Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pacaran


__ADS_3

" Bah...." panggil Jihan lagi


" Iya Mi... El ke BNT, jadi Umi lanjut kerja aja dulu apa yang harus di lanjutkan" jawab Zain tetap santai dan menahan rasa takut pada istrinya


" Ya Allah Bah... gimana sih? kenapa bisa ke BNT, orang Tuh seharusnya praktek Bah bukan malah ke Sekolah" ucap Jihan kembali ngomel


" Tau Mi, Tau... Tapi Umi gak lihat tadi muka El kayak mana? Abah gak tega lihatnya, Diem terus, " jawab Zain apa adanya


" Itu drama dia aja kali Bah, ngambek biar di bolehin ke BNT" Jawab Jihan lagi


" Ya makanya itu Abah gak tega" jawab Zain yang enggan untuk di diamkan anaknya, jangankan anaknya dia udah kapok 3 tahun di diamkan Jihan


" Terus kalau kayak gini gimana? " tanya Jihan kesal sudah menunggu lama


" Ya udah nanti malam kan mau praktek juga dia, Umi lanjut aja sama pasiean Umi" jawab Zain santai tanpa mau repot banyak mikir


" Kalau malam Umi udah pulang Bah, gak kerja malam, kalau siang kan pas Umi praktek jadi sekalian" jawab Jihan karena El sudah menyalahi jadwal kerjanya


" Ya udah sekarang Umi pulang deh tak jemput bobok cantik sama Abah di rumah, malam nanti kalau mau nemani El praktek" jawab Zain malah menggoda Jihan


" Itu mah maunya Abah, baru aja sampai" cibir Jihan dan Zain di seberang sana makin tertawa ngakak


" Kebiasaan anak itu tuh, sengaja milih rumah sakit sendiri biar bisa seenak udelnya kalau mau praktek" tambah Omel Jihan karena kesal


" Ya gak apa apa, Orang Uminya punya rumah sakit kok, ngapain cari yang lain bayar lagi" jawab Zain makin santai


Dan kemungkinan El setiap bulan di semester berikutnya juga akan ambil praktek di sana terus, karena memanf paket Yang El ambil untuk kuliah itu cuman 2 semester materi, selanjutnya praktek di rumah sakit atau magang


" Abah Jamput ya, " goda Zain sengaja


" Enggak... Lanjut kerjaan masing masing" jawab Jihan nyolot Zain makin ngakak


" Kurang semalem berapa Ronde?" tanya Jihan lagi di sela tawa Zain yang makin menjadi


" Kalau itu gak ada lebihny Mi, kurang terus, gimana masih mau kasih lagi?" jawab Zain terus menggoda


" Abah... Udah ah.. Umi mau lanjut lagi, tanggung jawab ya Kalau El malam nanti males praktek, Abah yang harus gantiin praktek" ucap Jihan mengancam

__ADS_1


" Okey siap... Abah siap kalau cuman praktek di Ranjang" jawab Zain jelas dan Jihan langsung menutup panggilannya tentu dengan salam sebagai penutupnya


Jihan merasa geli aja kalau suaminya terus bsrkata seperti itu, apa lagi kalau di sambungan telfon makin geli rasanya


Di sisi lain El masih menikmati perjalanan paginya menyusuri padatnya jalanan kota, ya banyak pegawai pedagang dan pengguna sepeda motor dan mobil yang memenuhi jalanan kota


Hati El merasa bahagia di kala waktu yang akan mempertemukannya dengan teman Onlinenya


Kebetulan Hari Ini El juga sudah janji sama Zula untuk mengunjungi ke BNT,, Karena Posisi Zula yang masih di rumah dan belum kembali ke Pesantren cukup bebas untuk berkomunikasi dengan El


Setibanya di BNT anak anak sekolah masih di lapangan untuk upacara hari senin, dan Zula juga ikut serta pastinya di barisan para murid BNT


Al yang sudah berangkat duluan justru tidak ada di sana, karena Al masih ada jam di PTIQ


Kedatangan El di sambut oleh beberapa guru yang ngajar, dan El di arahkan langsung ke Kantor agar untuk penghormatan


Bukannya El duduk anteng di dalam kantor malah justru keluar klayapan dan mencari siapa tujuan utamanya di sana


Sebagian murid tadi sempat mengetahui kedatangan El, dan cukup terpesona dan gak kalah ganteng dengan Al


Ya Zula... El melihat Zula yang justru duduk cantik nan manis di bawah pohon sambil mengipas ngipasin lembaran kertas pada wajahnya


El langsung mengembangkan senyumnya lebar dan berlari turun menghampiri cewek idamannya itu


Pemberian nasehat oleh pihak dewan guru masih berlanjut, dengan santainya Zula asyik pada kertasnya yang terus di kipat kipatkan


Takut ketahuan?? Oh jelas tidak, takut di adukan sama murid lain?? Apa lagi, justru mereka enggan menegur Zula, apa lagi sekarang Zula jadi murid kesayangan Bapak Al, pemilik yayasan, yang setiap kali menemani makan siang murid emasnya


Bukan merasa gimana? Zula masih sama, enggan peduli sama orang yang dulu gak peduli dengannya


" Masyaallah... Indah kali lah nih...." ucap El saat sudah berada di dekat Zula


Zula menghentikan kipasnya dan memutar kepalanya sedikit ke kanan dan


" Astagfirullahal adzim .." ucap Zula sambil melototkan matanya


" Assalamualaikum.." ucap El ramah

__ADS_1


" Waalaikumsalam.." jawab Zula sambil cengengesan


" Santuy kali lah.... Duduk manis bawah pohon, sambil kipas kipas, gak mainan ponsel sekalian?" ucap El yang duduk di sebelah Zula


" Ck... Apaan sih, nakal nakal gini gue masih punya etikot gaes, masih menaati peraturan bestie, gak bawa ponsel saat kegiatan sekolah" jawab Zula santuy yang memang sudah akrab dengan El


" Cantik... Aslinya" ucap El memuji Zula yang biasanya tau fotonya lewat ponsel


" Lebay...." jawab Zula santai


" Jadi loe selama ini pake Filter ya,? Gantengan di foto kali" ucap Zula mencibir El


" Ah masak.... segitunya kali filternya ya.." jawab El sambil mengelus mukanya


" Hihihi... canda kali... apa lah fisik nomer belakangan" jawab Zula sambil cekikikan dan membuat beberapa temannya menghadap padanya


Dari dewan guru gak ada yang tau kelakuan Zula saat upacara karena penuhnya murid dan bahkan ribuan membuat Zula yang cantik jelita dan babtel ini ketutupan oleh para jangkung di depannya


" Apa kabar gaes?" tanya Zula di hadapan El


El sebenarnya sudah deg deg ser jantungnya melihat cewek idamannya di depan mata, berbeda dengan Zula yang menurutnya terbiasa karena merekansering berkawan online


" Masih sama dengan kabar semalam baik baik saja" jawab El sambil menampilkan gigi gingsulnya ya g jarang terlihat orang


" Wih... Manis gaes gingsul" puji Zula yang terpesona dengan senyum gingsul El


El malah langsung menutup senyumnya karen malu dengan giginya yang justru menurutnya gak rata


" Kok di tutup senyumnya" ucap Zula to the poin


" Takut loe terkesima dan kebayang bayang kemanisan wajah gue" jawab El penuh percaya diri


" Widih.. Pede gaes, tapi bener lho gue terpesona sama senyum gingsul loe yang membuat gue klepek klepek" jawab Zula tanpa sensor


Ya Zula yang biasa ngegombal dengan teman onlinnya tentu terbiasa dengan kata gombal yang tidak pernah ada di dunia nyatanya dan baru kali ini


" Oh ya... Kalau gitu kita pacaran aja yok" ajak El tanpa basa basi dan to the poin

__ADS_1


__ADS_2