Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Udah saatnya


__ADS_3

Zain terus menyelidiki gerak gerik dan raut wajah anaknya itu, dengan Al yang pura pura tidak melihat tatapan abahnya


" Al..." panggil Zain lembut


" Iya Bah..." jawab Al masih pura pura polos


" Duduk sini nak sama Abah" ucap Zain menepuk bangku kosong di sebelahnya


" Ada apa bah? Al mau kekamar" jawab Al sambil menempalkan pan tatnya di bangku sebelah abahnya,


Al cukup grogi dan tau serta sadar diri kalau dia salah, karena dia datang kesana seharusnya menghadiri pengajian, duduk manis serta takdzim pada tuan rumah tamu undangan dan para kyai dan sesepuh yang hadir


Hanya itu aja sebenarnya tugas untuknya, tapi justru dia malah belok dan asyik ngobrol dan menyatakan cinta pada Zula


" Ngobrol dulu sama Abah, lama kan kita gak ngobrol " ucap Zain santai agar Al tidak tegang


Karena dari raut wajah Al, sudah jelas terlihat kalau dia gugup dan tegang


" Udah malem Bah, Al belum tidur, Abah Sih sibuk terus" jawab Al menyalahkan Zain


" Mana... orang abah pulang cepet, kamunya aja seharian malah gak pulang" jawab Zain dan Al masih ingin berdiri dan menghindar


" Mau kemana? duduk dulu, kamu kenapa sih Al" ucap Zain lagi menahan Al yang akan kabur


" Istirahat Bah, Udah malem" jawab Al memaksa


" Bener? Mau ngobrol sama Abah apa nanti di tanya sama Umi" ucap Zain sambil menahan tawa


Kalau Sudah Jihan yang turun pastinya anak anaknya akan makin tegang dan gak bisa bohong, kalaupun mau bohong harus cari alesan sedetail mungkin, dan itu juga jarang berhasil karena Jihan tau gelagat anaknya yang bohong dan jujur


" Di tanya Apaan? " heran Al masih menyembunyikan sesuatu


" Makanya duduk dulu, Abah cuman mau nanya" jawab Zain santai


" Nanya apa Bah?" jawab Al sudah berakting ngantuk


" Orang gak ada apa apa juga, kayaknya Al mau di introgasi ini" tambah Al dan membuat Zain tersenyum

__ADS_1


" Ya udah kalau mau di introgasi biar Abah bangunin Umi ya, makin sedep introgasinya" ucap Zain sambil menaik turunkan Alisnya


Zain segera bangkit dari duduknya dan akan memabangunkan Jihan, dengam mode drama dan pura pura pastinya


" Jangan Kasian Umi" cegah Al cepat


" Katanya mau di introgasi" jawab Zain duduk lagi


" Bukan gitu, Abah sih, mau ngajak ngonrol kayak mau ngajak debat" jawab Al sambil cemberut


" Eh.. Siapa yang ngajak debat? abah cuman mau nanya, mau ngobrol, kamunya aja yang kayak orang ketakutan" jawab Zain membuat Al tersenyum kecut dan mau gak mau harus duduk menghadap abahnya


Ya sebelum Abah Zain lapor ke Umi Jihan yang pasti makin di dedes habis dan akan jadi konflik baru


" Iya ngobrol sambil ngantuk ya" ucap Al akhirnya duduk kembali


" Hahahahaha.... Gak akan bisa ngantuk" jawab Zain sambil tertawa


Di kamar Jihan masih tertidur pulas dengan selimut tebal dan juga guling di sampingnya, yang dia dekap sebagai pengganti dekapan Zain yang sedang berduaan dengan putra pertama mereka


Bukan wanita lain ya, Zain sudah trauma dan gak akan mengulang kembali, bahkan dia gak pernah mau punya rekan bisnis cewek,


" Gimana?" tanya Zain sambil senyum


" Apanya?" tanya Al balik sambil menahan gugup


" Abang tadi ngapain aja?? Sampai di tanya siapa yang membawakan acara aja gak tau, Emang gak kenalan? gak ngobrol?" tanya Zain santai agar twtap rileks


Al mulai salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sontak Zain langsung tersenyum dan melihat kalau Al sedang berbohong


" Kamu tadi sebenarnya datang gak ke acara di pondok YQ, yang di cabang baru depan sekolah kita?" tanya Zain lagi


" Iya datang" jawab Al singkat sambil memegangi tengg kuknya yang gak pegal sama sekali


Ya Zula mondok di pesantren YQ, Di cabang baru, bukan baru sih udah lama, cuman bukan pengasuh Jihan dan Al Yang dulu, lain dari putra abah pengasuhnya tentunya yang meneruskan dengan cabang barunya


" Terus?" tanya Zain sambil memandang wajah Al lekat dan makin salah tingkah

__ADS_1


" Okey... Al tidak mendengarkan pengajian dan gabung sama para tamu utama di sana, " jawab Al akhirnya terua terang setelah muter dan membuat abahnya penasaran


" Terus ngapain?" tanya Zain mengerutkan keningnya


" Okey Al cerita deh, dari pada seperti maling kayak gini" pasrah Al sebelum malingnya ketahuan Umi Jihan yang makin membuat dirinya babak belur nantinya


" Haha... Kan," ucap Zain dan Al menarik nafasnya


" Iya... Tadi Al datang, Awalnya Al di sofa depan, bersama abah dan para tamu special , selama waktu wisuda, dan Al gak merhatikan siapa saja yang hadir disana, dan cuman ngobrol sebentar sama pak Kyai saja" jawabnya lagi


" Terus Al juga gak merhatikan siapa yang mengisi acara, dan apa temanya, paling juga sama Akhirussanah kan, kan acaranya akhkrussanah, " tambah Al lagi yang sudah pasrah di kuliti abahnya


" Terus?" tanya Zain sambil menahan tawanya dan tersenyum


Akhirnya dirinya bisa seperti Jihan yang sangat di takuti anak anaknya, bukan di takuto sih, yang intinya anaknya gak bisa menyembunyikan apa apa darinya, dan pasti akan ketahuan, karena menurut Jihan anak itu segalanya


" Repot ya punya orang tua kepoan kayak gini" kesal Al dan Zain meledak tawanya


Untung Umi Jihan gak kebangun karena tidur di kamar yang kedap suara, dan masih tertidur nyenyak


" Lanjut dong ceritanya, apa mau Abah bangunkan Umi biar sekalian di kuliti?" tanya Zain dan Al langsung melotot


" Jangan dong Bah, ah abah gak asyik" jawab Al meminta kerja samanya, padahal mungkin entah kapan Zain juga akan cerita sama Jihan juga


" Terus pas acara wisuda, dan pembagian sanat, Al biasa .." ucap Al terpotong sambil menaikkan alisnya


" Kenapa? tertarik sama santri sana?" tanya Zain sudah bisa menebak


" Bukan setelah itu Al memang kebelakang ngobrol sama anak BNT, " Jawab Al cepat


" Anak BNT? Cewek dong" ucap Zain lagi lagi kembali mengerutkan keningnya


" Iya bah,.. Emang kan gak ada yang laki laki di BNT, " jawab Al lagi


" Jangan bilang kalau kamu tertarik sam Dia ya Al" ucap Zain lagi sempet kaget karena Setau Zain Al masih sama Yasmin


Al terdiam sesaat, dia gak tau sampe kapan haru menyembunyikan ini semua, yang pastinya semua akan terbongkar kalau dia sudah putus dengan Yasmin, tapi saat ini??

__ADS_1


" Apa mungkin ini sudah waktunya Abah tau? tapi Umi?" batin Al masih ada rasa takut kalau Uminya sampe tahu dan akan menjadi banjir omelah, sedangkan El sendiri saja masih belum cerita kalau udah tidak sama Heny lagi


__ADS_2