
" Untuk apa El kamu tau cari orang itu?" tanya Della cepat
" Gue Gak rela mbak Umi gue kayak gitu gara gara dia" jawab el emosi
" Now... Gak perlu, elo gak usah susah susah cari dia dan gak usah kotori matamu untuk melihat dia, gak usah kotori hatimu untuk dendam pada dia, gak perlu, dia sudah membusuk di penjara, " jawab Della yang tentu rau semuanya
" 40 tahun dia dapat tuntutan El, mulai usia dia 38 tahun, gak jamin dia bisa hidup di dunia lebih dari 70 tahun kalau tiap hari dapat siksaan" tambah Irfan yang mencegah
Della berdiri dan duduk di sebelah El yang masih memanas
" Slow... Umi gak pernah punya perilaku seperti ini, Umi selalu mendukung dan memberi yang terbaik untukmu, jadi plis jaga hatimu, kendalikan emosimu, " ucap Della sambil mengelus dada El yang masih bergetar hebat
" Umi jadi korban mbak, El juga" jawab El lagi masih belum terima
" Makanya jangan sampai Elo melakukan hal yang sama, Hormati dan lindungi martabat wanita, Umi dan juga pasanganmu nanti" jawab Della terus menenangkan El
" Kamu tadi bentak Umi Juga gak? Pas Kamu baru tau kalau Il adekmu?" tanya Della sudah bisa menebak
" Iya lah, Orang gue suka Il, eh ternyata adek gue sendiri" jawab El gak peduli maupun gengsi
" Maksudnya?" saut Imam dan Irfan kompak
" Ada Hikmah di balik ini semua lho Om, Gue sama El sama sama suka Zula karena gak tau kalau ternyata dia adek kita, di saat gue di lamarkan abah untuk Zula, El tau, Tau sendiri tuh kayak gitu kalau emosi, dia marah sama gue sama abah, Umi turun tangan dan pangen tau siapa cewek yang gue rebutkan, dan ternyata Nih nih... Cewek dekil, ternyata adek gue, kebongkar semuanya, dan rernyata ada drama panjang di balik ini semua" jawab Al bercerita panjang
" Enak aja ya pak, loe bilang gue tengil, " Saut Zula gak terima
" Iya lah, mau bilang cantik manis kayak kemaren juga gue gak bisa jadi pasangan elo, " jawab Al sekenanya karena masih belum bisa menerima
Hingga ketegangan semuanya telah berakhir dan kini mereka jalan rame rame menuju ruangan tempat Jihan di rawat
Di sana Zain dan Jihan masih berpelukan , dan saling memaafkan untuk kembali memulai hidup bahagia dan mendampingi putra putrinya untuk tetap rukun semuanya
__ADS_1
" Gitu tuh.... Gak sadar apa, ada orang satu nyempil di belakang, Ck.. Tuh kelakuan abah dan Umi loe selama ini Zul" ucap Al paling sebal dengan keromantisan Abah Uminya
" Abah Umi leo juga bang.." jawab Zula cepat
" Om tuh deketin tante Ismi, kasian ngences nanti" ucap El menyenggol Irfan
" Hahaha... Betul El" jawab Irfan langsung berjalan mendekat pada Ismi yang berdiri di belakang Jihan dan Zain
" Jangan ngences sayang..." ucap Irfan nisambil mencolek Ismi dan berbisik pas di telonga Ismi
Plak...... Sponran Ismi melayangkan pukulan pada lengan Irfan
" Kebiasaan Deh.. Nanti saat di rumah" jawab Ismi dan terdengar El dan Al yang langsung ngakak
" Hahahaha.... Ajak pulang sana Om, keburu anak anak pulang sekolah bingung nanti gagal maning" teriak Al mencibir Irfan
Spontan Jihan dan Zain melepas pelukannya dan menoleh ke asal suara
" Sini sayang anak anak Abah Umi" ucap Jihan dan melambaikan tangannya pada anak anaknya
Mereka berlima sama sama berpelukan, dan menciptakan keharuan lagi bagi mereka, terutama bagi Jihan dan Zain yang hari ini detik ini, merasakan kehangatan dalam pelukan keluarga, pelukan anak anak dan istrinya yang sudah kumpul bersama
ke empat asisten Zain dan Jihan sontak dan kompak mengabadikan moment tersebut melalui ponsel mereka masing masing
" Abah minta maaf ya, Abah pokok masalah semua ini" ucap Zain kembali dalam pelukannya
" Umi minta maaf, Umi telah memisahkan kalian selama ini, " tambah Jihan debgan DERAIAN AIR MATA lagi
Mereka semua mengangguk, dan berjanji gak akan mengungkit lagi, karena tado dokter Gita sempat mewanti wanti pada ketiga anak Jihan untuk bisa menjaga dan melupakan apa yang pernah di alami Uminya dulu
Perlahan mereka melepas pelukannya, dan Zain yang kini masih memeluk erat putri ke sayangannya, sedangkan Al dan El kini meneluk erat Uminya dengan mereka yang terus mengucap maaf dan makasih atas perjuangan Uminya dulu, yang selalu memberi yang terbaik untuk mereka
__ADS_1
" Umi cepet sembuh, Umi ini pahlawan kami, jadi Umi gak boleh sakit lagi, ya.." ucap El yang sedari tadi sudah berlinang air mata
" Umi kuat, Dulu Umi kuat dan tahan banting, sekarang Umi harus bahagia bersama kita" tambah Al lagi
Jihan hanya mengangguk dan kembali memeluk anak anaknya lagi
Tak terasa sudah jam 8 malam , Jihan di minta untuk lanjut beristirahat setelah seharian menguras emosi
Al dan Zain juga sedang istirahat setelah seharian penuh drama
Tapi El dan Zula yang justru mereka saling menerima kenyataan bahwa merek bersaudara, El sangat bahagia karena dengan ini dia gak akan pernah lepas dari Zula, bukan hanya jodoh, tapi mereka JODOH DUNIA AKHIRAT, yang akan selalu bersama
" Bang..." ucap Zula
" Hm... Kenapa cil?" jawab El yang sudah merubah panggilannya pada Zula
" Cil cil.... Gue bukan bocil" jawab Zula gak terima
" Iya sayang kenapa?" jawab El menggoda El
" Hahahahaha..... Sayang Abang gitu?" tawa Zula meladak dan membuat Zain dan Al kaget
Zain hanya tersenyum dan bangkit dari tidurnya kembali menghampiri Zula lagi, karena memang dia masih gak mau lepas dengan putrinya yang ter yata sudah besar, begitu juga dengan Al yabg jalan pikirannya masih berbeda
" Bang Al ini, kelihatan banget kalau masih belum ikhlas, belum terima kalau gue adeknya" ucap Zula yang bisa baca ekspresi Al
" Ya gimana? gue yang mau dapat jodoh gagal kali ini, " jawab Al kesal
" Iya mentang mentang loe di pilih, adeknya ya di pikir dong, gimana jadinya perasaan elo kalau loe jadi nikah sama Zula" bantah El yang gak kalah kesal
" Suut.... Udah... Udah.. Bang... Bang Al bang El, ini takdir kita, jalan hidup kita, bersyukur kita di temukan, hingga belum berlanjut ke pelaminan, dan Umi masih sehat masih bisa mengakui, kalau tidak gimana? apa yang akan terjadi selanjutnya?" lerai Zula pada Abang abangnya
__ADS_1
" Ayo lah bang, plis jangan pada kayak anak kecil Deh, ini semua udah menjadi permintaan abang, parmintaan abang sudah di kabulkan Oleh Allah, kalian yang selalu meminta pada Zula untuk jadi JODOH DUNIA AKHIRAT kalian, saat ini di ijabah bang, Zula akan manjadi JODOH DUNIA AKHIRAT kalian, karena Zula adalah adek kalian, di tubuh kita ada aliran darah yang sama, " tambah Zula memberi pengertian abang abangnya
"Kalau istri, yang tadinya dia orang lain, mungkin bisa jadi cuman jodoh dunia, jodoh sementara di dunia, kalau langgeng Alhamdulillah sampe akhirat, karena mereka gak punya akiran darah yang sama, beda kalau kita, sampai kapanpun gak ada yang namanya pecah sodara, sampai kapanpun kita tetap sodara, sodara kandung sedarah bang... JODOH DUNIA AKHIRAT ku " tambah Zula lagi dengan memeluk kembali kedua abangnya