
Il mengerutkan keningnya melihat kedua abangnya tertawa ngakak
" Kenapa sih? salah?" tanya Zula bingung
" Enggak sayang... Karena kamu belum tau ya?" ucap Zain mengelus kepala Zula
" Kenapa Bah?" Heran Zula lagi
" Rumah sakit ini Milik Umi sayang, jadi gak perlu bayar dan urus adminitrasi" jawab Zain lembut
" Haaa... Yang bener? Rumah sakit sebesar ini milik Umi?" kaget Zula sampe melotot tajam matanya
" Bukan, milik kita bersama, ini hadiah Abah setelah Umi lulus S2" jawab Jiha yang sudah duduk dan merapikan diri
Padahal buka karena lulus S2, Tapi hadiah sekaligus permintaan maaf Zain yang sudah menyakiti dan menghianati Jihan,
Tapi sebagai Umi dan istri yang baik, Jihan gak akan pernah mengatakan yang sebenarnya pada anak anaknya tentang kejadian itu
" Wow... Selain so sweet, Abah loyal banget sih sama Umi, Emang Abah kaya juga ya?" ucap Zula semakin terlihat polos banget
Walaupin dia seorang selepgram artis sosmet, di dunia nyata dan saat berjumpa dengan abahnya justru Zula terlihat begitu polos seperti bayi mungil yang hanya tau ASI
" Polos banget deh... Ayo pulang dulu, biar tau kekayaan Abah kita" saut El sambil menarik adek perempuannya dan mengacak hijabnya
" Abang Ih..... Berantakan tauk" kesal Zula kembali merapikan hijabnya
" Sorry baby... Hahaha" tawa El kembali terdengar jelas
" Sorry sorry.... tanggung jawab" jawab Zula cepat
" Tanggung jawab, gitu aja tanggung jawab" elak El gak terima
" Iya lah, gue belum mandi ini, belum ganti baju, mau ganti baju jauh rumahnya" omel Zula masih sibuk meniup niup hijabnya
" Oh iya ya, Kamu ke sini tadi buru buru ya nak, maafkan Umi, kamu sampe lupa bawa baju dan barang barangmu" ucap Jihan mencoba untuk turun dari ranjangnya
" Udah gak apa apa, coba telfon butik masih buka gak Al, kalau enggak anter adek kalian beli baju dulu di mall sebrang" jawab Zain yang mendekat dan membantu jihan turun
" Weh... Ayo bang, shoping kita" girang Zula sambil mengedip ngedipkan matanya
" Hem..... cewek.." cibir Al dan El kompak
" Ciiee... Kompak banget sih abang Zula ini, " gurau Zula menggoda abangnya
Zain dan Jihan hanya tersenyum melihat anak anaknya yang sedang berkumpul asyik,
Zain sangat bersyukur anak anaknya gak ada yang benci sama dia, semua karena turun sifat baik uminya yang gak kenal dendam, gak kenal dengki pada orang lain, dan selalu melihat sisi positif dari orang lain, selalu berkhusnuddzon pada siapapun
" Eh... Lupa deng, kan memang kompak dari lahir, sampe pilih cewek aja kompak, saking kompaknya sampe rebutan" tambah Zula makin terlihat menjengkelkan bagi abang abangnya
Gimana tidak,? Zula yang sengaja menggoda dan meledek abangnya karena sama sama suka sama dia
__ADS_1
Al dan El bungkam seketika, yang tadinya menertawakannya sekarang di buat bungkam oleh Zula
" Untung gue adeknya, gak jadi deh perang dunia " tambah Zula yang membuat Al dan El saling pandang
" Apa Efek karena gue cantik, cerdas, manis, menarik, kali ya..?" tambah Zula penuh percaya diri
Jihan dan Zain kini yang sekarang saling pandang, apa lagi Zain yang sangat gemes dengan tingkah putri satu satunya itu, ternyata dia sangat menggemaskan dan membanggakan
" Pede" teriak Al dan El kompak
" Hahahaha... Kan kompak lagi, " tawa Zula meledak
" Aturan Umi sama Abah ngasih namanya bukan Al dan El, tapi upin ipin, dan Zula kak Ros" ucap Jihan pada Abah Uminya dengan penuh keceriaan
" Sejak kapan Il, Kak Ros jadi adeknya Upin ipin?" tanya balik Jihan yang merasa aneh dengan anak gadisnya ini
" Sejak saat ini" jawab Zula santai tanpa merasa bersalah
Al ,El , Zain dan Jihan kompak saling pandang, dengan jawaban konyol Zula yang terlihat heboh sendiri malam ini
" Ih.... Bocah bocah, ternyata seperti ini ya sifatmu, huuh...." gemes Al mendekat dan mencubit kedua pipi Zula dengan gemas
" Abang Al.." teriak Zula kesakitan
" Emang kalau di sekolah gimana Al?" tanya Zain yang jarang hadir di sekolah
" Abah gak tau?" tanya Al balik dan Zain menggelengkan kepalanya
" Dia tuh super jutek, judes, cuek, dan angkuh.. Astagfirullah..." jawab Al secara terang terangan
" Kalau sama Elo gimana El emangnya?" tanya Zain penasaran
" Biasa aja, ya kayak ini, huuper aktif, cerewet, ceria tanpa dosa" jawab El ikut ngomongin Zula
Zula sempet tersenyum kecut, pada ketiga cowok di dekatnya, yang justru ghibahin dia langsung di hadapannya
" Ck... Kalian ini, cowok cowok gak ada akhlak" ucap Zula dengan sikap judesnya
" Ghibahin orang langsung di depannya, gak punya adap kan " tambahnya lagi pura pura kesal
Ke tiga cowok itu langsung tertawa ngakak pada Zula yang asal nyeplos kayak Jihan waktu muda dulu
Zula yang merasa di tertawakan maish pura pura kesal dan mendekat pada Uminya
" Nyebelin kan Mi... " kesal Zula lagi
" Ayo Mi, kita keluar dulu, sebel Zula, temani Zula shoping" tambah Zula menarik tangan Jihan..
" Eh.. Jangan dong sayang, Uminya belum sembuh betul" cegah Zain cepat
" Obat agar cepet sembuh dari sakit itu shoping bah, " bantah Zula cepat sambil menarik tangan Jihan untuk keluar dari ruangannya
__ADS_1
Zula terus berjalan dan menggandeng Jihan untuk keluar dari rumah sakit, yang mana Zula sendiri tidak faham jalan keluarnya, karena saking besarnya rumah sakit milik Uminya
Dan ketiga cowok mengikutinya dari belakang,
Sebenarnya Zain snagat khawatir dengan kondisi Jihan yang baru sembuh, yang di ajak jalan oleh Zula, mungkin kalau sama Zain Jihan gak akan pernah di suruh jalan, senggaknya naik kursi roda
Tapi ke dua abang Zula, Al dan el, mulai kumat jahilnya pada adek gadisnya itu, pengen ngerjain Zula kira kira tau gak jalan keluar rumah sakit ini, soalnya tadinya pas ke sini dalam keadaan buru buru
" Udah Bah, biarin aja, training jadi anak abah" ucap El menahan Zain
Di depan Zula sudah mulai kebingungan dengan arah jalan keluar
" Mi... ini jalannya kemana sih? kok gak ada pintu keluarnya" kesal Jihan mulai bingung
" Itu ada tanda exit sayang, ikuti aja, biar gak nyasar" jawab Jihan lembut dan Zula nyengir karena sedari tadi tidak melihat tanda itu
Tak sengaja Zula menoleh kebelakang, dan terlihat kedua abangnya yang mengendap ngendap jalan pelan
" Kalian mau gerjain gue ya..." kesal Zula lagi dan mereka tertawa kompak dan gak sadar karena melewati banyak pasien
Zula yang kesal langsung menarik Jihan, dan Zain makin khawatir dan langsung mengejar mereka
" Sayang... kasian Uminya, nanti Abah yang marah tuh kedua abangmu, masak anak kesayangan Abah di kerjain" ucap Zain merayu Zula
Zula yang sebenarnya tadi juga pura pura gak tega marah balik sama Abahnya, dan justru melotot sama kedua abangnya
" Udah adek cantik, jangan melotot nanti matanya lepas, yuk shoping yuk, beli baju, beli hijab, beli parfum biar wangi, udah busuk nih bauknya" goda El dengan merayu Zula
" Modus, " jawab Zula singkat
" Abah Umi ikut?" tanya Zula
" Abah sama Umi langsung pulang bareng Bang Al aja" jawab Al santai
" Mobilnya?" tanya Zula yang tadi sadar cuman bawa mobil satu saat ngantar Jihan
" Mobil rumah sakit nak, udah pergi aja gih sama bang El" jawab Jihan lembut
" Umi naik Ambilance? jangan dong, kita anter abah umi pulang dulu aja bang" ucap Zula hebih sendiri
" Enggak enggak... Udah ah, ayo keburu tutup tokonya" ucap El sudah gak savar dan menarik Zula keluar
" Gemes Mi, makasih udah hamil melahirkan dan besarkan putri abah" ucap Zain dan Jihan mengangguk,
" Ehem.... Ingat tempat Umum, di tahan pelukannya " ucap Al cepat dengan kebiasaan abah uminya yang bikin panas perasaannya
5 Menit kemudian El dan Zula sampai di butik, yang sengaja tidak di tutup karena menunggu tuan putri Zain Musthofa, siapa lagi kalau bukan gadis cantik pak Zain dan bu Jihan
" Ck... El El, kami cuman nunggu elo aja nih.." ucap Ayu sahabat Jihan yang masih setia kerja di sana
" Sorry mbak, bentar juga" jawab el santai
__ADS_1
" Lha terus ini siapa El? " tanya Lina melihat Zula yang di gandeng El
" cewek dong, gebetan El, cantik kan ?" jawab El bergurau pada karyawab butiknya