
Pyaaaaaaaaaarrrr.........
Melihat foto Zula tangan Jihan seolah lemes tak berdaya, hingga menjatuhkan ponsel milik El hingga pecah berantakan
Hati Jihan bergetar hebat, jantungnya berdenyut kencang, dan tubuhnya gemeteran,
Bayangan masa lalu kembali melintas, rasa takut dalam hatinya menghantuinya,
Tanpa aba abaair matanya mengalir deras sederas DERAI AIR MATA masa lalunya
Al El dan Zain bingung melihat wajah umi dan istrinya yang tiba tiba panik dan menangis seperti itu
" Umi kenapa?" tanya Zain lembut
" Enggak.... Enggak.... Al dan El gak ada yang boleh dapetin Zula" ucap Jihan dengan gemetar
" Kenapa Mi? ada apa emangnya? dan kenapa Umi nangis seperti ini?" tanya El dan Jihan kembali menangis sejadi jadinya
Zain makin bingung, tapi dia peka ada sesuatu pada Zula
" Kenapa sayang? ada apa?" tanya Zain lagi dan Jihan langsung menatap Zain dengan tatapan penuh ketakutan
" Umi duduk dulu" ucap Zain lembut dan mengajak Jihan untuk duduk dan Zain merangkulnya
Zain terus merangkul Jihan dan mendekap Jihan dalam pelukannya, melihat raut wajah Jihan sudah kelihatan ini ada sangkut pautnya dengan ketakuran dan traumanya selama ini
Tapi Zain gak tau apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa itu Nazula, ada apa dengan anak itu
" Minum Al Minum..." bentak Zain agar Al mengambilkan Minum untuk Uminya
Al dan El masih bingung dengan Uminya, dan ada apa tiba tiba Uminya melarang, tapi dia yang sangat mebcintai Zula gak mau tinggal diam dia akan mendeasak Uminya sekarang juga
" Kenapa Mi?? Ada apa dengan Zula, apa salahnya kami suka sama Zula?" tanya El penasaran dan mendesak Jihan
Jihan tak menjawab karena dia gak menyangka kalau akhirnya jadi seperti ini, hatinya terus bergetar ketakutan
" Umi jawab..." bentak El yang masih terbawa Emosi
" Okey...." jawab Jihan balik membentak
" Kalian berdua gak boleh berebut Zula, kalian berdua gak boleh dapetin atau menikah dengan Zula, " ucap Jihan akan berterus terang
__ADS_1
" Kenapa?" bentak Al kemudian
Karena Al merasa Zula sudah membuka hati untunya, dan kini justru Uminya yang menjadi penghalangnya
Jihan makin sakit hatinya, dan makin merasa takut karena kedua anaknya kini sudah berani membentaknya
Dadanya makin sakit dan makin bergetar hebat, dia mencoba untuk menangkan hatinya agar bisa berkata dengan baik
Dan kali ini detik ini sudah waktunya di berterus terang apa yang sebenarnya dia sembunyikan selama ini,
Sudah saatnya mereka semua tau siapa Nazula, bahkan sudah saatnya reader juga tau siapa Nazula sebenarnya yang salama ini author jadikan teka teki ranpa pasti
" Kenapa Mi?" bentak keduanya lagi dengan nada makin tinggi
" Dia adekmu, adek kandungmu" ucap Jihan pelan dengan getaran dada yang makin kencang
Deg..... Pyaaaaar......
Zain sangat kaget dang syok, bahkan menjatuhkan gelas air minum yang tafi Al berikan kepadanya
" Umi Gila ya?" bentak El lagi dengan cukup kasar
Jihan mendengar jelas ucapan El barusan dan cukup membuatnya sakit hati, membuatnya ingin mengutuk El seketika
" Dia NAZULA LAILAL MUSTHOFA putri kandungmu juga Bah" ucap Jihan perlahan dengan penuh rasa ketakutan
Ya Ilal Musthofa ( Di season 2 derai air mata) adalah nama panjang dari Nazula lailal Musthofa , dia adalah Il putri satu satunya Jihan dan Zain, Zula adalah Il
Putri yang di sembunyikan statusnya dari siapapun, putri yang di rahasiakan oleh Uminya sendiri, karena rasa ketakutan yang menjadi momok dalam hatinya
Jihan takut dan trauma akan masa lalunya, dia selalu tidak siap untuk mengatakan yang sebenarnya pada Zain, hingga dia memilih menunda kehamilan yang selalu di minta oleh Zain, karena status Zula yang belum Zain ketahui dan hanya Della dan Imam yang tau rahasia ini
Jihan masih takut dan trauma dengan yang namanya umpatan perkataan kasar dari Zain, dan dia masih takut kalau Zain mengira Zula adalah anak orang lain, dari pikiran negatif Zain, takut akan tuduhan Zain yang pernah di berikan pada El dulu,
Jihan masih takut, Jihan masih trauma untuk kembali melakukan tes DNA, Bahkan hingga saat ini Jihan masih trauma masuk ke laboratuorium, bahkan lihat dan lewat saja Jihan tidak kuasa
" Antar Abah ketemu putri Abah" ucap Zain datar dengan hati dan jantung yang sudah akan copot
Zain gak tau apa yang dulu sebenarnya terjadi, tapi Zain percaya kalau itu anaknya, saat berjumpa dengan Zula, Zain juga merasakan sesuatu, merasa ada kemistri dengannya dan Zula
Dan Zain percaya Jihan gak akan berbuat yang enggak enggak, Zain percaya kalau Jihan adalah wanita yang bisa menjaga martabatnya
__ADS_1
Seketika itu Zain juga teringat dimana dulu Zain pernah menggauli Jihan saat dia memblaklis Jihan dari semua perusahaan dan membawa Jihan pulang hingga keduanya terkena obat rangsangan dari Rani,
Dan ini 18 tahun yang lalu ternyata berbuah hasil, menjadi putri cantik dan jelita secantik Nazula, putrinya yang lagi lagi hamil dan melahirkan tanpa dia ketahui
" Umi benar benar Gila" ucap El yang langsung pergi menuju rumah Zula
" Ayo Bah kalau mau ketemu " ujar El menarik tangan Zain keras
" Gak nyangka Al Mi, Umi setega itu sama kami" ucap Al sinis dan langsung ikut pergi bersama dengan El dan Zain
Jihan yang sedari tadi berDERAI AIR MATA , diapun ikut mengejar anak dan suaminya,
Jihan mau ikut, Jihan tau Zula gak akan percaya sama mereka kalau mereka yang ngomong, karena Jihan tau Zula hanya percaya sama dia saja
Jihan yang akan bertanggungbjawab dan menjawab pertanyaan Zula padanya selama ini
Al El dan Zain sudah masuk ke mobil dan Jihan dengan sigap ikut naik tanpa meminta persetujuan anak anaknya
El sudah seperti orang kesetanan lagi, bahkan makin kesetanan, tadi El marah sama Abah dan Abangnya tapi kali ini El marah dengan Uminya
Di dalam mobil pikiran dan perasaan mereka masih berperang masing masing
Hingga kini mobil El parkir di depan rumah Zula, dengan kasar El membuka dan menutup pintu mobilnya
Jihan perlahan dengan hati yang maish gemetaran, dia masih tahan masih bettahan untuk berjuang, tanpa mikir apa yang akan terjadi padanya nanti
Semuanya sudah pada keluar, El yang sedari tadi berambisi untuk segera berjumpa dan memeluk adeknya, kini dia ikut terdiam di depan pintu
El sadar itu bukan haknya untuk menyampaikan hal ini langsung pada Zula, tapi itu tanggung jawab Uminya yang harus menjelaskan semuanya
Tok tok tok....
" Assalamualaikum..." ucap Jihan teduh
Dari dalam Zula yang baru selesai sholat dhuha langsung keluar dengan masih menggunakan mukena
" Waalaikumsalam..." jawab Zula dengan mata yang masih sembab dan membuka pintu rumahnya
" Mimi...." ucap Zula dengan segera memeluk Jihan
" Iya sayang... Ayo masuk dulu" ucao Jihan yang tau perasaan anaknya yang sedari tadi curhat tentang dia yang di lamar seseorang dan di sukai kakak beradik dan ternyata anaknya sendiri
__ADS_1
" Mi.... Mimi kenapa sama mereka? Mimi gak mau kan menerima lamaran mereka, Mimi akan menolak kan Mi, sesuai yang Mimi janjikan di telfon, Mimi gak punya hutang sama Pak Zain kan? Mimi gak akan jodohin sama salah satu dari mereka kan Mi? Zula gak mau Mi? jangan suruh Zula untuk pilih salah satu" ucap Zula berasumsi sendiri dengan pikiran dan tebakannya saat melihat kehadiran Jihan, Zain Al dan El