Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Perlu penjelasan


__ADS_3

Pagi harinya, setelah sholat tahajud seperti biasa jam 4 sebelum subuh Jihan mulai beraktifitas masak, sebelum lanjut untuk aktifitas lainnya


Kedua pangeran tampannya juga udah bangun, apa lagi pangeran yang selalu dalam hatinya, selalu duduk manis dengan secangkir teh di depannya, yang menemani Jihan masak


Permintaan Zain hanya 1 untuk Jihan, hanya masalah ranjang dan dapur, selebihnya Zain gak pernah nuntut lebih dari Jihan, dan makanya kalau Jihan masak dia selalu menemani sampe kelar


Setelah semuanya selesai, Kini Jihan dan Zain lanjut sholat subuh berjamaah, beserta anak anaknya juga, yang mana kedua santri langsung bablas untuk bobok lagi di kamar masing masing


Sedangkan Jihan dan Zain lanjut untuk olah raga pagi, sekedar joging dan keliling ke taman komplek yang gak jauh dari rumahnya,


Da itu salah satu rahasia mereka tetap sehat dan awet muda sampai saat ini, masih kuat untuk menjalankan aktifitas mereka tanpa mengeluh sakit ini dan itu,


Selain itu, profesi Jihan yang sebagai dokter, tentu selalu memberi fasilitas kesehatan terbaik untuk keluarganya, terutama anak anaknya yang ada fi pesantren,


Untuk Al El dan IL juga di wajibkan oleh Jihan untuk selalu jaga kesehatan, dan juga minum Vitamin rutin, dan suntik Vitamin setiap 2 minggu sekali,


Jam setengah 6 pagi, El terbangun oleh alarm ponselnya, dia mau berangkat sekolah kali ini, walau harus menempuh jarak yang cukup jauh, demi apa??


Demi mata pelajaran dan juga Heny tentunya, agar keduanya tidak terlewatkan dari mata dan juga otaknya


El buru buru mandi dan siap siap, untung masih ada seragam di rumahnya, yang sempat tertinggal kala itu


Setelah mandi El langsung buru buru turun dan sarapan ternikmat yang sering kali ia rindukan, yaitu masakan Umi tercintanya


Ya Selain Zain, anak anaknya juga lebih suka makan masakan Uminya, di banding dengan masakan mewah restoran miliknya


Walau sederhana dan hanya sambal saja, tapi masakan Umi Jihan gak ada duanya,


Setelah sarapan El langsung mengendarai mobilnya, yang sebelumnya di panasi terlebih dahulu, dan keluar dari pekarangan rumahnya


Saat menuju gerbang komplek, El berpapasan dengan Abah Uminya yang sedang olah raga


El memberentikan mobilnya terlebih dahulu, dan turun untuk pamit pada Abah Uminya sekalian


" Sekolah?" tanya Zain dan El mengangguk

__ADS_1


" Ya udah hati hati jangan ngebut" ucap Jihan berpesan


" Siap.... El berangkat dulu ya Bah Mi" pamit El mencium tangan Abah Uminya


" Ya udah hati hati..." jawab Zain menepuk pundak El


" Uang saku?" tagih El


" Kan udah ada?" tanya Jihan


" Ketinggalan di pondok," jawab El masih menadahkan tangannya


" Bawa gak Bah?" tanya Jihan yang gak bawa


" Bentar..." jawab Zain sambil merogoh kantong trainingnya


" Cuman ada ini.." ucap Zain sambil mengeluarkan 3 lembar uang warna merah


" Ya udah cukup lah tu,.. udah penuh kan minyaknya," ujar Jihan santai


" Udah untuk jalan berangkat aja, nanti kalau pulang mampir pondok ambil dompetnya" tambah Jihan dan El memgangguk


" Waalaikum salam....." jawab keduanya santai


El kini menyusuri jalanan yang cukup padat, dengan pengendara motor para pegawai pabrik yang harus datang lebih awal, dan juga para pedagang yang hendak belanja kepasar,


El dari tadi terus mendercak kesal, dengan para pengendara motor yang dengen seenaknya mendesal dan tepat di depannya, membuat dirinya kesulitan untuk memajukan mobilnya


" Ck..... Bisa telat ini nanti...." kesal El sambil memukul mukul setirnya


" Ini pengendara motor gak ada akhlak ya, tau nganti gak sih, mentang mentang kecil desel aja" omel El yang pasti gak di dengar oleh para pengendara motor lainnya


Hingga akhirnya El, keluar dari desakan pengendara motor yang sangat rempong, terlebih dari emak emak, yang lampu seannya hidup sepanjang jalan sampai ber Km Km


Belum lagi, yang mau belok ke kiri, lampu seannya yang hidup bagian kanan, dan kadang mendadak belok tanpa di menghidupkan lampu sean, lebih menyebalkan lagi, kalah ngelip melalui arah kiri, huh... sangat berbahaya sekali, dan pastinya pagi pagi sudah bikin El emosi pada emak emak yang menguasai jalanan

__ADS_1


Dan benar, El sudah hampir terlambat karena 1 menit lagi herbang di tutup, untung mobilnya sudah masuk terlebih dahulu melewati gerbang,


Saking emosinya, El sampai terlupakan penyamaranya kalau dia bukan siapa siapa, hingga kebawa mobil mewahnya ke area parkiran sekolah


" Baiyooh..... Kenapa bisa kebawa perkir sih lo bil mobil,.... Harusnya loe ingetin gue belok rumah mbah Liloh...." umpat El memarahi mobilnya sendiri


Dan setelah itu bell masuk berbunyi keras, dan El cukup untuk pasrah


" Bodo amat ah....." pasrah El dan mengambil tasnya serta membawanya turun dengan cukup santai


Di luaran sana, masih menunggu siapa yang bawa mobil keren ke dalam sekolah tersebut, hingga membuat seisi sekolah pada ribut sendiri dan penasaran


Hem.... Ternyata sang pangeran dan ketua osis yang hadir dengan mobil keren yang masih kinclong itu


Raja Gibah mulai beraksi dengan gosip dan asumsinya sendiri, yang spontan nengkreng dalam otaknya


" Gila ya tuh orang.... Gak sadar apa dari kemaren udah di seret rentenir, ini malah bawa mobil lagi ke sekolah, kalau mau gaya seharusnya sekuat kantongnya, jangan memaksa seperti itu.. amit amit ah..." ucap Wawan heboh sendiri


" Itu tuh... paling mobil rentalan, sewa dia, untuk pamer pada Heny, pada kita semua, nanti di tangkap rentenir lagi biar kapok.." tambah Wawan berasumsi sendiri


Tiba saatnya El menaiki tangga untuk menuju ke kelasnya, sesampainya di depan kelas,Wawan masih asyik gibahin dirinya


" Lanjut terus Wan.... Lanjut..." ucap El sudah Faham apa yang Wawan bicarakan


" Eh.... Hehehhee... Kenyataan El, jangan ngambek..." jawab Wawan tanpa dosa


" Iya kenyataan...." jawab El langsung masuk tanpa peduli dengan tanggapan yang lain


Wawan justru semakin kepo dengan El, yang begitu santai, dan lanjut mengikuti El dan duduk di sebelah El


" El jadi bener itu mobil rentalan? Untuk apa? kan loe gak bisa bawa Heny keluar, emang loe mau kena takziran ( Hukuman) " ucap Wawan makin lancar keponya


" Iya mobil rentalan, mau gue gunakan untuk narik ojek online, biar bisa bayar hutang rentenir " jawab El kesal,


El tentu tau, karena semalaman Heny juga sempet mengirimkan pesan padanya, dan bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya,

__ADS_1


Walau bagaimana pun, hati seorang wanita tentu kepikiran dengan cowok yang selalu ada di sebelahnya,


Dan hari ini El mau gak mau harus memberi penjelasan pada Heny, terlebih dengan mobil yang ikut nongkrong di perkiran sekolah saat ini


__ADS_2