Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Bandingkan


__ADS_3

Abang Yasmin terus memerhatikan Al yang menghampiri Zula,


Dia terasa sangat malu mendengar jawaban Al yang ternyata adeknya sendiri yang salah, diapun kembali keluar untuk menghampiri Yasmin yang masih merenung di luar sana


" Udah gak usah nangis" ucap Abangnya tiba tiba


Kemudian dia menggandeng Yasmin untuk di ajak pulang


Ya Yasmin anak gadis yang cukup manja pada abang abangnya, dan juga abahnya, dia selalu mendapat perhatian ketat dari abang abangnya


Kini dia udah sampai di bastcam mall dan sudah masuk ke mobilnya


Di perjalanan Yasmin masih belum bisa melupakan apa yang dia lihat tadi, kemesraan antara Al dan Zula


" Kamu yang mutusin Al?" tanya Abangnya pelan


Yasmin langsung menoleh padanya cepat


" Abang tau dari mana?" tanya Yasmin cepat


" Tadi Abang panggil Al, dan sempet juga marah sama Al, karena Abang rasa Al selingkuh dari kamu, dan Al jelasin kalau kamu yang mutusin Al" jawab Abang Yasmin bercerita


Yasmin tertunduk dan tidak berani menatap Abangnya kembali


" Kenapa?" tanya Abang Al meminta kejelasan


" Kenapa kamu putusin Al?" tanya Abangnya lagi


Yasmin masih diam dan makin berkucuran air matanya, karena dia sendiri gak yakin dengan alasannya dulu, dan bahkan dia sekarang juga sangat menyesali keputusannya


" Yasmin.." panggil Abangnya lagi


" Kenapa sih Bang? salah kalau Yasmin mutusin Al, karena dia anak kyai? tapi buktinya dengan Mudah dia mendapat ganti Yasmin, " jawab Yasmin jengkel, karena Yasmin masih terbakar api cemburu


Dia masih mengira kalau Al begitu mudah menemukan pengganti dirinya, sedangkan dia sama sekali bekum bisa move on dari Al sama sekali


" Abang Tanya kenapa kamu putusin Al, ada masalah apa? apa alasannya kok malah marah gitu di tanya" jawab Abangnya meluruskan


" Kalau Al dapat pengganti cepat emang apa masalahnya dengan kamu? otu urusan dia kali yang pengen nikah muda, kan udah gak ada hubungannya sama kamu" jawab Abangnya membela Al


" Kok Abang bela Al sih, " bantah Yasmin kesal lama lama


" Ya bener kan? dan kamu juga kenapa harus nangis kalau emamg sudah putus dengan Al, kamu cemburu ?kamu gak terima? Kamu masih sayang?" jawab Abangnya lagi mulai perdebatan


Yasmin sama sekali tidak memberi jawaban, dan terus diam dengan Hati yang makin dongkol

__ADS_1


" Kalau udah putus lama kenapa gak cerita? apa masalahnya? jadi kan kita semua juga gak salah faham, yang sering menanyakan hibunganmu dengan Al, Abi yang sangat berharap menantu kesayangan seperti Al, seperti Abang tadi gak tau apa apa karena kamu gak cerita jadi Abang yang marahin Al, dan ternyata kamu sendiri yang mutusin Al, salah juga kan Abang, menyalahkan orang yang ternyata sudah tidak ada hubungan apa apa dengan kamu" ucap Abangnya panjang dan Yasmin tetap diam dan kembali menangis


" Gak usah di tangisi, Al sudah punya bini, itu tadi istrinya, dia sudah bahagia, dan kamu waktunya move on, itu jalan dan keputusanmu sendiri" tambahnya memberi solusi


Mendengar kata istri atau bini Al, Yasmin justru semakin menjadi tangisannya, dia antar percaya dan enggak, dan hatinya seolah gak terima dengan kenyataan yang Al ternyata sudah menikah


Hatinya sangat sakit , lebih sakit dari pada mutusin Al waktu itu, tapi benar kata abangnya itu bukan hak dia lagi, dia sudah gak ada hubungan dengan Al lagi


" Tuh kan bang, Yasmin baru beberapa bulan mutusin dia, dia langsung dapat gantinya bahkan sudah menikah dan itu tadi istrinya, macem lah dia cantik makamya Al berpaling dari Yasmin, itu artinya kalau dia memang sudah punya yang lain saat kami masih punya hubungan, dia selingkuh di belakang Yasmin Bang" cerocos Yasmin karena saking jengkelnya dengan Al


" Eh.. Gak boleh suudzon gitu dong, gak boleh syirik" bantah Abangnya lagi


" Itu terbukti bang, gak mungkin kan kalau dia taaruf langsung sayang dan mesra mesraan seperti itu, mereka udah mwnjalin hubungan lama pastinya" bantah Yasmin masih sangat belum terima


" Sedangkan saat sama Yasmin aja dia gak pernah seperhatian dan sesayang seromantis itu tadi" tambahnya malah membanding bandingkan


" Karena kalian belum mukhrim, Al menjaga, kalau sekarang mereka sudsh halal kan sah sah aja, mau di apa apain, itu hak dia Yas, bukan urusanmu" jawab Abangnya tetap berusaha meredakan Yansin


" Tapi Yasmin gak terima bang, Yasmin sakit hati, Yasmin gak rela, Al sama yabg lain," jawab Yasmin keras tanpa sadar dan meluapkan isi hatinya


" Yasmin sayang sama Al, gak bisa move on dari Al" tambahnya lirih dan tersandar di pundak Abangnya


Abangnya spontan mengelus pundak Yasmin lembut dan merangkulnya juga sambil tersenyum kalau adeknya memang masih sayang dengan Al


Di sisi lain, Al dan Zula sudah puas main salju, dan ternyata waktu sudah sore, mereka akan pulqng, tali sebelum pulang mereka mau mampir makan dulu dan nongkrong bentar lah untuk ngisi perut dan saling curhat juga


" Oh ya Abang tadi jumpa siapa sih?" tanya Zula sambil menyendok ice cream yang sudah di pesannya


" Oh.. Tadi toh pas di wahana salju?" tanya Al balik


" Iya, kan katanya Loe gak qda kawan di Jakarta, kok ada yang kenal" jawab Zula masih lahap dengan ice creamnya


Padahal saat main salju dia bilang gak mau minum es, karena hawanya yang sangat dingin, tapi sekarang justru mesen semangkok ice cream, tanpa boleh di sendok Al


" Oh.. itu Mantan calon kakak ipar" jawab Al santai


" Haa... Yang bener? terus mantan iku gak mantan?" tanya Zula kepo


" Sepertinya ikut, karena kata Abangnya tadi dia nangis lihat kita jalan berdua" jawab Al sambil menyolek saus dengan kentang gorengnya


" Wah salah faham itu bang" jawab Zula cepat


" Sepertinya" jawab Al singkat


" Kasian dong, terus Udah loe jelasin sama mereka kalau gue adek loe?" tanya Zula dan Al menggelengkan kepala

__ADS_1


" Males lah, untuk apa? Udah mantan juga kan?" jawab Al makin santai


" Yah terus terus?" tanya Zula lagi


" Awalnya gue di labrak sama abangnya karena bikin dia nangis melihat gue jalan romantis sama elo, gue tanya balik kenaoa harus menangis, dan juga jelasin kalau gue udah putus, dan adeknya yang mutusin" jawab Al bercerita


" Kalau sampai nangis berarti dia masih sayang sama Elo bang, kenapa gak loe samperin aja sih tadi tuh cewek, ajak balikan lagi gitu" ucap Zula yang paling tau soal perasaan dan kepekaan cewek


" Males" jawab Al singkat


" Kok gitu, loe udah gak sayang sama dia?" tanya Zula kepo


" Gue gak tau gimana lerasaan gue ke dia saat ini, " ucap Al


" Karena saat gue jumpa sama elo, hanya elo dan Umi sosok wanita hebat yang gue kenal, dan kalian milik gue dunia akhirat, dan setelah gue di putusin Dia tanpa sebab, gue pikir semua cewek kalau udah bosen itu gak jelas" jawab Al dengan pimirannya sendiri


" Gue lagi males mikir cewek sekarang Zul, saat ini gue masih mau menikmati kebersamaan gue sama Elo sama Umi, yang kuat berjuang dalam kehidupan, Gue mau nyenengin Elo, Elo adek gue yang sudah gue biarin hidup sendiri dari bayi, gue merasa bersalah banget jadi Abang pertama yang tidak bisa menjaga Elo, " jawab Al membuat Zula terharu banget


Reflek Zula langsung menggenggam tangan Al, dan menciumnya lembut


Zula rak bisa lagi membendung air matanya lagi, guru nyebelin yang cerewet banget saat merayunya, dengan gaya kakunya dok di melbut lembutin, yang sering dia bully saat di meja makan justru diam diam sangat peduli kepadanya, bahkan di sekolah kalau mau jajan selalu memanggil nama Zula dulu untuk di ajak barenh, padahal jalau di mobil mereka seting kali berdebat, dan terkadang Zula memilih pura pura tidur


" El dari bayi udah sama Abang, kami berpisah mulai dia masuk SMA dan gue kuliah di luar negri, dan kamu adek perempuan abang satu satunya, dari bayi kita udah di pisahkan, dan di temukan lagi dengan sebuah perasaan yang gak bisa di gantikan," tambah Al makin membuat Zula nangis terisak


" Makasih Abang " jawab Zula terharu dan Al berdiri dan memeluk Zula


" Jangan suruh Abang nikah dulu ya, loe masih mau kan kencan dengan Abang, loe masih mau ken menutupi ke Jombloan abang ini, kita sama sama bikin seisi dunia baper" ucap Al dan Zula hanya menganngguk dan kembali memeluk Al


Di tengah tengah pelukan mereka pesenan mereka akhirnya datang, dan Al dan Zula kembali duduk bersama dan menikmati hidangannya


" Dulu Zula sempat berfikir, apa nanti sampe mati gue akan sendiri? tanpa punya saudara, dan gak ada yang peduliin sama gue" ucap Zula bercerita


" Suut... Udah gam usah di bahas kita makan aja dulu, habis itu nanti Tolong Abangnya di ajarin belajar sosmed ya, biar pinter jadi seleb kayak Loe sama El" ucap Al yang sangat cuper masalah sosmet


" Gue promoin aja nanti banyak yang follow aman" jawab Zula santai sambil mengunyah makanan


Di tengah makan mereka, tiba tiba ponsel keduanya berbunyi keras dan mereka kompak mengangkat


" Assalamualaikum Bah" ucap Zula


" Assalamualaikum Mi " Ucap Al


Karena Zain dan Jihan mengira kalau Zula masih sama El, karena El telfon El gam di angkat


" Apa?" kaget keduanya sama sama kompak

__ADS_1


__ADS_2