
Sebulan berlalu.....
Heny dan El hukumannya tinggal 10 hari lagi, dan hari hari tersebut setiap harinya selalu di hitung kurangnya, seperti anak kecil yang sedang menghitung datangnya hari lebaran di kala bulan puasa
El merasa kurang bebas, El yang suka kebebasan mendadak mendapat hukuman yang harus aktif selama 40 hari untuk menyimak setoran lara santri
Dan Il yang sama sama di pesantren juga sudah aktif kembali dengan aktifitas dan pelajaran yang selalu mengisi relung hati perasaan dan juga pikirannya
Hari ini Jihan dan Zain akan berngkat ke Mesir untuk menghadiri acara wisuda Al, yang besok akan di selenggarakan
Mereka cuman pergi berdua saja, karena anak anaknya lagi pada sekolah dan gak mau di ajak pergi jauh ikut dengan keduanya
Kini Jihan dan Zain mengendarai jet privat milik keduanya, awalnya Jihan ingin sama dengan Al, menaiki pesawat umum sama dengan yang lain biar gak sepi sepi amat, tapi Zain menolak dan kekeh memakai pesawat miliknya sendiri
Dengan alasan cepet sampai tanpa ngantri, tapi pastinya bukan itu saja sih, masih ada alasan lain , yah.. Tau lah Zain bagaimana kalau di dekat Jihan
Kini keduanya sudah terbang di angkasa sudah sedari 30 menit yang lalu, Jihan masih duduk rapi tanpa mata merem, karena masih sibuk dengan laptop di hadapannya
Entah kenapa dalam situasi seperti ini Zain sendiri juga gak tahan melihat wajah Jihan yang begiti serius menghadapai kerjaannya
Zain mulai mendekat pada Jihan, dan mendekat pada dada Jihan yang masih tertutup rapi dengan baju dan hijab yang Jihan kenakan
" Abah...." ucap Jihan merasa geli dengan perlakuan Zain
Di antara keduanya saat ini sedang tidak ada pramugari, para awak kabin masih pada tempatnya masing masing, karena belum waktunya untuk memberi pelayanan pada penumpang pesawat
" Udah dulu dong sayang.... " rengek Zain pada Jihan dan langsung menutup laptopnya
Tangan Zain sudah mulai tak terkondisikan, dan mulai bermain cantik di sekitar tubuh Jihan
" Kenapa??" ranya Jihan santai dan mengelus kepala Zain yang masih dekat dengannya
" Pengen...." bisik Zain sudah gak karuan
" Mampir dulu ke Hotel?" jawab Jihan menggoda Zain
Mana ada hotel di angkasa, sengaja memang karena itu kebiasaan Zain saat berada di sebelah Jihan
Apa lagi kalau di rumah dan tidak ada anak anak, huh.... Merasa bebas dengan gaya apapun bagi Zain
__ADS_1
Dan hal ini sering dialami Jihan, kalau sedang di dalam pesawat pribadinya saat menemani Zain tugas,
Dan di dalam pesawat milik Zain juga sudah di lengkapi kamar tidur juga, walau tidak sebesar kamar tidur di rumahnya
Tapi cukup lah bagi Zain yang seneng banget kalau bercumbu, walau umur sudah tidak muda lagi
" Boleh.... Hotel belakang sana yuk.." jawab Zain makin menjadi
Dan tanpa menunggu jawaban Jihan, Zain langsung berdiri dan menggandeng Jihan untuk ikut ke kamar belakang
Sesampainya di sana, Zain langsung to the poin, dan mulai membuka hijab Jihan, dan lanjut
Allahumma jannibnas syaithona ila akhirihi....
Bagi Zain, orang seperti Jihan kalau lagi di dekat dan di anggurin itu sangat merugikan,
Cukup beberapa tahun yang lalu dia di anggurin dan di diemin, dan hal itu juga tak membuat Zain menyerah, dan sering nyolong nyolong
" Udah ya bah ya..... Umi capek," ucap Jihan setelah Zain puas melaksanakan ibadahnya
" Iya, sayang.... Nanti jangan langsung ke rumah Al ya, Abah masih mau lanjut, kita tidur aja dulu sekarang" jawab Zain yang merasa masih kurang dan membawa Jihan kedalam pelukannya dan tidur hingga pesawat mendarat
Itu lah kelakuan Zain, dan kini merek bener mampir di hotel setelah keluar dari bandara tadi,
Baru saja mereka berdua selesai mandi, tiba tiba ponsel Jihan berdering dan tanda panggilan masuk dari Al
Al yang menunggu kabar Umi abahnya saat sampai, dan akan menjemputnya sampai saat ini tidaj ada kabar,
Membuat para orang tua di sana merasa khawatir, karena lewat dari jadwal mendarat, apa lagi ponsel Jihan dan Zain baru saja di hidupkan setelah puas sunah rosul saat ini
" Assalamualaikum..." Ucap Al tegang saat sambungan baru terhubung
" Waalaikusalam Al... Gimana nak?" jawab Jihan satai
" Umi sama Abah di mana? kok baru bisa di hubungi? udah di bandara apa gimana?" tanya Al khawatir
Zain yang mendengar karena Jihan yang losepicer, telfonnya hanya nyengir mendengar suara Al yang cukup panik
Dia sedang enak enakan, eh yang rumah tegang , kalau Toha tau pasti udah mengumpat gak jelas
__ADS_1
" Pesawatnya gak apa apa kan? apa dilai cuaca buruk Mi?" tanya Al lagi masih khawatir
Jihan menoleh pada Zain yang di sebelahnya dan tersenyum cantik
" Kami sedang di hotel nak, pagi nanti Abah sama Umi baru ke rumah kamu" jawab Zain santai tanpa dosa
" Maksudnya?? Abah sama Umi sekarang sedang di hotel? dan udah mendarat sedari tadi?" tanya Al meminta penjelasan
" Iya, Abah sama Umi udah mendarat dari 4 jam yang lalu, " jawab Zain lagi
" Ya Allah ya Robbi..... Abah tau gak kami semua di sini sport jantung nunggu kabar dari Abah sama Umi, lha kalian ternyata santai di hotel" ucap Al kesal dengan kedua orang tuanya yang menurutnya keterlaluan
" Di hotel mana Al jemput sekarang, gaj usah nunggu pagi" tanya Al makin geram denga kekonyolan kedua orang tuanya
Zain melirik pada Jihan, sebenarnya Zain belum pengen langsung kerumah Al, karena masih pengen lanjut lagi
Tapi Jihan tidak tega membuat semua orang khawatir pada dirinya dan juga suaminya
" Abah sama Umi di hotel SS, Nanti kalau udah sampai lobi kabari aja ya Al, Umi sama Abah Siap siap dulu" jawab Jihan lembut
" Ya udah Assalamualaikum..." jawab Al kesal langsung memetikan ponselnya
Dirumah Al, semua masih menunggu kabar terutama kedua orang tua Jihan, yang pastinya sangat cemas
" Gimana Al ? Udah aktif nomer Umimu," tanya Ulfa pada cucu pertamanya
" Udah mbah.... " jawab Ak sopan
" Terus di mana mereka sekarang? gak ada apa apa kan?" tanya Charir yang ikut khawatir
" Enggak baik semua Abah sama Umi, dan sekarang sednag santai di hotel" jawab Al melihatkan wajah kesalnya
" Hotel??" tanya semuanya kompak
" Iya... Bikin adek baru mungkin" jawab Al nyeleneh
" Oh..... Tukio.... Di sini kami tegang di sana dia sak karepe dewe" umpat Toha iku emosi
" Terus kamu mau kemana sekarang?" tanya Hamdan pada Al yang sepertj sedang siap siap
__ADS_1
" Jemput Abah Kung... Al pergi dulu" pamit Al pada mereka
" Iya bawa cepet mereka kesini, biar tak ulem sekalian" kesal Toha yang pengen menjadikan Zain dan Jihan sebagai penyetan cobek