Abah Tasim" ucap Tiara heboh sendiri
__ADS_1
" Heheh kurang faham... Ya udah ya, nanti lagi ceritanya, gue harus mulai menjalankan hukuman ini, nanti gak khatam lagi" ucap Henu dan Tiara memberi pengertian karena tau kalau santri akan makin merasa bersalah kalau tidak menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya
Di sisi lain, Kini Tasim dan Ilma lanjut ngobrol, apa lagi membahas tentang kecemburuan Ilma pada Jihan yang dulu sering di kasih hadiah sama Tasim
" Ck.... Umi apaan sih, ngambeknya berkepanjangan gitu, jangan kayak musim kemarau dong.." ucap Tasim sambil merayu Ilma
Ilma tidak menjawab dan masih mengelus kepala putri bungsuhnya yang ada di sebelahnya
Tasim mulai memeluk dari belakang, dan terus merayu Ilma agar tidak ngambek lagi
Hingga akhirnya Ilma pun luluh dan gak bisa marah lama lama dengan Tasim
" Dulu waktu Umi sepondok dengan Jihan pernah gak di kasih hadiah juga?" tanya Tasim
" Pernah sering malah" jawab Ilma santai
" Ya anggap aja, apa yang telah Abah berika dulu pada Jihan, itu sebagai balas budi yang telah Jihan berikan pada Umi dulu" ucap Tasim menenangkan Ilma yang kadang masih cemburu pada Jihan
__________________
El dan Heny sudah menjalankan hukuman dari Abah Tasim,
El sudah memenuhi janjinya membangunkan 1 lantai untuk pesantren, dan dengan menggunakan uangnya sendiri,
Karena Itu yang Zain inginkan, bukan karena menguras ataupun mengurangi jatah El, tapi Zain dan Jihan tau kalau pemasukan uang ke rekening El selama ini, masih sisa banyak walau hanya untuk membangun 1 lantai pesantren
Dan El menjadi kyai dadakan bagi pesantren AL-JQ, awalnya pada heran tapi lama lama sudah terbiasa, karena El kalau sudah jadi guru, dia cukup berwibawa seperti abah Uminya, kecuali kalau ada Heny udah lain ceritanya
Dan Il juga sudah mendingan, dan bahkan makan sudah makin banyak, dan saat ini dia sudah bisa di katakan sembuh total setelah seminggu menjadi penghuni hotel mewah
Jangan tanya nominal harga sewa kamar hotelnya ya Gaes, Author sendiri gak tau, karena author juga belum pernah nginep di hotel, maklum orang kampung sai, ekspetasi aja yang tinggi
" Kita pulang kerumah ya nak..." ucap Jihan pada Il
" Gak mau Mi... Sepi di rumah, kalau jalan jalan gak apa apa hehehe" jawab Il yang paling males kalau pulang kerumah, kurang rame dan sepi yang selalu menjadi alasan
__ADS_1
" Mau jalan jalan kemana sayang?" tanya Jihan lembut
" Tapi boong... Enggak lah... Il mau kembali kepondok aja, ini udah ketinggalan banyak pelajaran ini" jawab Il yang cukup giat saat belajar
" Kan kamu baru sembuh Nak" elak Jihan khawatir
" Justru Itu Mi, Il kemaren di beri nikmat sakit, dan kali ini Il sudah di beri kesembuhan, Il harus tetap bersyukur dan giat belajar dong, ngaji juga, betul kan?" ucap Il ceramah
" Iya nak.... " jawab Jihan singkat dan mengelus kepala Il
" Makasih Umi... Udah selalu ada untuk Il, selalu menjaga Il, dan menjadikan Il prioritas Utama dalam Hidup Umi" ucap Il sambil memeluk Jihan
" Sama sama sayang.... Kamu kan sayangnya Umi, kamu jantung hati Umi, dan semua itu udah kewajiban Umi" jawab Jihan mempererat pelukannya
Setelah beres beres Jihan dan Il chek Out dari hotel, dan Jihan akan mengantar Il kembali kepondok sesuai keinginan Il
Dan kini keduanya sudah di bantu pegawai hotel menuju mobil yang sudah di siapkan juga, denga barang barang yang di bawa oleh petugas Hotel juga
Jihan tidak langsung membawa Il kepesantren melainkan belok ke Mall, sesuai yang Il minta dan rengekkan di sepanjang perjalanan
Memang dasar si Il, di ajak pulang gak mau, malah minta ke Mall, karena katanya kalau udah di Mall rasanya berbeda
Dan.. Kalau udah masuk ke pesantren, jangankan bisa ke Mall, keluar aja waktu sekolah doang
" Dah.... Mau cari apa anak Ibuk?" tanya Jihan saat sudah masuk me area mall
" Apa aja.. Yang penting ini mata bisa melek Mi, di cuci biar bening lagi" jawab Il santai sambil mutar mutar karena happy
" Ya Allah ya Robbi Tingkahe anakku.... Baru juga sembuh udah kayak singgat nangka aja tingkahnya" ucap Jihan geleng geleng kepala melihat tingkah Il
Jihan mengikuti langkah Il yang keluar masuk toko, hingga terakhir singgah ke salah toko kesukaannya, toko baju Muslim
Il mulai berjalan keliling dan mencari fashion yang menjadi tren saat ini,
Jangan salah ya, walau santri Il juga tau tren, memang pesantrennya ketat, tapi seminggu sekali mereka di bebaskan memakai jaringan agar bisa menggunakan alat telekomunikasi denga bijak
__ADS_1
Ya lumayan untuk menghilangkan penat di pikiran setelah seminggu ditarget dan perketat pembelajarannya