
Dan benar sehabis sholat Isya' Jihan dan Ismi mulai keluar untuk jalan jalan, awalnya di temani oleh Neng Ulfi, tapi karena tadi neng Ulfi ada keperluan jadi Jihan memutuskan untuk jalan sendirian dengan Ismi, toh keadaan desa saat tersebut saat ini cukup ramai karena di setiap rumah ada santri yang sedang mengaji di rumah mereka
Kini Jihan sudah sampai di depan rumah tempat Heny mengaji, dan di sebelahnya tempat El mengaji
" Itu suara El say yang ngaji" ucap Ismi yang gak pangkling dengan suara merdu El saat ngaji, karena dia juga sudah pernah menyimak El maupun Al saat ngaji di rumahnya
" Kan udah gue bilang say, modus El mah itu, udah kita tengok aja, dan ikut nyimak aja pacarnya, nanti tengah malam datang tuh bujangku" jawab Jihan yang sudah hafal akal akalan anaknya
" Ck ck ck.. Perasaan loe dulu gak kenal cewek lho say, kok anakmu ngalahin bapaknya ya.." ucap Ismi sambil memggelengkan kepalanya
" Mungkin saat gue hamil dia, banyak cowok yang naksir kali ya Say ke gue, banyak yang mau jadi bapak sambungnya, hingga pinter dia masalah begituan" jawab Jihan nyeleneh
" Gak nyambung yu...." jawab Ismi dan Jihan tertawa
" Eh.... Jangan keras keras, nanti El tau" ucap Ismi segera menutup mulut Jihan
" Eh... lupa" jawab Jihan lirih dan kembali berjalan menuju pintu rumah Temat Heny ngaji
Pintu di buka separo, dan terdengar jelas Heny yang sedang melantunkan ayat ayat Qur'an dengan suara yang cukup merdu tapi tak semerdu lantunan Ayat Suci Al Qur'an Jihan yang pastinya dengan nada irama yang memabukkan pendengarnya
Tok tok tok....
" Assalamualaikum...." Ucap Jihan sambil mengetuk pintu
" Waalaikumsalam...." jawab Heny langsung menghentikan ngajinya
Karena menjawab salam hukumnga wajib, dan kebetulan Heny sudah sampai di ayat yang cukup untuk berhenti
Dari dalam... Ada tuan rumahnya yang membuka pintu serta menjawab salam kembali
" Ya Allah.... Subhanallah.... Bu Nyai Jihan" kaget sang tuan rumah yang gak pangkling dengan Jihan
Karena yang punya rumah sendiri dulu kakak kelas Jihan dan sering kali ngaji di pondok saat Jihan masih mondok di AL-JQ
__ADS_1
" Aku gak lagi mimpi kan ini?" ucap Sang tuan rumah
" Ya Allah... Kenapa buk? saya menakutkan dan menyeramkan ya buk?" tanya Jihan konyol sendiri
" Enggak bu nyai, justru saya kaget di rawuhi bu nyai ke rumah malam malam seperti ini, monggo pinarak buk, ayo masuk bu nyai" ucap tuan rumah sambil membukakan pintu untuk Jihan
" Alhamdulillah... " jawab Jihan yang bersyukur di izinkan masuk dengan ramah dan penyambutan yang luar biasa
Tuan rumah udah heboh sendiri sebab kedatangan Jihan, begitu pula dengan Heny yang belum lanjut ngajinya karena merasa segan dengan kehadiran bu nyai besar seperti Jihan saat ini,
yang tentunya Heny sendiri belum tau kalau Jihan adalah ibu dari El, atau calon ibu mertuanya
" Mbak.... Udah.. Gak usah heboh, gak usah repot repot, saya kesini mau ikut ngaji, bukan mau merepotkan sampean, sampean gak lupa saya kan mbak?" ucap Jihan menahan sang tuan rumah yang sudah terlihat heboh
" Ya masih toh bu nyai, primadona pesantren kok ya.... " jawab tuan rumah dengan bahasa medok
" Ya udah... Kita semua sama, gak usah repot, saya juga bawa jajan sendiri seperti mbaknya, iya kan mbak?" tanya Jihan pada Heny yang masih menatapnya sedari tadi
Heny tersenyum dan mengangguk kaku karena cukup kaget dan udah gemeteran saat Jihan bilang mau ikut ngaji
" Sama... saya juga masih ingat tata cara istimaul qur'an saat haflah, jadi jangan repot repot ya mbak, aq sama embak sama, sama sama manusia, kita sama sama bisa ngaji, dan saya sama dengan mbak yang sama penghafal Al-Qur'an bukan begitu?" tanya Jihan balik dan akhirnya sang tuan rumah mengalah dan mengikuti kemauan Jihan agar tidak repot repot
" Ayo mbak.. Monggo lanjut lagi, nanti pagi gak selesai lagi malah kalau dengerin dan lihatin kita terus" ucap Jihan lada Heny yang justru gak kedip melihat wajah Jihan kayak gak asing
Ya gimana mau asing, itu hampir seperti foto copiannya El, yang mirip banget tapi kalau Jihan fersi cewek, dan El cowok lah pasti
Heny pun mengangguk dan tak lupa bersalaman dengan Jihan beserta Ismi, begitu juga dengan teman teman Heny yang ikut salaman dan mencium tangan Jihan juga
Jihan masih lanjut ngobrol basa basi dan bernostalgia dengan tuan rumahnya yang dulu pernah ngaji bersama
Dan setelah selesai cerita dan bernostalgia, Jihan ikut menyimak Heny yang masih lanjut ngaji
" Say.... Sudah masuk ketreria belum?" tanya Ismi berbisik
__ADS_1
" Gak ada ketreria ketreria say, bukan gue yang jalani, yang terpenting masih aman, masih cantikan gue " jawab Jihan sama sama ber bisik dan Ismi langsung mlengos mendengar ucapan songong sahabatnya
Tapi memang benar masih cantikan Jihan walau Jihan sendiri sudah tak lagi muda, tapi masih terlihat cantik
Heny kini merasakan kegrogian yang gak lagi normal, dia cukup nerfes di hadapan Jihan sang primadona, yang masih harum namanya hingga saat ini
Tapi komitmen dan ketenangan selalu dia gunakan, selalu dia pakai sesuai ajaran El yang dulu di gurui Uminya
Sekali dua kali Jihan sering mengingatkan Heny saat mengaji,
Ya namanya manusia, pasti ada salahnya, apa lagi hafalan Al Qur'an 30 juz yang bukan hal mudah untuk menghafalnya, dan juga sudah di lisan seperti Jihan yang cukup nglotok hafalannya
Jihan sengaja mengambil video Heny saat mengaji dan di kirimkan pada Zain yang sudah mengirim chat beberapa kali
to: Abang ❤(nama kontak yang gak pernah Jihan ubah hingga saat ini )
"Calon mantu.. Dengan di sertai video Heny mengaji "
Sesaat kemudian Zain membalas pesan Jihan dengan waktu yang tak cukup lama
from: Abang ❤
Di ajak foto bareng dong Mi
Kemudian Jihan tersenyum dan mungkin ada benernya juga permintaan Zain
" Istirahat dulu mbak.... Udah malem, minum dulu apa makan dulu biar gak capek, nanti Umi bantuin" ucap Jihan mengajak Heny Istirahat
" Iya.. Baik Umi... " jawab Heny sopan dan sebenarnya dia juga lagi pengen istirahat dan membalas pesan El yang sedari tadi mengirim banyak pesan untuknya
El menanyakan dia sedang ngapain, dan kebetulan di acara haflah sudah di perbolehkan membawa ponsel kepesantren
Jihan mulai mengajak Heny ngobrol begitu juga dengan para santri maupun teman Heny yang ikut menyimak Heny tadi
__ADS_1
Tapi tiba tiba
" Assalamualaikum...." ucap El yang sengaja menghampiri Heny, tanpa tau kalau Jihan juga ada di sana