Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Tergiur


__ADS_3

Setelah makan siang, Jihan dan Zain masih stanbay di resto miliknya, begitu juga dengan kedua anaknya yang masih asyik makan seafood kesukaan keduanya


Keluarga double Me, sudah pada pamit semuanya, setelah makan siang selesai, walau cukup kecewa dengan jawaban dari Al dan El tadi, tapi mau gimana lagi, Jihan dan Zain juga memberi dukungan penuh untuk masa depan anak anaknya


" Katanya bosen gitu aja gak habis habis malah nembah terus" sindir Jihan pada kedua anak dan suaminya yang asyik makan seafood di hadapannya


Mereka hanya nyengir tak menjawab dan lanjut asyik makan..


Melihat kedua anak dan bapaknya asyik makan, Jihan keingat anak bungsunya yang masih di pesantren,


Ponpes Il memang sederhana, tapi cukup ketat peraturannya, tidak gampang untuk izin pulang, kecuali saat libur sekolah dan hari raya idul fitri, dan sakit


Pulang 1 tahun sekali, begitu juga harus mencapai target hafalan, seumpama hafal Al Qur'an di kasih target sampai berapa juz, kalau tidak bisa mencapai target, mau gak mau harus menjalani hukuman dan lebaran di pesantren,


Il sekolah di lain yayasan, yang tepat berada di depan pesantrennya, dan jam pulang sekolah juga ada jamnya, kalau lebih dari jam sekolah, jangan harap bisa tenang di pesantren, dan siap untuk menjalankan takziran atau hukuman


Dan begitu juga banyak santri yang ngaji di sana, dan semua itu karena ingin menjadikan generasi santri yang penuh ke disiplinan


Kalaupun waktu sambangan juga di tentukan oleh pihak pesantren, dan tidak boleh bertemu secara langsung dengan waktu yang cukup lama, bahkan tidak boleh banyak orang juga yang ikut bertemu,


Jihan mengirimkan pesan pada pihak resto miliknya yang terdekat dari pesantren IL, untuk mengirimkan makanan untuk biah hatinya, biar sama sama menikmati apa yang mereka nikmati saat ini


Setelah mengirim pesan, Pas dengan Al dan El serta Zain selesai makan, dan mereka lanjut sholat di tempat sholat resto milik mereka


Setelah sholat berjamaah, mereka juga kembali merapikan tampilannya karena Jihan dan Zain mau kembali ke kantor,


Jihan ikut kekantor Zain karena ada satu hal yang Zain meminta bantuan pada Jihan


" Kalian mau kemana habis ini?" tanya Jihan sedang merapikan hijabnya


" Entah... Kemana enaknya bang?" tanya El belum tau tujuannya


" Umi kembali ke rumah sakit?" tanya Al balik


" Umi mau ke kantor Abah, ada yang perlu Umi bantu di sana" jawab Jihan menjelaskan


" Ya udah lah, kami ikut ke kantor Abah ya, di rumah juga sepi" jawab Al

__ADS_1


" Okey... nanti Umi ajarin kalian tentang berbisnis.." jawab Jihan mantap dan beranjak untuk kelur


Al dan El saling pandang gak jelas, karena dia sendiri masih belum minat ngurus bisnis


" Ayo berangkat... ratu bisnis mulai beraksi" ujar Zain mengalihkan pandangan kedua anaknya


Al dan El yang gak minat mau gak mau ikut juga, karena dia juga penasaran dengan hal bisnis kedua orang tuanya itu


" Ini mobil barunya?" tanya Zain saat melihat mobil baru milik El


" Heem... Keren gak Bah?" tanya El balik


Zain masih memutar mutari mobilnya dan mulai meminjam kunci dari El, dan mengecek satu persatu


Zain mulai membuka pintunya, dan mulai naik, karena Zain yang hobi koleksi mobil tentu membuat dirinya penasaran, apa lagi di pengeluaran terbaru seperti milik El saat ini


" Cakep..." ucap Zain saat menghidupkan mesinnya


" Ini yang baru?" tanya Jihan mendekat pada Zain


" Iya pengeluaran baru Lho Mi, mau ganti gak?" ucap Zain enteng, yang kepengen seperti punya El


" Iya kalau boleh"


" Ya bawa aja, yang punya juga besok mau balik kan, ngapain harus beli lagi" jawab Jihan santai dan ikut naik


" Geser.. biar Umi yang bawa" ujar Jihan menyingkirkan Zain


Zain yang tau kalau istrinya juga penasaran, akhirnya geser sebentar,


" Kenapa Jadi Umi yang nyoba Sih, Al aja belum" protes Al yang mameng tadi El yang bawa dari showroom


" Umi dulu, cepet naik" jawab Jihan cepat gak peduli dengan Al dan El


Jihan akhirnya membawanya dengan skil pengendaranya yang masih luar biasa di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi masih luar biasa


Setelah mencoba dengan aksi bar barnya, Jihan membawanya langsung menuju ke kantor Zain,

__ADS_1


Setibanya di sana, mereka langsung menuju ruangan Zain di lantai paling atas


" Hebat lho Umi, udah tua masih lanjut aja skil kemudinya" ucap Al berkomentar


" Umur boleh bertambah, tapi tidak berarti skil harus di kurangi dong" jawab Jihan santai sambil membuka laptop milik Zain


Zain mendekat dan duduk di kursi kuasanya, dan sebelumnya Jihan membantunya melepas jasnya


" Emang kamu gak ingat Al, dulu waktu kamu Umur 1.5 tahun, di bawa Umimu dengan kecepatan mobil yang lebih dari itu" ujar Zain teringat cerita Jihan saat bawa El kabur sebelum ke kalimantan


" Apa iya? kok gak mati sekalian nih orang" tanya El sembarangan


" Mati mati.... Mulutmu itu lho, " protes Al kesal


" Udah... Sini semuanya mendekat, Umi mau jadi dosen dadakan untuk kalian berdua" ucap Jihan gak mau membahas lanjut tentang hal itu,


Karena kalau di ingat ingat masih menyakitkan, di tambah lagi dengan kelanjutannya yang makin menyakitkan


Dan bukan itu saja alasannya, Karena Al dan El sampai saat ini tidak pernah tau masalah orang tuanya di masa mereka kecil, Jihan dan Zain sengaja menyembunyikannya dari mereka


Al dan El akhirnya mendekat pada Jihan, yang sudah mulai mengotak ngatik laptop Zain


" Awas Abah bangun, biar Umi yang duduk" ucap Jihan lagi lagi meminta Zain untuk menyingkir


Ya bukan berarti istri durhaka ya, karena biat lebih nyaman, saja, dan Zain juga gak keberatan akan hal itu, karena sebelumnya Zain memang mau menyuruh Jihan untuk duduk


" Tadi mana yang perlu Abah pertimbangkan sebelumnya?" tanya Jihan masalah yang Zain ceritakan sebelumnya


Zain kemudian membukanya, dan menjelaskan sambil duduk di sandaran tangan kursi yang Jihan duduki


Al dan El mendengar dengan seksama, sama seperti Uminya


Setelah itu Jihan memberi masukan dan mulai memainkan jemarinya di laptop Zain, dengan Zain yang gantian mendengarkan penjelasan dan usulan dari Jihan


Ak dan El sudah mulai tertarik, karena cukup asyik dan lumayan seru, apa lagi mendengar keuntungannya, mereka justru makin tergiur,


Di pesantren IL kini kurir dari resto Uminya sudah menunggu di post satpam sekolah IL, sambil menunggu jam pulang sekolah IL, karena kalau di pondok akan sulit untuk bertemu dengan IL, karena peraturan yang sangat ketat

__ADS_1


Sesaat kemudian Il keluar dari gerbang, dan di tahan oleh sang kurir yang sering kali berjumpa dengan Il karena kiriman dari Uminya


" Okey makasih.. " ucap Il setelah menerima


__ADS_2