Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Kemauan Al


__ADS_3

Mereka kini berjalan menuju ruangan Zain dengan menggunakan lift, dan masuk masih sama dengan posisi sebelumnya, dengan Jihan yang masih di kawal oleh kedua pangeran tampannya


Sesampainya di lantai atas, Mereka berpapasan dengan Irfan di sana


" Lha kok tumben rame rame kesini" sapa Irfan pada mereka


" Eh... Pak Irfan, salim dulu nak sama Om Irfan" ucap Jihan pada kedua anaknya


Al dan Rl ngikut dan bersalaman dengan Irfan secara bergantian


" Tumben mbak Jihan, kesini rame rame?" tanya Irfan lagi


" Lagi pengen aja Om Irfan..." jawab El


" Abah ada?" sambung Al bertanya


" Ada tadi masih meeting, tapi entah sekarang" jawab Irfan


" Okey kalau gitu kami keruangan Abah dulu ya Om" ucap Al karena gak sabar ingin mengajukan sesuatu sama Abahnya


Dan akhirnya mereka ke ruangan Zain yang cukup luas tersebut, dengan Zain yang masih sibuk dengan tumpukan berkas dan laptop di depannya


" Assalamualaikum...." ucap mereka yang tak terdengar oleh Zain, karena saking luasnya, dengan Zain yang masih sibuk


" Ck.... Sibuk lagi, sampai salam aja gak kedengeran dan gak di jawab" ucap Jihan kesal sendiri


" Idih kayak yang ngomong enggak ya bang?" jawab El yang ada di sebelahnya, membuat Jihan kikuk dan Al tersenyum


El berjalan duluan menghampiri Abahnya yang terlalu fokus, dan..


" Berikan semua uang nasabahmu...." ucap El sengaja mengoda dengan menodong Abahnya sendiri


Zain mengangkat kepalanya pelan, serta kaget dengan suara aneh berkedok perampok itu


" Astagfirullah haadzim....." ucap Zain yang melihat El sudah gelak tawa


" Assakamualaikum...." ucap Jihan lagi dan mencium tangan Zain, dengan kedua anaknya yang mengikutinya


Saat Al salaman...


" Lho.... Kok udah sampai sini aja, kapan pulang.?" kaget Zain mepihat putra pertamanya juga ada di sana


Kalau El Zain tidak kaget, soalnya sama sama di Indonesia, dan kadang ikut Alif saat belanja di SRG, dan tiba tiba datang ke kantor maupun ke rumah

__ADS_1


" Pagi tadi sampai rumah..." jawab Al santai


" Udah kena Omel belum sama Umi?" goda Zain


" Pertama dong..." jawab El dan duduk di sofa ruangan Abahnya


" Apaan sih Bah,.. ya Wajib dong kalau Umi ngomel, sengaja paling Al tadi, kangen sama Omelan Uminya" jawab Jihan ikut duduk di sebelah El


Zain dan Al juga berpindah tempat ke sofa yang sama dengan El dan Jihan,


" Bah..... " panggil El


" Iya..."


" Mobil El ganti dong..." pinta El malah mendului Al


" Heh.... Gue dulu yang mau ngomong, kenapa loe jadi nyerobot sih El" saut Al kesal


" Hahahahaha.... Abang ngalah lah, timbang mobil doang" bantah El


" Kenapa sih ini? ada apa?" heran Zain


" Timbang mobil doang, diem dulu loe El, Abang lebih penting ini" elak Al gak mau kalah


" Penting apanya sih? dari tadi penting mulu gak ngomong ngomong, giliran keduluan adeknya heboh sendiri, heran deh Umi nih.... Kamu juga El, mobil aja dari tadi, mobil dongkrok di rumah gak pernah di pake mau buat sumpel? minta ganti lagi?" omel Jihan lagi kalau udah mulai ribut kayak gini


" Abah Juga, kebiasaan dogrokin mobil, di tiru sama anaknya" ucap Jihan gantian ngomelin Zain


" Abah kena Omel juga?" tanya Zain kebawa


" Iya biar lengkap sekalian" jawab Jihan cepat membuat mereka tertawa


" Memang wanita gak pernah salah" ucap mereka bertiga kompak


Memang keluarga kocak bin ceria walau dulunya derai air mata, tapi kini tetap happy dan bahagia


" Mau ngomong apa Al?" tanya Zain serius


" Mau minta lamarin cewek mesir apa gimana?" tambah Zain lagi


" Hahahaha..... Kaku gini mana ada cewek mesir yang mau sama dia" elak El


" Brisik ah... Al gak selera sama yang bule bule, maunya yang lokal aja Bah" jawab Al santai

__ADS_1


" Emang udah ada?" tanya Jihan


" Nanti bahas itunya, yang penting saat ini Al mau, punya kampus khusus Al Qur'an, Al mau di bangunkan Institut Pendidikan tinggi Ilmu Al Qur'an, untuk terusan sekolah BNT, kan udah ada tuh, dari paud sampai MA, nah sekalian untuk jenjang pendidikan tingginya" ucap Al mengungkapkan kemauannya


" Kan udah ada fakultas dakwah di Universitas situ, Abah kan pendirinya?" bantah El


" Iya tapi Universitas itu bukan punya Abah sendiri," jawab Al


" Maksudnya kamu mau punya kampus sendiri, yang khusu untuk pendidikan Agama saja?" tanya Jihan


" Iya Mi, Al baru lulus S1 memang, makanya Al Pulang ingin mendirikan itu, nanti setelah S2 Al langsung resmikan dan bisa beroprasi" jawab Al yang mempunyai cita cita inging menjadikan dan mendidik generasi muda islami


Zain masih mendengarkan dan menimbangkan lagi, soalnya kalau masalah bangun mambangun gampang sih, dan soal perizinan juga mudah baginya, tapi balik lagi, mempertimbangkan Al mampu gak untuk memangkunya


" Gimana bah?" tanya Al pada Zain


" Hm... Ck.. Kalau Abah gak masalah Al, pembangunan perizinan okey.... Tapi nanti mampu gak kamu memegang itu semua? gak mudah lho Al, soalnya Abah sendiri merasa gak mampu memegang sekolah BNT saat ini, karena kesibukan Abah di sini yang gak kelar kelar, dan terpaksa Abah titipkan pada pihak sekolah saja agar tetap bisa berjalan" tanggap Zain memberi pertimbangan Al


" Coba kamu pikirkan lagi mateng mateng, tetapkan kemampuan dulu, untuk tetap bisa istiqomah gak? udah di istikharohi belum untuk meminta petunjuk sama Allah" tambah Jihan memberi wejangan


" Ya kalau kayak gitu pastinya sudah Mi', Al Insyaallah mantep dengan keputusan Al" jawab Al mantap


"Bagus... sangat bagus, tapi tujuan utamamu apa ingin mempunyai itu," tanya Zain lagi


" Ya Al ingin mengembangkan pendidikan agama, terlebih Al Qur'an di sini, dan memberi lowongan pekerjaan bagi santri santri yang lulus dari pesantren Mbah Umi, serta membentuk generasi pecinta Al Qur'an yang makin banyak lagi," jawab Al yang memang cukup bagus pemikirannya dan sangat mulia cita citanya


Zain mengangguk sambil menoleh pada Jihan yang ada di sebelahnya,


" Gimana mi?" tanya Zain dengan merangkul pundak Jihan


" Ya gimana lagi? kembali ke komitment kita lagi, mendukung apa kemauan anak kita selagi itu hal positif" jawab Jihan gak pernah mau memaksa anak


" Terus apa yang harus Abah bangun Al?" tanya Zain lagi


" Cukup gedung asrama putra putri sama gedung dan aula kampus saja, " jawab Al seperti minta martabak special saja untung anak sultan,


" Enak ya bang..... Terus lokasinya di mana?" nyinyir El


"Karena dia mau meneruskan untuk lanjutan MA ya Abah bangunkan di sekitar BNT aja, dekat taman situ, masih ada tanahnya, sekalian ya Al, nanti bukan hanya kampusmu aja yang kamu pegang, tapi semua yayasan sekolah BNT, abah gak mau tau itu, itu kemauanmu sendiri" jawab Zain justru memberi amanah lebih pada Al


" Kamu habis ini mau kuliah jurusan Apa El?" tanya Jihan pada El


" El ngikut Umi aja, yang sudah ada gedungnya " jawab El apa adanya

__ADS_1


" Terus yang nerusin bisnis Abah siapa dong?" ucap Zain karena paling banyak adalah di bidang bisnis syariah


" Nanti biar anak saya aja ya pak Zain, sekalian di jadikan pewaris gak apa apa saya Ikhlas " ucap Irfan dengan penuh percaya diri, saat masuk ruangan Zain


__ADS_2