
Hati Yasmin terasa nyesek banget melihat postingan itu, antara cemburu dan menyesal sih,
Dia mwnyesal dari awal memang sudsh mutusin Al bahkan dia mutusin secara sepihak, dan cukup membuat hidupnya jomplang banget tanpa semangat tanpa ada orang yang mengoyak ngoyak dia, tanpa ada orang yang selalu ada di sampingnya
Dan selama ini dia yang sering kepo dengan kehidupan Al melalui sosial media zonk, karena jarang aktif, dia mau membua blokiran dari ner WA nya juga gengsi banget,
Dan setelah lama tidak ada kabar sama sekali, tiba tiba saat kepo melihat postingan kebahagiaan dari sang mantan, Masyaallah betapa syok dia
Bahkan Yasmin mengira kalau Zula adalah istrinya Al, secara postingan dengan pose mesra yang kelewat batas ini membuat dirinya insecure
Zula terlihat lebih muda cantik dan manis sempurna, di tambah gayanya yang romantis, membuat dia lebih yakin kalau memang itu bukan sekedar pacar tapi lebih ke istri
Karena selama pacaran dengan Yasmin dulu, Al gak pernah yang namanya pegang tangan dan lancang seperti El ke Henny,
Lha sekarang sangat sakit hati Yasmin melihat itu, yang seharusnya dia gak perlu merasakan sakit kalau memang dia gak cinta, toh mereka udah lama putus, tapi namanya hati gak bisa di pungkiri, melihat mantan bahagia seharusnyanikut bahagia, tapi tidak ada setan yang menjauh dari kehidupan manusia, karena setannya masih ingin berperan pwnting dalam kehidupan manusia jadi rasa panas cemburu iri juga pasti ada
Yasmin yang awalnya semangat mau melihat hewan kurban dia tiba tiba lari dan pergi kembali untuk pulang kerumah, karema gak bisa bendung air mata lagi
Untung pas dia sudah nangis gak ada yang lihat, karena secepat kilat dia menghapus air matanya
Di Apartemant ketiga anak Zain dan Jihan masih asyik dengan ponsel masing masing
Kini Jihan sedang menyiapkan makanan untuk sarapan, tidak selayaknya anak gadis pada Umumnya yang membantu Uminya
Jihan sengaja tidak mau mengganggu dan minta bantuan Zula , biar Zula asuik dengan abang maupun abahnya, setelah lama Jihan menyita waktu mereka saat bersama
" Kapan masak dan belanjanya dih,? udaj siap aja" ucap Zain sambil memeluk Jihan dari belakang
" Semalam bah, Umi belanja sama El, Abah Pergi ada meeting" jawab Jihan dan zain tersenyum kemudian mencium leher Jihan lembut
" Malam takbiean aja masih meeting" sambung Jihan menyindir
" Jadi gagal kan ehem ehem" jawab zain mengkode
" Lagian kan gak boleh bah, haram di malam takbiran" jawab Jihan masih sambil menyiapkan hidangan
Zain masih di posisi yang sama memeluk Jihan dari belakang, dan tangannya sudah mulai memegangi tempat kesayangannya
" Kalau sekarang kan udah boleh" jawab Zain mekin mengelus lembut
__ADS_1
Jihan sudah gak tahan dong tentunya, tapi tetap di lanjut dan enggan menanggapi, kalau menolak dosa, jadi membiarkan saja sambil menikmati
Jihan sudah selesai menghidangkan makanan untuk sarapan pagi mereka, akhirnya membalikkan badannya dan mengalungkan tangannya di leher Zain
" Sarapan dulu abah, biar bertenaga dan gak lemas nantinya" jawab Jihan sambil menggoda Zain dan memajukan badannya sehingga saling bersenggolan senjata masing masing
Tentu hal itu membuat Zain makin gak tahan lagi, dan Jihan justru meninggalkannya sendirian karena mau memanggil anak anaknya
" AL, EL ,IL sarapan nak" ucap Jihan memanggil anak anaknya
Mereka sama sekali tidak mendengar karena masih sibuk dengan ponselnya bahkan posisi dari awal masih sama, dengan menggunakan sarung dan juga baju koko, begitu juga dengan Zula yang masih mengenakan Mukena
" Masyaallah.... Lailahaillah.. Al El Il" panggil Jihan menaikkan suaranya
" Iya Umi...." jawab mereka kompak langsung berdiri kompak dan berjalan ke kamar masing masing
" Masyaallah dari tadi mulai uminya ganti, baju nyiapin sarapan dan lain lain kalian masih anteng dengan hp kalian masing masing?" omel Jihan pada ke 3 anaknya
" Omeelan...." cibir El sambil berjalan
" Dimulai" saut Zula dan Al kompak
" Jangan lebar lebar matanya, lepas nanti" ucap Zain kembali menarik pinggang Jihan
" Gak apa asal mata hati Adek gak lepas untuk abang" jawab Jihan ngegombal
" Ciieeh... Di gombali sama adek" jawab Zain cengengesan
Ke tiga anak Zain dan jihan kini sama sama sudah duduk di meja makan, sedangkan orang tua mereka masih berbesraan di ruang tamu
" Kita ganti kerjain Umi yuk" ucap Zula kumat jahilnya
" Siap" jawab El
" 123" tambah Al memulai
" Makan makan.. makan makan, makan ayo makan... Umi.. kami minta makan" teriakan mereka begitu kencang hingga membuat kaget Zain dan Jihan dan langsung berbalik badan pada meja makan
" Makan makan.. Makan ayo makan, Umi minta makan" teriak mereka makin keras
__ADS_1
" Astagfirullahal adzim... Kok malah jadi bayi semua sih" kesal Jihan pada mereka
" Kan waktu kecil kami gak pernah gitu kan Mi, gak seru dong kalau sekarang gak di ulang" jawab Zula sambil meminta pembelaan pada kedua abangnya
" Coba Ulang lagi" ucap Zain yang menyaut dari belakang Jihan
Karena Zain merasa seru aja sih, sambil membayangkan masa kecil anak anaknya yang sama sekali gak pernah dia lihat
" Enggak...." Skak Jihan, yang merasa brisik
" Udah sekarang makan, nih, makanan sak abrek kalau udah pegang ponsel lupa yang namanya makan," ucap Jihan lagi sambil menuangkan makanan pada piring anak anaknya
" Apa lagi Il nih, kalau udah depan lapotop depan ponsel depan kamera, puasa 2 hari dua malam juga kuat" tambahnya sambil menuangkan nasi dan lauk di piring Zula
" Ini juga, makan yang banyak biar agak gemukan dikit El, gak cungkring gitu, udah tinggi cungkring lagi, kayak tiang listrik pinggir jalan" omel Jihan saat menuangkan pada El
" Stop mi stop....Kalau nuang ke Al jangan sambil ngomel, Umi pasti bingung kan kalau ngomelin Al, Al anam sholeh Mi" ucap Al menahan Uminya kalau kembali ngomel pada nya
Hingga cukup manjur juga ucapan Al dan Jihan berhenti ngomel lanjut meladeni suaminya
Kini mereka sedang menikmati sarapan yang Jihan siapkan, dengan cukup nikmat dan santai
" Al kapan loe beli mobil sport tadi?" tanua Al tiba tiba karena masih kepikiran mobilnya
" Lama lah, saat pertama di kuliah, kan gue gak punya mobil" jawab El santai
" Hem... Kok loe gak cerita"
" Gue takut aja mulut loe nyeplos sama Umi, eh.. tapi Umi gak apa apa kalau El pake mobil itu?," ucap El yang dengan berbisik di kalimat selanjutnya
" Gak... Udah sembuh Umi" jawab Al santai sambil lanjut menyendok makanannya
" Alhamdulillah..." jawab El sambil menadahkan kemudian meraupkan kedua tangannya di mukanya
" El punya Bah, Al juga mau dong" ucap Al meminta pada Abahnya tentunya
Zula me gerutkan keningnya saat mendengar itu, dengan semudah itu meminta hal yang mahal
" Abang gak malu minta seperti itu sama Abah?" tanya Zula serius
__ADS_1