
Heny heran dan bertanya tanya dalam hati kenapa harus kaget kalau melihat orang tua El emang ada apa..
“ Kok kaget emang kenapa?” tanya Heny penasaran
“ Bentar “ jawab El dan langsung berdiri menghapiri Abah Uminya
Heny gak heran Lihatnya, bahkan Heny mikir kalau El cuman mau salaman denga Abah Zain saja untuk mengalaf barokah
“ Bah Mi....” panggil El dan Jihan serta Zain berhenti menghampiri El yang sudah dekat dengannya
“ Kok masih disini ayo kita mau pulang lho” ucap Jihan pada El
“ Sekarang pulangnya...?” tanya balik El
“ Bentar lah setengah jam lagi pamit sama abah Tasim dan Umi Ilma” Jawab Zain yang tentunya gak
pernah buru buru
“ Mau ngobrol dulu kan...? gak enak kalau tiba tiba pamit boyong
“ Okey lah aman...” jawab Jihan dengan anggukan pasrah
“ Ya udah kalau gitu kenalan bentar yuk sama calon mantu “ ucap El tanpa ragu denga abah umiya
“ Boleh, ayo Mi kenalan sama calon mantu, kemaren Al sudah adeknya gak mau kalah Mi” gurau Zain
Hingga akhirnya merekapun berjalan mengikuti langkah El menuju pada Heny yang menunggunya
Sesampainya di hadapan Heny justru Heny sudah kaget duluan, kenapa El malah membawa Umi
Jihan dan Abah Zain ke padanya
“ Assalamualaikum....” ucap Jihan ramah pada Heny
“ Waalaikumsalam Umi....” jawab Heny sopan dan lembut
“ Nih bah... kenalkan calon mantu kedua kita” Ucap Jihan pada Zain dan
Deg,....... Jantung Heny serasa ingin copot karena langsung faham dengan ucapan Jihan
“ Cantik kan bah...?” sambung Jihan bertanya dan Heny masih mematung kaget dengan senyuman yang kaku juga karena kaget
“ Subhanallah cantiknya Mi “ jawab Zain sambil memandang wajah Heny yang sudah menundukkan kepalanya
__ADS_1
‘” Kok diem,,,, Ayo kenalan” ucap El pada Heny
“ Abang gak lagi ngeprank Heny kan?” tanya Heby berbisik
Jihan dan Zain malah tertawa karena mereka tau kalau El sedang membuat kejutan untuk Heny
“ Nanti di prank nangis” jawab El menyindir
“ Mau ditinggal aja nangis” tambah El lagi
Heny tidak menjawab dan malah tersenyum malu karena di hadapan orang tua El yang sebenarnya
“ Ayo sekarang kita ngobrol dulu sambil duduk ya...” ucap Jihan menggandeng Heny untuk duduk
Merka duduk bareng di bangku yang tak jauh dari mereka dan mulai ngobrol dengan Heny yang masih kurang percaya kalau Umi Jihan dan Abah Zain adalah orang tua dari pacarnya
Saat mereka ngobrol tak selang berapa lama orang tua Heny mendakat pada Heny dan El yang mana mereka juga tak menyadari adanya Jihan dan Zain yang juga ada di sana
“ Ayo Hen kita pamit dulu sama Abah dan Umi” ucap ibuk Heny tanda melihat keberadaan Jihan dan Zain yang ada di depannya
“ Mas mau pulang sekarang apa besok?” tanya Ayah Heny yang sudah mengenal El sebelumnya
Mendengar nama El disebut Jihan dan Zain sontak menoleh kebelakang melihat siapa yang datang
Mereka tentu kenal dengan Jihan dan Zain secara selain mereka juga sedaerah dan Zain yang kondang begitu juga dengan Jihan yang pastinya sebagai istri Zain
Jihan dan Zain langsung tersenyum menanggapi meraka dan mereka juga langsung berjabat tangan dengan Jihan dan Zain, yang awalnya tangan Jihan mau di cium tapi Jihan segera mencabutnya karena walaupun drajatnya tinggi Jihan tapi Jihan merasa masih kecil dan gak pantes dicium tangannya oleh orang tau Heny
“ Orang tua nak Heny...?’’tanya Zain
“ Iya betul gus, Gus Zain kenal sama anak saya?”tanya Ayah Heny
“ Kenal calon mantu saya, kita bakal besanan” Jawab Zain ngasal dan membat Heny langsung merah merona pipinya
“ Maaf calon mantu?” bingung ibuk Heny
“ Iya buk, maaf suami saya kalau kadang berlebihan ngomongnya” jawab Jihan yang mana Zain terlalu dalam orang anaknya masih pada sekolah juga
“ Kami orang tua El buk...” tambah Jihan lagi yang hampir saja membuat Ibuk Heny pingsan, karena gak nyangka besannya adalah seorang Jihan dan juga Zain
“ Ayo buk, kita duduk dulu ngobrol dulu sini” ajak Jihan ramah
Hingga akhirnya Ibu dan Ayah Heny ikut bergabung dan duduk serta ngobrol bareng di kursi yang sudah tersedia di sana, begitu juga denga Heny dan juga El yang nngobrol sendiri
__ADS_1
Setelah cukup obrolan dan perkenalan antara esan mereka berlanjut untuk pamit ke ndalem secara bersamaan dan bareng bareng sebelum pulang ke kampung halaman masing masing
” Oh ya maaf ya pak buk nak Heny kalau selama ini 3El yang gak terus terang soal kami, tapi itu lah karakter El yang gak pernah mengakui kami sebagai orang tuanya, malu katanya punya oarang tua kayak kami” ucap Jihan nyeleneh dan membuat ekspresi El sudah berubah seketika
“ Dan maaf juga ya nak Hany semalam bukan bermaksud apa apa Umi nungguin kamu ngaji, karena itu yang minta El mau ngelihatin calon nya ngaji” ucap Jihan lagi yang kembali memojokkan El
“ Aku lagi aku lagi... ‘ ucap El yang pasrah dan membuat mereka semua tertawa dan ayah Heny menpuk pundaknya
“ Ayo bareng bareng ke Ndalem....” ajak Jihan dan mereka semua berdiri dan lanjut ke Ndalem Abah tasim
Sesampai nya di Ndalem sudah sepi orang tinggal beberapa tamu saja dan juga Tasim dan juga Ilma
“ Assalamualaiakum Roma Yai” ucap Zain santai dan bergurau kalau dengan Tasim
“ Waalaikumsalam abah yai” Jawab Tasim menoleh ke pada Zain yang ada di sebelah Pintu
Tasim dan Ilma langsung kaget sat melihat kebersamaan keluarga El dan Heny
“ Subhanallah... Roman romannya mencium bau keseriusan ini” gurau Tasim to the poin
Kedua orang tua Heny kurang faham tadi tidak denganJihan yang samhat peka dan faham maksud pembicaraan Tasim
Mereka sudah saling bersalaman dan juga sudah saling duduk di karpet yang di sediakan
“ Jadi bener say.... langsung ini nanti kayak loe dulu?” bisik Ilma pada Jihan yang ada disebelahnya
“ Enggak lho kami tadi tak sengaja berjumpa kenalan mau pamitan jadi sekalian” jawab Jihan apa adanya
“ Kirain mau di langsungkan kayak Loe dulu “ ucap Ilma yang sempat kaget
“ Gelut sama Abangnya nanti say.. Abangnya aja belum kok” jawab Jihan yang pastinya gak mau buru buru masalah itu anaknya harus sukses dulu, harus pinter dan bisa mengelola perusahaan sendiri baru boleh Nikah
“ Abangnya apa gak udah lulus, katamu kemaren habis dari Mesir ?” ucap Ilma lagi
“ Iya masih lanjut S2 juga di sana” jawab Jihan lagi
“ Oalah.... Ndadak nambah toh mas Al, kapan nanti Abahmu selesai bulan madu” jawab Ilma yang kelihatan Jihan dan Zain selalu berdua d\=saja di rumah serasa pengantin baru terus
Kemudian mereka mengobrol dan lanjut Zain menyampaikan maksudnya untuk mencabut El dari pesantren karena mau lanjut juga di UI Jakarta untuk kuliah
Zain menyampaikan dengan bahasa yang sangat sopan dan penuh wibawa dan bijak sana, walau Tasim adalah temannya tapi tak mengurani rasa hormat Zain sebagai wali santri yang selama 3 tahun ini sudah menitipkan El pada Tasim dan juga Ilma
Serta setelah itu mereka sama sama pamit dengan Heny yang pamit liburan bukan boyong seperti El, karena setelah itu He ny juga balik lagi dan lanjut sekolah karena masih kelas 2 MA
__ADS_1
“ El besok kalau nikah biar Abah yang Nikahin ya.... Kamu anak Abah bukan anak Zain hehe” gurau Tasim pada EL