
Hari hari sudah El lewati dengan Dani, saling rukun saling menjaga, dan saling bergantian untuk masalah masjid, saat El sibuk Dani juga menggantikan begitu juga sebaliknya
Dan El justru lebih nyaman dan bahagia hidup di masjid di banting hidup di apartemant mewah miliknya yang saat ini sedang kosong tanpa berpenghuni kembali
El juga merasa hidupnya kembali rame, tanpa harus berjam jam berada depan laptop untuk mengisi kekosongan karena dengan Heny yang sedang LDR,
Seperti biasa, di pagi hari setelah sholat dhuha, El kembali untuk siap siap pergi ke kampus untuk menimba ilmu, Dan Dani yang masih sibuk murojaah, untuk persiapan lanjut S2nya yang masih jadi wancana
" A' Gue kuliah dulu ya..." ucap El pamit
" Okey hati hati... " Jawab Dani santai
" Nanti bisa pulang cepet kan?" tambah Dani bertanya
" Untuk?"
" Hari ini kita menerima ifroh/bisyaroh, tadi pak DKM udah bilang" jawab Dani lagi
Ya Hari ini bisa di katakan adalah hari pertama El menerima gaji dari mesjid sebagai imam, dan sebelumnya El sama sekali tidak mengharapkan itu
Ya secara uang jajannya saja gak terhitung nilainya, apa lagi cuman gaji yang insyaallah El di sana juga sudah niat berjuang lillahitaala
" Okey.. Insyaallah... Nanti kalau lambat bawa aja gak apa apa " jawab El yang sibuk dengan kuliahnya
" Okey dah... gampang itu" jawab Dani dan El tersenyum sambil berjalan keluar kamar
" Assalamualaikum...." ucap El sambil menutup pintu
" Waalaikumsalam..." jawab Dani dan lanjut untuk morojaah persiapan masuk S2
El menggunakan sepeda motor metik milik Della untuk menuju ke Kampus, seperti biasa hari harinya selama beralih menjadi seorang imam masjid
Awalnya El menjadi cibiran temannya yang di kira bangkrut, sebab yang awalnya dari mobil sport pindah menjadi motor metik tua
Tapi bukan El namanya kalau tak menghiraukan semua itu, dan bersikap bodo amat,
Hingga semua ketahuan mana yang bener bener kawan dan mana yang bener bener lawan,
Soalnya selama El berganti membawa motor metik, teman temannya yang mayoritas anak kolongmerat eh salah konglomerat maksudnya, anak sultan semakin menjauh, apa lagi cewek cewek centil yang suka cari perhatiannya seketika menghilang sudah dan hanya tinggal beberapa teman laki lakinya bahkan orang sederhana yang sekolahnya di biayai oleh negara
Melihat El di asingkan, mereka justru memberi suport pada El, dan bergabung dengan El
Dan mereka juga yang beruntung, karena walau El terlihat bangkrut dan turun pangkat tapi royal tetap lanjut, dengan teman twmannya yang anak kosan selalu mendapat traktiran makan siang dari El
Bahkan mereka juga sering main ke masjid El,
" Eh.... Orang miskin baru, udah datang nih...." Cibir Novan yang dulu dekat dengan El
El lanjut jalan tanpa menghiraukan mereka, dan tersenyum sinis tanpa melirik mereka juga
__ADS_1
" Yang ada benernya orang kaya baru... Lha ini orang miskin baru.. Hahaha.." saut Laras yang ke klompok dengan Novan
Hingga membuat teman temannya kembali ikut mengikuti gelak tawa meteka yang merendahkan El
Dari jauh Samudra teman El hanya bisa menggelangkan kepala, dan langsung menghampiri El
" Santai kan bro?" tanya Samudra dan El malah tertawa
" Aman...." jawab El mengedipkan mata sebelahnya
" Udah sarapan belum?" tanya Ek menggandeng Samudra
" Hehehe.... Tanggal tua Gaes... Puasa sarapannya" jawab Samudra dengan cengengesan
El spontan melihat arlogi mahal di tangannya, dan..
" Masih ada waktu, kantin dulu yuk sarapan" ucap El sambil berjalan merangkul pundak Samudra
" Eh.. Gue puasa" jawab Samudra menolak
" Kan cuman sarapannya aja yang puasa, sekarang waktunya buka puasa " jawab El ngasal dan mereka berjalan bareng
" Mau ngebon ke Kantin?" teriak Ariel
" Bukan ngebon ngutang...." saut Laras dengan suara keras dan lanjut tertawa
" Kalian bahasa Indonesia paling gak lulus Ya... , Gak ada bedanya kali Ngutang sama Ngebon.. " ucap El datar dan membuat orang di sekitar Novan CS menahan tawa
Karena bener apa kata El, mereka aja yang bodoh hanya untuk mengartikan sebuah habasa
El tersenyum kecut dan lanjut jalan dengan menggandeng Samudra
Kini mereka sampai di kantin, dan El memesan makanan serta minuman hangat untuk sarapan keduanya
" Gue ngebon ya sama Elo" ucap Samudra lirih
" Okey.... 2 juta 1 piring" jawab El cepat dan Samudra melotot cepat
" Lepas entar tuh mata, tinggal makan aja kok repot mikir ngebon, ..." ucap El kesal sendiri dengan sikap Samudra yang selalu sungkan
" Ngutang...." tambah El sambil tertawa mengingat ekspresi wajah mantan teman temannya
" Hahahaha..... " tawa Samudra langsung meledak
" Gue heran sih sama mereka, tinggi gengsinya saja gue rasa," ucap Samudra mengomentari Novan CS
El langsung mengeluarkan jempolnya dan lanjut makan
" Gue heran saja sih, mereka yang katork apa cuman gaya aja ya?" ucap Samudra
__ADS_1
" Maksudnya?"
" Secara di lihat dari yang loe pake sehari hari, udah jelas barang mahal lho, masib utuh untuk membayar kuliah mereka aja bisa" ucap Samudra dan El hanya tersenyum
Secara ya, walau Ek kehidupannya sederhana, tapi masalah pakaian dan barang barang, jangan tanya, Dia satu selera dengan abahnya bermerk
Tapi memang terlihat biasa bagi orang yang tidak faham tentang merk
" Gini gini gue juga faham kali masalah merk dan kualitas dari betuk aja udah nampak, walau gak punya hehe" ucap Samudra lagi
" Mau?" tanya El cepat
" Mau apa?" heran Samudra
" Mau barang bermerk?"
" Enggak.... Mending gue belikan lemari seisinya kalau hanya dapat 1 barang saja" jawab Samudra cepat
Karena Samudra tau kalau El langsung akan membelikannya kalau dia langsung bilang mau
" Elo bisa aja.." jawab El sambil lanjut minum
" Eh Cin.... sini" ajak El sambil memanggil Cinta yang kebetulan lewat
" Hay..... " jawab Cinta dan menghampiri mereka
" Udah sarapan belum? sarapan dulu" ucap El menawarkan Cinta
" Gue lagi diet" jawab Cinta beralasan
" Eleh.... Kalian ini lama lama berjodoh deh, banyak alasan, badan kayak lidi aja masih mau diet" jawab El langsung memanggil pelayan kantin
" Cepet pesen ayo makan sekalian" ucap El pada Cinta yang akhirnya mengangguk dan memesan untuk sarapan dirinya karena memang anak kost suka telat sarapan pagi, karena sekalian makan siang sih biar ngirit 😁
Saat El sedang menikmati sarapan tiba tiba ponselnya berdering dan tanpa pangilan yang tertera nama
Umi 🤍
Itu nama kontak dari Jihan yang menghubungi putranya pagi pagi sekali
El langsung menggeser tanda warna hijau, dan sambungan terhubung
" Assalamualaikun Umi..." Ucap El saat sambungan terhubung
" Waalaikumsalam sayang,.... " jawab Jihan di sebrang sana
" Tumben pagi pagi telfon" Heran El dengan uminya yang pagi pagi telfon tidak seperti biasanya
" Gini, Umi saat ini udah di Jakarta baru saja turun dari pesawat, ini mau langsung ke Apartemant, kamu masih di apartemant apa udah berangkat ke Kampus?" tanya Jihan spontan dan mendadak tiba di Jakarta
__ADS_1