
Acara Wisuda Al seudah di mulai, semua berjalan dengan lancar, dan menggunakan bahasa Arab tentunya, dan semua itu membuat Toha terus terusan mengumpat kesal karena tidak faham di tambah suasana engap tanpa adanya snack yang tersedia di sana, tiak seperti yang ada di Indonesia
Hingga akhirnya acara wisuda selesai dan Al masuk kategori penerima penghargaan sebagai mahasiswa teladan dan cerdas di sana,
Ya kuliah 3 tahun cukup cepat sih, sama seperti Abahnya, tapi bagi El itu kelamaan,
Dan Kini mereka semua keluar dari gedung tersebut dengan Toha yang mulai bersorak gembira karena merasa terlepas dari penjara kelaperan itu
" Memang ya.. Ternyat begini wisuda di luar negri, gak ada snack sama sekali " Kesal Toha ngromet sendiri
" Ya sabar Om.... Emang kumpulan RT, Penuh makanan di depan mata" ucap Jihan santai dan membuat Yasmin menahan tawa.
Al pun sudah tertawa ngakak, dan justru Yasmin masih di tahan
" Ngapain di Tahan, udah ketawa aja, Ini keluarga somplak semua, makanya pada Awet muda" ucap Al menunjukan keluarganya kalau sudah kumpul semuanya
Setelah itu mereka mampir ke restoran milik Zain, untuk makan siang, dan setelahnya lanjut pulang ke rumah Al kembali
Yasmin juga ikut pulang ke sana, dan itu Jihan yang meminta, awalnya Al melarang karena masih gak mau di bicarakan masalah pernikahan dulu sama orang tuanya
" Ck.... Apaan sih Al, takut gitu, udah biar di sini, ngapain di anter pulang, Umi masih mau ngobrol ngobrol dulu Al" ucap Jihan mencegah Al yang sedari tadi ingin mengantar Yasmin pulang
Bukan gak mau, dan mencegah Yasmin kerumahnya, tapi lewat ucapan Uminya dan juga Abahnya, kadang membuat dirinya merasa gak enak saja,
Karena selain Al pengen melanjutkan cita citanya dulu, dan Yasmin biar lulus dulu tanpa buru buru nikah
" Dia takut di nikahin mungkin Mi... PTIQ belum jadi" saut Zain yang faham karakter Al
" Apa nikah aja takut, El aja nantang kok" cibir Jihan teringat El yang sempat mencari masalah di pesantren sebulan yang lalu
" Maksud Umi..?" tanya Al bingung
" Al tuh nantang dia, cari gara gara di pesantren, mau minta di nikahin" jawab Jihan yang masih geram dan tepuk Jidat mengenai kasus El kala itu
" Dia gantel, bawa kabur anak odang dari pesantren.... Hebat kan... Kamu pasti kalah" jawab Zain bangga, tapi cuman kiasan saja, aslinya juga kecewa punya anak yang sok gantel seperti El
__ADS_1
" Yang benar Zain??" kaget Toha yang ikut nyaut
" Bener... makanya udah lama kan dia gak menghubungi kamu Al, lagi menjalankan takziran sekarang" jawab Jihan
" Gila tuh anak ya... Berani beraninya nekat banget lho Mi.." ucap Al juga ikut kaget.
" Jangan gitu Al, semua itu ada turunannya..." ucap Toha mulai cari masalah
" Turunan siapa?" saut Charir mulai gak enak perasaannya
" Bunda lah... Dulu bunda selalu di bawa kabur cowok kan waktu di pesantren" ucap Toha makin memanas
" Yang bawa kabur juga dapurnu... Rupamu iki Yah.... Maling teriak maling ya ini, orang dirinya yang sering jemout ke sekolah, di bawa pergi kok heboh sendiri huuuu....." kesal Charir sambil menutup muka Toha dengan bantal
" Eh... Eh... Udah tua liloh.. bengek nanti..." refleks Jihan yang melihat Toha di bekep pake bantal
" Iya tan... Yang ada Uti yang mau di kubur di Mekkah, malah Om Toha duluan lagi" tambah Zain makin membuat Toha merasa pengap..
Ya gimana tidak? udah tua, di tutup bantal lagi makin benget di tambah emosi Jiwa daru ucapan Zain yang seolah mendoakan dia cepet mati
" Asem loe ya Zain....." kesal Toha melempar bantal tersebut ka Zain
" Ya Habisnya kesel gue Zain, seolah di sini gue pula yang salah, orang dia yang mulai ngajak gue pergi, " jawab Charir merasa terdzolimi
" Ya ya sayang.... Maaf ya..." ucap Toha merayu Charir
" Uluh uluh uluh...... Cup cup cup...." tambah Toha lagi membuat semua yang ada di saja makin menjadi tawanya
Mereka lanjut ngobrol dan bergurau seperti biasa, dan membuat Yasmin makin kerasan di sana
" Lha terus El kena takziran besar dong Han..?" tanya Charir yang tau takzirannya masih sama dengan yang dulu waktu dia di pesantren AL-JQ
" Mana..... Orang cuman suruh gantiin Abah setoran aja sih, " bantah Jihan yang justru pengen lebih
" Menurutku biar lebih berat biar kapok, eh cuman itu doang.. " tambahnya lagi yang kadang masih geram dengan sikap El yang sak karepe dewe
__ADS_1
" Selama berapa bulan?"
" Cuman 40 hari, benatar kan... Kesel juga aq sama gus Tasim, kenapa gak 4 bulan kek" jawab Jihan masih belum terima
" Eleh Mi.. 40 Hari bagi El udah kayak di penjara kali, anak itu mana tahan, paling tiap hari udah di hitung kurang berapa hari lagi" saut Al yang tau gimana karakter adeknya yang super duper aktif
" Lha kok tumben Gus Tasim pilih kasih sama santrinya ?" tanya Charir
" Orang itu dulu anaknya kok, dia yang mengqomati saat lahir" jawab Zain menyindir
" Ya gak apa apa lah, orang dulu Abahnya lagi Dinas kok... " jawab Jihan cepat balik menyindir
Zain lagi lagi hanya tersenyum dan membawa Jihan kedalam pelukannya, rasa sakit hati pasti ada tapi rasa benci Jihan pada Zain gak akan pernah ada
Yasmin yang melihat malah baper sendiri melihat keromantisan calon abah dan Umi mertuanya
" Oh ya Maaf Abah Umi, semuanya kalau gitu Yasmin pamit ya, ini masih ada tugas dari kampus" pamit Yasmin pada mereka hingga akhirnya mereka mengiyakan, dan Yasmin pamit pulang di antar oleh Al
" Tan gak tanya dinas kemana?" tanya Jihan kembali menyindiri Zain yang kadang suka posesif
" Apaan sih sayang..." elak Zain gak terima kalau di ungkit kembali
" Nyesel gak mas Zain?" tanya Ulfa langsung
" Nyesel Buk.... Hal yang paling Zain sesali seumur hidup, membiarkan istriku menderita sendiri setiap hari" jawab Zain merasa bersalah, dan enggan melepas tangan dan gandengan tangannya pada Jihan yang terus di genggam
" Nyesel Awas kalau loe ulangi lagi Zain, loe sakiti Jihan lagi gue orang pertama yang akan gorok loe" tambah Toha yang terkadang masih ikut merasakan sakit hati
" Loe dulu pernah mikir gak kalau Jihan akan gugat loe?" tambah Charir lagi yang dulu sangat mendukung perpisahan merka di kala badai besar yang di umpetkan padanya terbuka
" Enggak.... Karena gue percaya Tan kalau Umi Jihan ini penjaga komitment, makanya bagai mana caranya gue tetap bisa petahankan," jawab Zain tegas
" Terus seumpama terjadi?"
" Mungkin saat ini gue sudah gak ada di dunia lagi, " jawab Zain cepat
__ADS_1
" Gue gak bisa hidup tanpa dia di samping gue Tan," tambah Zain sambil menatap Jihan lekat
" Alah T*i, lambe bosok Zain.." elak Toha gemes pada Zain yang sok romantis