Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Memanusiakan manusia


__ADS_3

Mendengar penuturan Uminya yang secara tiba tiba El langsung melotot dan


Uhuk.... Uhuk.....


El terbatuk akibat dari tersedak makanan yang masih dalam mulutnya,


Pasalnya Uminya datang secara tiba tiba, tanpa mengabari terlebih dahulu sedangkan dia selama sebulan ini sudah tidak tinggal di apartemant lagi


Kalau Jihan di jelaskan memang sepertinya agak bisa mengerti, dan memahami, tapi kalau Zain, jangan tanya penyesalannya sewaktu El kecil masih terus menghantuainya,


Bisa bisa nanti El langsung di tarik lagi dari masjid, dan gak boleh lagi tinggal dan kerja di masjid,


Ya walaupun Zain juga tau pahala perjuangan untuk agama itu luar biasa, tapi Zain gak mau anaknya tinggal di masjid, dan ingin memberi yang terbaik untuk anak anaknya


Kalau Jihan, kemungkinan lebih setuju karena dari kecil dia juga tinggal di area masjid, karena bapaknya juga seorang marbot masjid


" Pelan pelan El... Kamu lagi sarapan ya?" omel Jihan kembali keluar


" Huk.. huk... Iya Mi...Bentar El minum dulu" jawab El sambil meneguk Es teh manis yang dia pesan


" Umi kok dadakan gini sih, mau ada acara apa Mi?" tanya El setelah minum


" Ck.... Kamu gimana sih, lusa Abang kan Wisuda, kemaren Umi kan juga udah bilang sama kamu" jawab Jihan di seberang sana


Ya Lusa Al memang Wisuda, dan El juga sudah di kabari, cuman El mungkin terlupa karena kemaren seharian El sibuk di masjid karena hari Jum'at dan juga sibuk di depan ponsel untuk acara mingguan Live Dari Zula


" Ya Allah ya Robbi... El lupa Mi.... padahal udah mengajukan surat izin lho ke kampus " jawab El yang terlupa


Kemaren El sudah mengajukan untuk Cuti selama 10 Harian karena mau ke Mesir, dia sendiri belum pernah terbang ke sana selama Al kuliah di sana


Saat Wisuda S1 kemaren El juga gak ikut karena masih di sekolah dan pesantren, kalau umroh udah pernah tapi belum ke Mesir


Padahal El sebelumny juga udah izin sama pihak Masjid, kalau mau ada acara di kampung, makanya pembagian ifroh di percepat karena Menurut Dani bisa untuk tambahan uang saku buat El di kampung


" Ya makanya... Kamu sekarang di mana Nak??" tanya Jihan lagi mengulur dadanya supaya sabar


" Di kampus.." jawab El cepat


" Orang udah mengajukan surat perizinan cuti kok ke kampus," jawab Jihan heran


" Namanya juga lupa Mi... Ya Udah El pulang lah" jawab El santai sambil berdiri

__ADS_1


" Mau kemana?" tanya Cinta dan samudra kompak


" Pulang, gue lupa udah mengajukan surat izin cuti" jawab El dengan senyum nyengir


" Bayar sendiri nanti ya, sekalian punya gue" ucap El sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dompetnya


" Nih...." ucap El lagi sambil menyodorkan uangnya


" Eh... Kebanyakan ini, " elak Cinta cepat


" Untuk saraoan kalian besok lagi" jawab El sambil mulai melangkah


" Gue pulang dulu ya..." tambah El dengan ponsel yang masih menempel ditelinganya


" Iya ya Mi... El pulang sekarang" jawab El cepat karen di balik sambungan telfonnya Jihan terus ceramah dan ngomel pada anak ke 3nya itu


El melewati mantan temannya dengan gaya santainya, tanpa may menyapa pada teman yang kerjaannya cuman memanfaatkan dirinya saja


Di bandara Zain masih santai duduk di salah satu cafe sambil menunggu istrinya yang masih ngedumel dengan anaknya yang terlalu cuek dan santai itu


Zain masih menikmati secangkir teh yang di sediakan di sana, sambil mengotak ngatik ponselnya


" Jemput Umi sama Abah sekalian ya El" ucap Jihan sebelum mengakhiri panggilannya


" Emang dia di mana sekarang mi? " tanya Zain santai


" Masih di kampus Bah, orang pelupa kok" jawab Jihan lagi


" El El.... " Ucap Zain menggelengkan kepalanya


" ya udah kita santai aja di sini, " jawab Zain menarik pinggang Jihan lebih mendekat padanya


" Kasih ponsel pada Abah dong Mi" ucap El pada Jihan


El masih bising dengar omelan Uminya, yang pastinya kalau sama Abahny mungkin bisa santai


" Ada apa Emangnya?" tanya tanya Jihan cepat


" Kenapa?" saut Zain


" Entah nih... mau ngomong sama Abahnya " jawab Jihan sambil memberikan ponselnya pada Zain

__ADS_1


Zain menerima dan langsung menempelkan pada telinganya


" Gimana nak" tanya Zain seketika


"Jam terbang ke Mesir kapan bah?" tanya El


" Besok pagi, makanya Abah mau ke Apartemant dulu" jawab Zain santai


" Kalau besok apa gak capek nanti sampe sana Bah, sedangkan Abang juga kan lusa Wisudanya, Abah sama Umi udah tua lho, jangan capek capek" ucap El padahal dia gak mau kalau abah Uminya mampir ke apartemant yang sudah kosong


" Hem..... Kamu merendahkan Abah sama Umi? tua gini berjiwa muda El" jawab Zain bergurau


" Iya tau..... Tapi kan harus di jaga staminanya jangan boros boros, nanti capek El yang gak bisa jalan jalan" jawab El santai


Awalnya El juga gak mau ikut, karena ini permintaan Al yang gak akan kembali terulang, karena habis ini mau langsung pindah ke Indonesia


Dan sekalian main ke rumah Aisyah yang sama juga belum El sambangi,


Tapi kalau kuliah masih boleh Cuti, berbeda dengan Il yang tidak bisa ambil cuti dan malah ketinggalan pelajaran nantinya


" Okey Abah Faham.... Kamu mau cepet cepet jalan jalan di sana kan?" tanya Zain langsung menebak


" Hehehehe...." jawab El sambil tertawa


" Jadi maunya gimana?" tanya Zain makin santai


" Penerbangannya di pindah hari ini saja, El langsung nyusul ke bandara" jawab El cepat


El tau kalau minta sama Uminga harus pake omelan panjang, tapi berbeda klau minta sama Abahnya, yang seketika pasti langsung di kabulkan


" Okey.... Abah pindah penerbangannya ya... Biar abah tanya ke loket dulu" jawab Zain serasa berdiri


" Mau kemana?" tanya Jihan cepat


" Sebentar sayang..." jawab Zain dan langsung berjalan ke arah loket yang tak jauh dari cafe tersebut


Zain menanyakan perihal penerbangan untuk Ke Mesir hari ini, sekalian mau tanya kapan berangkatnya dan masih ada kursi enggaknya


Karena Zain tidak menggunakan jet pribadinya, karena masih di bawa anak buahnya untuk menghandel pekerjaannya di luar negri, siapa lagi kalau bukan Irfan


Jadi Jihan dan Zain memilih menggunakan pesawat umum yang sama dengan lainnya

__ADS_1


Jihan dan Zain tidak pernah mempermasalahkan tentang fasilitas pribadinya selagi masih di bawa orang lain


Bagi dia memanusiakan manusia tanpa tekanan itu penting, apa lagi pada para pembantu asisten dan juga karyawannya itu nomer 1 bagi mereka, karena mereka juga tidak akan pernah sukses kalau tidak ada anak buah dan karyawan yang membantunya


__ADS_2