Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Royal sama anak


__ADS_3

Jihan mencep saja mendengar ucapan anak bungsuhnya itu, bisa aja kalau ngomong ibunya gak laku kalau gak ada yang sakit


" Terus menurutmu, dan ke inginanmu setiap hari harus ada yang sakit biar Umi laku terus gitu?" tanya Jihan sengaja menggoda Il


" Ya kan gitu yang di inginkan para petugas medis" jawab Il santai


" Ngawur..... Petugas Medis juga pengen semua pasiennya cepet sembuh nak... Gak mau juga lama lama sakit , kasian" jawab Jihan mendekap Il Makin erat


" Kita menjadi dokter untuk menolong sayang, bukan untuk cari keuntungan..." jawab Jihan lembut dan Il juga tersenyum dan mengangguk


Il memamg begitu orangnya, crewet dan hamble, tapi dia tidak bisa di sakiti, kalau dia tidak salah, tapi di sakiti, di siti dia akan brontak, dan gak akan pernah trima dan tidak akan pernah mau mengenal lagi


Berbeda dengan Jihan yang di sakiti masih bisa memaafkan, karakter mereka berbeda, Kalau Jihan justru senang di buat mainan, tapi beda dengan Il yang enggan bercanda dengan musuhnya


" Kalau Aku besok gak mau kuliah di jurusan kedokteran" ucap Il tiba tiba


Jihan mengerutkan keningnya dan dalam hati bertanya tanya


" Kenapa?" tanya Jihan balik


" Aku mau jadi pembisnis, syukur syukur menjadi pembisnis poperti, yang mempunyai perumahan, Villa ataupun Hotel mewah seperti ini" jawab Il merancang masa depannya


" Gak pengen jadi Guru ngaji atau punya pesantren saja?? Kan dari kecil di pesantren? " tanya Jihan membalikkan semua angan angan Il


" Gak.....Aku bahkan gak mau menjadi seorang priyayi, yang harus di pandang sempurna bagi semua orang, yang harus terjaga sikapnya, dan gak bebas lah, " jawab Il yang suka kebebasan dan gak mau di atus kehidupannya


Il sama dengan Jihan yang suka cari pengalaman, bahkan dirinya sering kali mendaki gunung saat liburan pesantren, dan seneng berpetualang dsn liburan


Bocah cerdas lincah aktif, itulah sosok IL, bahkan selain mendaki gunung, Il juga punya hobi menyelam, walau dirinya juga tak pandai mengendarai kendaraan seperti motor maupun mobil, seperti Jihan dulu


" Jadi maunya gimana?" tanya Jihan pada Il


" Ya itu tadi menjadi pembisnis saja, gak harus properti yang penting jadi pengusaha " jawab Il semangat

__ADS_1


" Amin....." ucap Jihan mengaminkan doa anaknya, sebagai sebuah dukungan


" Umi mendukung kan.???"


" Tentu sayang...... Umi akan selalu mendukung masa depan dan keinginan anak Umi" jawab Jihan mantap


" Makasih Umi......" jawab Il sambil memeluk Jihan erat sama halnya dengan Jihan yang memeluk Il tanpa melepas sama sekali


Il anak sulung kesayangan Jihan, sedari dia lahir sampai saat ini Jihan sendiri yang selalu menangani Il saat sakit, yang selalu merawat Il dalam masalah kesehatan, kecuali dulu waktu Jihan sedang kuliah di Inggris yang cukup 1 tahun meninggalkan buah hatinya


Jadi Bisa di katakan Il akan sembuh dari sakit kalau udah di pegang sama tangan Uminya sendiri, kalau Uminya belum bertindak bisa di katakan gak mau turun panasnya kalau itu sekedar demam


Jihan dan Zain menjadi orang tua memang sangat royal pada anak anaknya, semua keinginan dan kemauan anak anak mereka selalu di turuti,


Bukan karena memanjakan dan mengajarkan hal yang tidak baik bagi anak anaknya, prinsip mereka kerja keras mereka serta harta benda yang mereka cari selama ini selain untuk di jariahkan, tujuan utama mereka yaitu untuk anak, Untuk kebahagiaan anaknya,


Mereka kaya bukan berarti mereka berkuasa , mereka kaya bukan berarti mereka bisa semena mena, mereka menggunakan harta kekayaannya untuk membahagiakan orang di sekitar kita, orang yang membutuhkan di antara mereka,


Tanpa membedakan karyawan biasa, staf maupun atasan, ibarat sebagai juragan nih ya, juragan yang bisa memanusiakan manusia


Walaupun semua kemauan mereka selalu di turuti, anak anak Jihan dan Zain juga tidak pernah melunjak, maupun semena mena sebagai dampak negatif keroyalan kedua orang tuanya


Mereka santri , yang setiap hari ngaji di bimbing dan di bina oleh para kyai, jadi mereka tau mana yang baik dan mana yang buruk, mereka punya akal pikiran yang bisa membedakan keduanya, dan juga mengamalkan apa yang pernah mereka pelajari


Jadi kalau ada perihal buruk dan orang tersebut tau kalau itu buruk, tapi masih mau mengikuti, itu ada 2 jenis


Selain ot*knya lepas, atau pikirannya ucul ya, temannya setan yang menyesatkan


Sesaat kemudian, pintu kamar hotel mereka terketuk, dan Jihan melepas pelukan Il sejenak dan perlahan, serta beranjak dari ranjang tempat tidurnya mereka, untuk membuka pintu kamar tersebut


Ceklek.....


Pintu berhasil Jihan buka ..

__ADS_1


" Selamat siang buk.... Mohon maaf ini bubur yang ibuk pesan tadi, sekalian makan siang pesanan Ibuk" ucap sang petugas sambil mendorong troli makanan


" Oh... Iya silahkan masuk," jawab Jihan sopan mempersilahkan petusa untuk menyusun makanannya


Dan setelah selesai petugas tersebut pamit undur diri, untuk melanjutkan pekerjaan lainnya


Jihan perlahan mengambil bubur untuk di suapkan ke IL


" Makan dulu ya sayang...." ucap Jihan lembut


" Pake apa?" tanya Il yang termasuk pemilih makanan


Gimana tidak,? setiap hari jatah dari pesantren yang apa adanya, dan tak sedamai dan semewah kattering pesta pernikahan Ricis dan Riyan, Eh.. Maaf, Pas acara tersebut gak ada makanan yang di sajikan deng...


Eh... Tapi enggak tau juga, author gak datang, gak dapat undangan.. 😁😁


Kalian ada yang dapat?? ada yang hadir?? kalau enggak berarti kita sama, sama sama gak di kenal 🤣


" Pake bubur sayang... Yuk Umi suapin" jawab Jihan yang justru membuat wajah Il berubah menjadi super hero, eh.. bukan, salah tapi Markonah,


Wajah Markonah seperti wajah supingah amburadul, seperti lipetan kain rayon, di gosok cepet licin dan Rapi, tapi saat sekali kedudukan udah seperti wajah Il saat ini, ketekuk tekut


" Umi makannya pake apa?" tanya Il sambil melihat makanan Uminya


" Aku mau itu kayak Umi" tambah Il melihat steak milik Uminya di nakas yang gak jauh darinya


Orang sakit seperti Il gak pernah mandang mana yang untuknya dan mana punya Uminya, dan bisa saja gak mau tau itu boleh di makan orang sakit atau enggak


Untung Uminya sayang, dan tau takaran untuk orang sakit kalau anak bungsuhnya yang minta


Jihan kemudian melirik pada menu makanan yang dia pesan tadi, ada beberapa makanan di sana, dan dia sebagai dokter tau tidak semua orang sakit di batasi masalah makanan, dan bahkan orang sakit perlu butrisi yang perlu bagi pemulihannya


" Jadi gak mau bubur??" tanya Jihan santai dan Il cengengesan

__ADS_1


__ADS_2