
Ulfa gak menjab, karena ada Tri disana, Tari memeng gak ada masalah dengan mertuanya, begitu juga dengan Ulfa yang sebaliknya tiak ada masalah dengan Tari
Bertahun tahun menikah, Rizqi dan Tari juga wajar rumah tangga sama dengan rumah tangga lainnya, konflik yang ringan dan normal tidak seberat Jihan dlu,
Tapi Ulfa adalah ibu yang cukup peka pada anak laki lakinya, Ulfa membatasi perihal ucapannya yang termasuk prifasi dalam keluarganya, dan enggan membicarakan hal itu pada menantunya
" Iya kami mau tinggal di jawa, Uti minta kami untuk segera pulang" jawab Ulfa tetap tenang
" Kok mendadak gitu sih buk" ucap Tari mendekati Ulfa
" Iya kakakmu baru saja mengabari tadi " jawab Ulfa tetap santai
" Berarti ibuk mau berangkat sekarang?" tanya Tari makin menempel
" Iya bentar lagi helly Abang kalian datang, makanya Ibuk nitip semuanya ya Riz, Di kerjakan semuanya, mulai masjid madrasah pesantren, dan juga sawit ibuk di bawa, ya Tar, di rumat suaminya" pesan Ulfa pada anak dan menantunya
Ulfa dan Hamdan lanjut mengerjakan semuanya, dan persiapan untuk pulang dan pensiun di jawa, mengenai surat surat pindah mereka memilih untuk online selanjutnya
Setelah 3 jam menunggu sambil persiapan, Helly yang Zain kirimkan sudsh mendarat di pelataran masjid depan rumah Ulfa,
Zain sangat antusian dengan kemauannya, dan anak buahnya juga gerak cepat untuk menjalankan perintahnya, dan makanya secara cepat juga Hellynya datang di lokasi mereka
" Rizqi ingat pesan ibuk, jaga diri, dan juga titipan ibuk" pinta Ulfa lagi
" Iya buk hati hati di jalan, salam Untuk Uti dan yang lain" jawab Rizqi mencium tangan Uminya
" Surat suratnya udah di bawa semua kan pak?" tanya Ulfa lagi
Yang mana tadi dia berpesan pada suaminya untuk membawa semua surat surat tanah mereka, dan surat surat resmi
" Kok di bawa, kan tanahnya semua di sini" peka Rizqi
" Iya ambil gajian juga kan gak jarus pake sertifikat" jawab Ulfa santai
" Iya Bang gak apa apa, bener kata ibuk" jawab Tari sopan
" Emang mau di gadein?" tanya rizqi polos
" Enggak.... Tapi mau di sekolahin" jawab Ulfa nyeleneh..
Sesudah pamitan pada mereka, dan lanjut akan naik ke Helly, dan di sana ternyata sudah ada beberapa tetangga yabg tau kalau Ulfa sama Hamdan udah mau belik ke jawa,
__ADS_1
Namanya alat komunikasi sangat canggih, apa lagi di jalur warga +62 cukup kencang sinyalnya, membuat mereka semua tau walau Ulfa tadi hanya kirim pesan singkat pada Salah satu teman dekat mereka dan semua ikut keluar dan termasuk para santri juga, dan lanjut drama perpisahan warga setempat
Ulfa terbang dengan suaminya, menuju ke lokasi dalam komplek Zain dan Jihan, yang di komplek elit tersebut juga terdapat landasan pacu sebuah Helly kopter
Dan setelah beberapa jam penerbangan mereka sampai juga di sana di jam 3 malam, dan Ulfa serta Zain sudah menunggu di sana
Tadinya Ulfa sama Hamdan yang hobi makan, mau mampir jajan dulu, karena sedari sore belum sempat makan, dan tentunya lapar, tapi sayang di angkasa gak ada warteg ataupun kedai makanan, jadi pending dulu sampai mendarat
Zain dan Jihan langsung menyambut kedua orang tuanya, yang mana di saat helly sudah mendarat sempurna
" Assalamualaikum pak...." ucap Zain mencium tangan Hamdan
" Waalaikumsalam wr wb.. Mas" jawab Hamdan menepuk pundak Zain
Mereka langsung berbincang satu sama lain, dan Jihan menggandeng Ibunya menuju ke mobil mereka, setelah itu Jihan dan Zain membawa kedua orang tuanya menuju rumahnya
Setelah sampai merekapun langsunv istirahat masing masing, di kamar masing masing,
Yah kedua orang tua Jihan juga punya kamar sendiri di rumah Jihan, kamar yang mereka gunakan saat berkunjung, seperti dulu Jihan dan Zain punya jatah kamar di rumah Umi Zahra dan juga Fani maupun Baha', keduanya di kasih tempat tersendiri,
Pagi harinya, merekapun berkumpul bareng, dan Jihan serta Zain tak berangkat kerja lagi, karena gak mungkin juga ada orang tuanya di tinggal kerja lagi,
Hamdan dan Zain sedang ngobrol santai bersama dengan Ulfa juga di taman belakang dekat kolam renang luas rumah mereka
Jihan gak pinter bikin seperti itu, bisanya cuman makan, ya kalau mau belajar juga bisa tapi malesnya dan waktunya yang jadi kendala
"Nah.. Ngeteh dulu pak" ucap Jihan sambil menyajikan cemilan pagi
" Ayo buk..." sambung Jihan pada Uminya
" Abah Teh apa kopi?" Tanya Jihan pada Zain
" Kopi aja sayang..." jawab Zain romantis
Dan Jihan meyajikan semuanya dan lanjut membahas tentang Utinya yang makin tua sepertinya makin rewel
Karena semalam, Ulfa juga menghubungi Charir kalau orang tua mereka pokoknya ngotot banget, sedangkan Hamdan dan Ulfa juga usianya tak lagi muda, dan gak mungkin harus tinggal juga di luar Negri sendiri
" Mending kita nanti kesana dulu Mi, temui dan ajak bicara Uti dari hati ke hati" ucap Zain mengulang lagi
" Iya Bah,... Apa bawa Uti sekalian kesini, ya buk.. Tinggal disini aja ya buk, biar Rame rumah Jihan" jawab Jihan meminta pada ibunya
__ADS_1
" Gak... Rumahmu kebesaran, kalau manggil harus teriak lagi" elak Ulfa menolak
" Ya kan di sini longgar buk, tempat Uti ada Alif Atifa lagi, muntel" jawab Jihan yang sangat berharap kalau orang tuanya tinggal di rumahnya
" Ya kan kecil gak masalah kalau muntel, di sini besar tapi sepi mending kecil rame" jawab Ulfa yang merasa sepi kalau anak dan menantunya pergi Dinas
" Ya Allah... Rumah sebagus dan sebesar ini gak ada yang mau nempati" ucap Jihan dengan muka cemberut membuat mereka tersenyum sendiri
Di sisi lain Di siang sekitar jam 9 pagi, Al sedang bangun tidur, jam 7 pagi waktu Mesir Al baru sampai rumahnya, dan Kali ini dia mau bertemu dengan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Yasmin
Yang mana selama seminggu ini LDR, jauh di mata dekat di ponsel,
Al mandi dan lanjut ganti baju serta sholat Dhuha terlebih dahulu seperti yang Al jalankan mulai dari kecil di pesantren
Setelah itu Al menggunakan celana boxernya dan juga hoodinya yang mana tampak seperti Zain saat masih muda dulu,
Setelah itu Al mengendarai mobilnya menuju rumah Yasmin, yang saat ini tidak sedang kuliah, karena pas hari ini hari libur, Yasmin juga belum tau kalau Al sudah kembali ke Mesir
20 Menit Al mengendarai mobil, dan kini sudah sampai kerumah Yasmin, Al memarkirkan mobilnya di depan rumah Yasmin dengan Yasmin yang begitu peka dan sudah mengintip dari dalam
" Assalamualaikum...." ucap Yasmin saat membuka pintu sebelum Al mengetuk pintu rumahnya
" Astagfirullah..... Kok jadi Abang yang kaget sih" kaget Al dengan Yasmin yang tiba tiba nongol depan pintu
" Sama sama keget Bang...." jawab Yasmin cengengesan dan terlihat sangat cantik dan manis di mata Al
" Duduk dulu yuk..." Ajak Yasmin mempersilahkan Al untuk duduk di kursi Depan rumahnya
Al kalau kerumah Yasmin memang gak mau masuk kerumah, karena Yasmin cuman tinggal sendirian, sampai Al membelikan kursi untuk di depan rumah Yasmin agar bisa duduk di luar saja, tanpa menimbulakan fitnah pandangan orang lain
AL dan Yasmin saling ngobrol satu sama Lian, saling bercanda dan bercerita, Al sudah mulai terbiasa tanpa kaku di hadapan Yasmin
" Oh ya... Ini ada bingkisan dan titipan dari Umi" ucap Al menyerahkan paperbag kecil
" Ya Allah... Apa ini Bang?" Kaget Yasmin sama hebohnya dengan Heny waktu itu
" Cincin..." gurau Al membuat Yasmin makin tercengang kaku
" Enggak enggak... Buka dulu" sambung Al yang hampir membuat Yasmin jantungan
" Ck... Abang ih..." kesal Yasmin sambil membuka paperbagnya
__ADS_1
" Hm.... Seumpama kalau kamu Abang khitbah langsung mau gak??" Tanya Al serius ingin segera melamar Yasmin sesuai permuntaan Zain sebelum dia berangkat