Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Sebut nama


__ADS_3

Jihan masih lanjut dengan ceritanya,


" Jadi karena keisengam saya, maka saya diem diem dari suami saya untuk mengambil jurusan managemant bisnis, tanpa sepengetahuan beliau, dan hal ini jangan di tiru" tambah Jihan memggaris bawahi


" Itu tadi bukan motifasi ya, " tambahnya sambil tersenyum dan mengundang kembali gelak tawa


" Okey... Setelah 2 minggu saya menunggu dan yang mana di usia 18 tahun sudah menjadi ibu negara, atau ibu rumah tangga, lebih kecil usia saya dari kalian lho" tambah Jihan lagi


" Hingga saya membuka salah satu blok untuk mengetahui hasil kelulusan pendaftaran, Dan ternyata saya dua duanya keterima, dan di managemant bisnis saya mendapat beasiswa Full, sampai lulus, tapi di sana saya bingung, bingungnya, apa mungkin saya bisa menjalani dua duanya, apa saya bisa membagi waktu, secara yang satu di ridhoi dan yang satu di umpeti, kalau saya mengambil jurusan bisnis udah pasti kena marah dari sang suami, dan bila bisnis di biarkan, sangat sayang banget, dan hingg saya berfikir di pondok sama sekolah aja bisa, apa lagi cuman luliah, cuman harus pinter aja ambil ham kuliah pikir saya begitu" tambah Jihan lanjut bercerita


Jihan masihbterus bercerita memberi motifasi kepada semua mahasiswi di sana


El sudah merasa agak bosan, secara dia sudah tau dong tentang cerita masa sekolah kondok dan kuliah Uminya


El mulai menggeliat dan mengalihkan pandangannya ke belakang dan..


Wajah cantik dari sang mantan tepat di belakangnya dan masih fokus pada cerita dari Uminya


El sama sekali gak salah tingkah dan justru menamati dan memandang terus wajah Heny yang terlihat makin cantik


Jelas makin cantik lah, dulu di pesantren dan sekarang sudah menjadi mahasiswi yang pasti sudah lain gayanya


Heny sebenarnya sadar dengan tatapan El, tapi dia sama sekali enggan untuk menatap balik El, dan bahkan malas dan memilih untuk tetap fokus pada Umi Jihan yang luar biasa di depan sana


5 menit sudah El menatap Heny, teman di sebelah Heny sudah salah tingkah, dan bahkan sudah beberapa kali menyenggol dan mengkode Heny cuman Heny masih tetap cuek saja


" Assalamualaikum.." ucap El lembut pada Heny


" Waalaikumsalam..." jawab teman Heny yang di sebelahnya


" Dek.... Adek..." panggil El lembut pada Heny


Heny masih tidak merasa di panggil, dan bahkan Heny berfikir kalau panggilan itu sudah di buang jauh jauh olehnya karena penghianatan dan kebohongan yang pernah El berikan


Tapi bukan El namanya kalau nyerah dan tau malu, El akan terus menatap Heny tanpa peduli pandangan orang lain


Dan akan terus memanggil Heny tanpa peduli tanda tanya atau kecurigaan teman teman maupun senior Heny

__ADS_1


" Adek..... Dek... Heny..." panggil El lagi sambil menggerakkan telapak tangannya di depan muka Heny


Heny sama sekali gak menanggapi dan tetus fokus kedepan, tanpa peduli dengan El maupun temannya, yang justru tidak fokus dengan sikap El


" Mbak... Itu namanya Heny kan?" tanya El pada teman di sebelahnya


" Iya mas, itu ada di almamaternya" jawab teman Heny di sebalahnya


" Maaf mbaknya mau pindah sini" tanya El lagi karena sengaja boar dekat dengan Heny


" Maksudnya masnya mau pindah dan tukeran tempat sama saya?" tanya mbaknya dan El memgangguk


Hingga keduanya sama sama berdiri dan El pindah ke belakang tepat di sebelah Heny


" Assakamualaikum Adek Heny" ucap El lagi


Heny bukannya makin seneng justru dia makin dongkol dan jengkel, bahkan motifasi yang Jihan berikan semakin tidak terdengar dan kalah dengan rasa dongkol dalam hatinya


Tapi namanya salam harus di jawab apa lagi khusus untuknya lagi dan dia juga lama lama semakim risih dengan tatapan teman di sekitarnya


" Waalaikumsalam.." jawab Heny cuek dan singkat


Apa lago terakhir dia buka notif Heny sudah memblokir semua akun El yang di ikutnya dan El tau kalau Heny sekarang sudah tau alasan yang sebenarnya


" Apa kabar?" tanya El sambil menampilkan seny ramahnya


" Baik" jawab Heny cepat dan singkat


" Alhamdulillah..." jawab El dia merasa tersentil banget dengan sikap cuek Heny


Beda jauh dengan Heny yang dulu, Heny yang manja dan lembut banget kepadanya, dan semua berubah karena berawal dari ulahnya


" Sekarang kuliah di sini ya?" tanya El basa basi


Dan sama sekali gak di jawab Oleh Heny, karena Heny pikir El juga sudah tau dengan keberadaannya di sini sudah pasti kalau dia juga kuliah di sini


" Abang kangen sama Adek" ucap El to the poin

__ADS_1


Heny sama sekali tidak berekspresi, dan tetap pada posisi yang sama menghqdap kedepan tanpa menoleh pada El


Karena setelah El mengetahui kalau Zula adalah adeknya, orang pertama yang dia ingat yang dia rindukan adalah Heny,


Sang mantan yang pernah di sakiti, dia terus kebayang dengan Heny, bahkan bayangan rasa bersalah semakin jelas di saat dia mulai kembali memcari kontak dan akun Heny yang ternyata sudah di blok oleh Heny


" Adek pasti udah benci kan sama Abang?" ucap El lagi dan Heny masih berekspresi yang sama


" Kangen kangen iya lah, sesudah loe nyakitin hati gue, loe bisa bilang kangen, " batin Heny kesal dan sebenarnya Heny pengen nangis dan pengen mengumpat kesal pada El


Tapi sayang Heny masih ingin tetap menjaga lisannya dan enggan menjawab dan ingin tetap cuek pada El


Kalau di bilang kangen, sangat kangen Heny, secara kasih sayang sikap memanjakan, pengertian yang dulu El berikan selama 2,5 tahun cukup berkesan banget, cukup manjadi kenangan manis sebelum kejutan yang El berikan di akun IGnya dengan Zula


Heny terkadang masih menyayangkan retak dan putusnya hububgannya, tapi itu pilihan El dia masih punya harga diri sebagai wanita dan enggan mengemis cinta pada El yang sudah berpaling darinya


Heny mulai mengambil ponselnya, karena dia tau setelah acara El pasti akan mengeharnya dan akan terus berusaha mengusiknya kembali


Heny mulai mengetik pesan untuk sepupunya agar bisa di ajak kerja sama dan bisa melindunginya dari kejaran El


Dan Benar El tidak menywrah, walau di cueki habis habisan oleh Heny, tapi dia tetap menatap Heny hingga acara selesai dan semua bubar,


Bahkan Saat El berbicara dengannya Heny justru sibuk dengan ponselnya sendiri untuk menyusun rencana dengan sepupunya


Dan acara selesai, Jihan ikut dengan semua dosen, dan Semua mahasiswa mulai bubar dan meninggalkan Aula, begitu juga dengan Heny yang sudah berdiri dan hendak berjalan tapi di hadang dan di tahan oleh El dengan menggenggam tangan Heny


" Maaf El, bisa sopan dikit kan?" ucap Heny dengan menyebut nama El secara terang terangan


El cukup kaget, sejak kapan Heny memanggilnya dengan nama, dan bahkan sedari tadi dia terus berkata dan memanggilnya dengan sebutan adek


" Ayo sayang, kita ke kantin dulu yuk, mas Laper" ucap Wion sepupu Heny yang satu jurusan dengan Heny tapi kakak tingkat Heny


" Sayang?" kaget El langsung nyeplos


" Ini siapa sayang?" tanya Wion pura pura gak kenal


" Kenalkan Mas, ini El senior Dedek saat di pesantren dulu" jawab Heny ramah pada Wion sedangkan dengan El tadi masyaallah cuek

__ADS_1


" Oh... Iya.. saya Wion, tunangan Heny" jawab Wion sambil mengulurkan tangannya pada El


__ADS_2