
Setelah mengantarkan Al mereka kemabali pulang kerumahnya dan saat ini masih di perjalanan menuju kerumahnya
" Bah....." panggil Jihan lembut
" Iya sayang...." jawab Zain juga lembut, dan menoleh pada Jihan yang ada di sebelahnya
" Gimana Uti?" tanya Jihan lahi
" Nanti lah sampai rumah coba telfon Ibuk, gimana baiknya, gimana keputusannya nanti, kita terus temui Uti, kalau memang iya, Abang urus semuanya" jawab Zain santai dan menggenggam tangan Jihan lembut
Jihan tersenyum dan memandang wajah Zain pekat, dan Zain langsung mencium tangan Jihan secara lembut
Sesampainya di rumah, ternyata udah masuk waktu magrib, dan Jihan dan Zain langsung melaksanakan sholat magrib secara berjamaah seperti biasa lanjut kegiatan selanjutnya
Setelah sholat isya' dan makan malam, mereka lanjut menghubungi ibunya
Berawal dari basa basi, mempertanyakan kabar, dan lanjut dengan pembahasan mengenai pesan dari Neneknya melalui Al siang tadi
Ulfa dan Khamdan cukup keget dengan permintaan Ibunya, dan Ulfa juga gak setuju dengan permintaan itu,
Dia sebagai anak bukannya gak mau menuruti kemauan ibunya, fan keberatan karena masak iya kedua makam orang tuanya harus di luar negri,
Bagus memang di tanah haram, tapi mereka merasa bersalah dan berdosa karena nanti mereka jarang untuk mengunjungi atau berziarah makam orang tuanya
Cukup sedih juga, masak iya kedya orang tuanya harus semua di makamkan di Mekkah, yang tentunya jauh dari tempat tinggal mereka
" Menurut Ibuk gimana?" tanya Jihan lagi
" Mboh Han.... Ibuk gak bisa mikir, dan harus bilang apa, ibuk gak tau" jawab Ulfa sudah meneteskan air mata
" Udah lho.... Kita nanti bicarakan baik baik sama Emak.." ucap Hamdan memberi solusi
" Ya kalau kayak gitu pulang aja kita" bantah Ulfa masih dengan suara tangisannya
" Kalau mau pulang ya siap siap, " jawab Hamdan
" Pulang sekalian, gak usah di sini, Emak butuh anak anaknya, Rizqi udah besar, udah berkeluarga gak perlu di dampingi lagi" tambah Hamdan makin jengkel
__ADS_1
Karena sebenarnya mereka sudah mau pulang ke Jawa, dan gak balik lagi ke Riau, mengungat usia mereka sudah pada tua, dan Rizqi yang sudah berumah tangga, dan bisa menggantikan posisi mereka di Masjid dan pesentren
Tapi Ulfa masih belum bisa melepas Rizqi begitu saja, karena ada hal yang gak beres dan menjanggal dalam kehidupan rumah tangga Rizqi, dan bertahun tahun Ulfa selidiki masih belum nemu sama sekali
" Iya Buk... Mending pulang aja, nanti pagi Biar di jemput sama helly gimana?" saut Zain yang ada di sebelah Jihan
" Iya mas Zain, langsung jemput aja gak usah menunggu jawaban dari emaknya Jihan, sampe tahun keong juga masih mikar mikir" ucap Hamdan yang sudah lelah menunggu jawaban Istrinya untuk pindah domisili ke Jawa
Dan selain masalah Rizqi, Hamdan juga memang sudah pengen kembali ke Jawa lagi, sudah waktunya pulang untuk merawat ibu mertuanya
Sudah waktunya pensiun masa tua, dan mereka sebenarnya sudah merasa kalau ibu mereka juga pengen dekat dengan kedua anaknya
" Bapak...." Elak Ulfa
" Udah... Gak ada panggil bapak bapk lagi, sekarang siap siap pulang" ucap Hamdan gak mau tau
Zain dan Jihan saling pandang mendengar sikap tegas Hamdan kali ini
Biasanya Hamdan gak pernah mengambil keputusan sepihak dari Ulfa, Jihan dan Zain sama sama tau gimana perlakuan Hamdan pada anak dan istrinya, yang mana saat ini Zain juga pergunakan dan berguru banyak pada mertuanya itu
Kejadian belasan tahun lalu, yang menimpa rumah tangga Jihan dan Zain, hal yang membuat Zain gak tau arah kemana, itu cukup menjadi pelajaran dan tamparan bagi hidup Zain
Hamdan selalu berkata, kalau istri ngomel, istri marah marah, dan sikap sikap istri lainnya, itu adalah ujian yang sama dengan ujiannya para wali,
Jadi bagi Hamdan, hal itu untuk menguji kesabaran dan ketaatan hidupnya, ikut tirakat ringane para wali menghadapi seorang istri
Karena suami yang baik adalah suami yang bisa membahagiakan istrinya, dan istri yang baik adalah, istri yang bisa mengerti dan menerima keadaan suaminya, lanjut lagi, suami yang baik juga suami yang tidak akan pernah membuat istrinya sengsara, dan berusaha membuat bahagia
Benar memamg istri harus selalu nurut pada suami, harus taat pada suami, gak boleh bantah gak boleh mengelak,
Tapi bukan berarti suami juga seenaknya sama istri, karena merasa berkuasa dan tempat ladang pahala bagi sang istri
Tapi balik lagi ke yang awal, suami yang baik suami yang gak pernah membuat istri tertekan dan menderita, jangan mentang mentang cowok gak mau kalah sama cewek ya, bukan kalah, tapi mengalah untuk kebahagiaan sang istri,
Karena lancar dan barokahnya Rizki, lantarannya adalah suami yang selalu membahagiakan sang istri
Dan Ulfa sadar dia gak bisa lagi menolak selama ini, dia harus kembali ke tanah kelahirannya lagi, untuk kembali biruulwalidain pada sang ibu,
__ADS_1
Selama ini Ulfa hanya bisa memberi materi, dan perhatian yang gak harus ada setiap hari
" Berarti malam ini juga Zain kirimkan Helly ya pak?" tanggap Zain cepat
" Kalau bisa iya mas, " jawab Hamdan lebih cepat lebih baik
" Ya udah kalau gitu pak, biat kami temui dulu ke kantornya, " ucap Jihan sebelum mengakhiri panggilan telfonnya
Di rumah Ulfa, Rizqi baru saja pulang dari masjid, menggantikan bapaknya untuk imam jamaah sholat isya' di masjid depan rumahnya
" Assalamualaikum...." ucap Rizqi saat masuk
Rizqi sudah mempunyai anak 1 cewek dan sekarang juga di pesantren
" Waalaikumsalam.." jawab Hamdan yang ada di ruang tengah
" Mau kemana sih? kok bawa koper?" heran Rizqi
Tari istri Rizqi yang ada di kamarpun ikut keluar saat mendengar suara suaminya
" Sini duduk dulu" ucap Hamdan pada Rizqi
Rizqi pun duduk di hadapan kedua orang tuanya begitu juga dengan Tari yang menyusulnya
" Ada apa buk?" tanya Rizqi
" Kami mau pulang ke Jawa" jawab Ulfa datar
" Pulang??? ada acara apa? tumben aja, 2 bulan yang lalu Ibuk dari jawa" ucap Rizqi merasa heran karena gak biasa secepat itu Ulfa pulang kampung
" Gak ada acara apa apa, kan bapak sudah pernah bilang, kalau kami suatu saat sudah waktunya pulang, dan istirahat pensiunan di jawa" jawab Hamdan terus terang
Rizqi makin heran dengan pernyataan bapaknya, memang venar hal itu udah pernah di ungkapkan,
Yang bikin dia heran yaitu kenapa hal ini mendadak sekali, dan gak ada rencana sebelumnya
" Maksudnya gak balik lagi ke sini? langsung pindah ke Jawa?" tanya Rizqi memastikan
__ADS_1