
Zula sempat berhenti sejenak dan menatap Al heran, dan lanjut
" Hahahahahaha.... Yang bener aja elo" tawa Zula langsung meledak
Dia mwrasa lucu aja, yang bener aja pikirnya seorang Al yang memiliki peraupan lumayan ganteng, deqasa kaya dan seorang pemilik yayasan besar gak punya cewek
" Kok ketawa serius gue" ucap Al menghentikan tawa Zula
Sebenarnya Al cukup kaget juga tadi, seorang Nazula yang sangat kaku judes cuek dan sinis, mendadak tertawa di saat dia menembaknya
Seneng lihatnya, tapi kok sakit hatinya, seolah di anggap bercanda, awalnya mau bercanda, tapi perasaan Al kok gak bisa di bohongi karena ada ketertarikan dengan Zula juga, alias dia juga suka beneran sama Zula
" Hahaha... Yang bener aja? sorang pemilik yayasan sekolah terbesar di sini, adalah jones, jomblo ngenes yang tiba tiba menembak anak kecil seperti gue" ucap Zula keluar jiwa dirinya yang sebenarnya
Cerewet ceria dan suka bercanda, cuman hanya ada di kehidupan dunia maya,
" Emang salah ya kalau gue suka sama Elo?" tanya Al mulai serius
" Salah... Salah besar" jawab Zula cepat
" Kenapa? gue bukan cowok breng sek, dan bukan juga cowok nakal, terus apa salahnya, gak bencong juga kan?" jawab Al meminta alasan Zula menolaknya
" Iya karena gue gak suka sama elo" jawab Zula cepat
Zula memang tidak akan pernah menerima cowok manapun sebelum dia menemukan cinta pertamanya,
Ya cinta pertama seorang anak laki laki adalah ayah, sedangkan Zula sama sekali belum mengetahui siapa ayahnya, siapa cinta pertamanya saat matanya melihat dunia
Bukan hanya Al saja yang pernah menembak Zula, bukan berarti Zula yang selalu berkumpul dengan anak cewek di sekolah BNT dia juga gak pernah ketemu cowok
Itu salah, di luar pesantren, dia juga punya grub punya teman haeling yang biaanya menemani dia piknik muncak dll
Tak jarang dari mereka saat pertama berjumpa sering kali terkesima dan jatuh cinta pada Zula
Selain cantik ceria jelita dan kaya, siapa sih yang gak tertarik padanya, bayi baru lahir aja mungkim bisa jatuh cinta padanya
Seorang El Musthofa aja langsung oenasaran dan jatuh cinta, begitu juga dengan Al yang gak mau lama lam jomblo setelah putus dengan Yasmin
__ADS_1
Al mengerutkan keningnya dan kemudian mendekatkan wajahnya pasa Zula, dan menatap Zula serius
" Okey... Itu mudah, beri gue kesempatan untuk membuat elo jatuh cinta sama gue, dan menjadikan elo sebagai JODOH DUNIA AKHIRAT gue" ucap Al serius dan Zula cukup gugup mendengarnya
" Heh.... Elo yang bener aja, elo tau stts gue gak jelas, emang elo mau dan elo gak malu sama stts gue yang gak ada wali?" tanya Zula kembali serius
Al langsung tersenyum pada Zula, dan makin yakin dengan apa yang Al pikirkan selama ini, Zula gak percaya diri dan masih berat dengan dirinya yang tidak tau siapa walinya nanti, siapa ayahnya yang pastinya akan menjadi pertanyaan besar bagi orang orang nantinya
" Enggak... Kenapa malu??" tanya Al balik
" Keluarga Elo keluarga terpandang, keluarga nomer 1 di daerah sini maupun di daerah elo juga, Abah Elo di kenal banyak orang, dan di saat elo mau nokah sama gue, yang stts gue gak pasti, dan mungkin hanya walikan oleh hakim, apa kata orang lain?? apa kata orang diluaran sana, yang ada gue bikin malu dan menurukan reputasi keluarga elo" jawab Zula panjang dengan alasan yang pastinya jadi pertimbangan berat
Bahkan Zula gak pernah percaya diri tentang siapa dirinya, gak percaya pada siapa nanti jodohnya
" Gue akan temani Elo mencari cinta pertama Elo, dan jadikan gue cinta kedua elo setelah bapak loe" jawab Al makin serius
Zula cukup terharu dengan ucapan Al, cuman Zula masih belum yakin dan gak pernah akan buka hatinya pada siapapun sebelum berjumpa dengam ayahnya sendiri
" Udah lah, gue gak mau seperti itu, cuman berharap pada hal yang gak pasti, " jawab Zula menyudahi obrolan yang cukup membuatnya Mellow
" Sorry gue gak bisa terima elo, " tambahnya lagi sambil berdiri
"Assalamualaikum..." ucap Zula pamit dari hadapannya
Cuman sebelum Zula pergi Al menghentikan sejenak langkah Zula
" Gue minta nomer Elo" ucap Al cepat sambil menggenggam tangan Zula
" Lepas dulu" ucap Zula kembali ke mode awal
Seketika Al langsung melepas dengan cepat karena tadi dia reflek menggenggam tangan Zula, untuk tidak banyak dan bahkan tidak ada yang melihat, kalaj sampai ada yang ngekihat berabe karena itu di area pesantren
" Izinkam gue untuk menemani hari harimu, dan izinkan gue untuk menemanimu di hari hari sepimu" ucap Al dengan wajah melas dan cukup serius
Zula makin gak tega, karena benar selama ada Al di BNT dia merasa ada teman ada orang yang peduli sama dirinya
Tangan Zula terulur padanya, bermaksud meminta nomer ponselnya
__ADS_1
" Apa?" tanya Al bingung
" Ponsel, mau minta nomer ponsel kan?" jawab Zula dan Al tersenyum
Al merogoh ponselnya yang ada di dalam sakunya, dan memberikannya pada Zula
Zula menerimanya dan mengetik nomernya pada layar ponsel Al, dan mengembalikannya kembali, tak lupa tadi Zula memberi nama Nazula pada kontak di ponsel Al
" Okey gue balik dulu" ucap Zula lagi
" Thanks, dan ibgar dalam keluarga gue gak pernah pandang stts seseorang" ucap Al kembali meyakinkan Zula
Zula tersenyum tanpa menjawab lagi
" Okey, ponsel Loe kalah keren dari ponsel gue, ganti dulu deh, biar gak oleng" jawab Zula bercanda dan langsung pergi
" Assalamualaikum..." ucap Zula sambil tersenyum meninggalkan Al
" Waalaikumsalam..." jawab Al yang juga senyam senyum sendiri karena merasa di respon lumayan baik dari Zula,
Setidaknya lebih baik dari sebelumnya, di tambah mendapat bonus nomer ponsel,
Hingga akhirnya di jam setengah 1 malam Al sampai di rumahnya, setelah 1 jam perjalanan setelah acara di pesantren Zula selesai
Setelah memasukkan mobilnya di garasi, Al langsung masuk ke dalam rumahnya melalui pintu garasi yang terhubung ke rumahnya
Al menghidupkan lampu tengahnya, dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum
Ternyata di sana ada Abahnya yang sama sama sedang minum air sejuk dari dispenser miliknya
" Assalamualaikum Bah..." ucap Al sambil meraih tangan kanan abahnya untuk bersalaman
" Waalaikumsalam... baru pulang?" tanya Zain sambil duduk di kursi meja makan
" Iya barusan" jawab Al mengambil gelas dan dan menuangkan air dari dispanser juga
" Gimana acaranya? siapa yang ceramah tadi?" tanya Zain pada Al
__ADS_1
" Entah lupa" jawab Al yang terlalu fokus ngobrol dengan Zula tadi,
" Kok Lupa, Kamu ngapain aja di sana tadi Al?" kaget Zain heran pada anak sulungnya itu yang mendadak tidak respon pada suatu acara