
Zula tetap santai dan bersikap cuek tanpa rasa takut maupun gugup dengan kedatangan Al yang mendekat padanya
Tapi Zula menegakkan tubuhnya dan duduk santai, sebelumnya dia menyandarkan punggungnya di bangku dengan santai
Tepat Al di depan Zula, Zula langsung membacakan hadist bukhori yang ke 200 dengan begitu fasih dan lancar
Al makin takjub dengan jawaban Zula yang begitu lancar dan tetap tenang santai dan cuek
Setelah selesai Zula lanjut dengan bacaan Al Qur'an yang berhubungan dengan Hadist tersebut,
Dan Al makin terpesona dan makin penasaran, tapi sikap Zula sama sekali tidak berubah
Setelah selesai menjawab pertanyaan Al, Zula tetap cuek tanpa senyum yang terulas di bibirnya sama sekali, walauoun Al memberi senyuman tulus dan tepuk tangan pada Zula yang sudah menjawab pertanyaannya
Semua teman Zula tidak heran dengan sikap Zula, mereka semua sudah faham siapa Zula, yang selalu menyendiri itu
Bukan menyendiri, sengaja memang dari kecil mereka mengucilkan Zula, dan Zula juga sudah tidak menganggap mereka manusia, karena manusia yang sebenarnya bagi Zula tidak pernah memandang status dan keadaan seseorang
Zula gadis cantik cerdas yang tidak tau siapa ayahnya, kaya memang tapi gara gara bulyan membuatnya seperti tidak percaya dengan orang lain di sekitarnya apa lagi yang pernah menghina dan mengucilkannya walau cuman sebentar saja, tapi Zula berfikir kalau orang itu tidak pernah tau gimana perasaan Zula,
" Nanti saat istirahat keruangan saya" ucap Al pada Zula
" Gak mau" jawab Zula cepat
Zula paling males berurusan dengan Hal perkantoran, ibarat hati Zula sudah mati rasa dengan dunia nyata,
Gak ada orang yang dia percaya kecuali Miminya, sangat berbanding balik bukan dengan kehidupannya di dunia Maya yang sangat Happy Ramah dan ceria
" Kenapa?" tanya balik Al dengan mengerutkan keningnya
" Emang ke Kantor suruh ngapain? " Tanya balik Zula dengan nada datar
" Hem...." kaget Al baru ketemu dengan bocah yang sangat cuek bianget
" Ada yang mau saya obrolakan sama kamu" jawab Al cepat
" Hem... Lain waktu, bapak ngobrol aja dulu sama guru yang lain, guru baru kan?" jawab Al dengan bertanya balik
Wow..... Dasyat, di bilang gak sopan juga ada benarnya juga, tapi kalau bagi Zula, Zula merasa biasa saja, dan tidak melanggar adab, memang dia tidak mau menunjukkan sikap ramahnya
" Okey.... Lain waktu lagi" jawab Al singkat langsung kembali ke mejanya
__ADS_1
Zula kembali anteng dan santai seperti sebelumnya di bangkunya sendiri
" Gila tuh bocah, gitu amat cueknya, cantik cerdas tapi sombong" batin Al sembari berjalan kebangkunya
Setelah duduk Al memberikan tugas pada anak didiknya, dan Al terus menatap Zula dengan tatapan serius, dan bahkan sampai kebawa lamunan Al
Hingga akhirnya Zula datang untuk mengumpulkan tugasnya dan membuayarkan lamunannya
" Udah selesai?" jaget Al serasa cukup singkat Zula mengerjakan tugas darinya
" Hem..." jawab Zula sambil berjalan kembali ke bangkunya
Al kembali tertegun dan melihat hasil tugas yang di kerjakan Zula
" Perfack... " batin Al masih teetegun melihat hasilnya karena Zula mendapat nilai sempurna
Karena tidak ada yang salah dengan jawaban jawaban Zula dan semuanya benar
Al menahan rasa penasaran itu dan terus merhatikan Zula hingga waktu ganti jam pelajaran berakhir
Kini Al sudah kembali ke Ruangannya dan berfikir serta menebak nebak siapa Zula
Hingga saking gak tahannya dan saking penasarannya, Al berdiri dan berjalan ke kantor untuk menanyakan hal tentang Zula
Sesampainya di kantor, Al langsung duduk di bangku depan meja kerja Ahmed, santri tersebut
Al akrab karena kg ahmde dulu orang ndalem, dan dia bisa mengajar di BNT atas bantuan Zain, dan sekarang kang Ahmed sudah berkeluarga dan belum lama juga sebenarnya dan mendapat santri putri dari Al Musthofa juga
" Assalamualaikum pak Ketua" gurau Ahmed
" Waalaikumsalam.. Apaan sih kg" jawab Al gak mau berlebihan
" Gimana Gimana? dapat pilihan gak dari murid di sini yang siap di nikahi?" tanya Ahmed bergurau
" Gak ada, ada ada aja sampean kang" jawab Al bergurau
" Hahahaha... Tinggal tunjuk aja yang mana boleh kok" jawab Ahmed sambil tertawa ngakak
" Emang beli makanan tinggal tunjuk aja, patner dunia akhirat kang gak main main ini " jawab Al sambil tersenyum bergurau
" Iya tau, bercanda Gus" jawab Ahmed sambi tersenyum
__ADS_1
" Tapi gue tadi masuk ke kelas X IPA 1" ucap Al terhenti
" Jangan bilang kalau loe kesal dan sebal dengan anak yang bertempat paling belakang di pojok sendiri" langsung saut Ahmed yang tau dengan ucapan Al, yang pasti menuju ke Zula
Ya karena itu semua guru faham dengan karakter Zula yang beda jauh dari murid lainnya
" Kok tau" ucap Al singkat
" Semua guru baru dan bahkan semua guru mendapat perlakuan seperti itu darinya, Cuek bebek tapi cerdas" jawab Ahmed menjelaskan
" Masak iya?" keget Al gak percaya
" Eleh gak percaya, beneran, dia bukan sombong karena kalau sombong dia akan bangga pada dirinya sendiri dan terus membanggakan dirinya, dan pengen di puji semua orang, dia cuek bukan karena sombong ya, jangan salah, pertama gue ngiranya gitu, makanya loe bilang gitu langsung gue saut aja" ucap Ahmed panjang
" Terus kenapa? " Heran Al
" Tiada sudah tidak mempercayai semua orang, dia sudah gak peduli siapapun itu, bahkan dia bisa di katakan gak butuh orang lain, karena menurut dia semua orang sama, pasti akan berfikir buruk setelah tau latar belakang keluarganya" jawab Ahmed bercerita
" Maksudnya?" tanya Al sanbil mengerutkan dahinya
" Kata Bu Siska, kepala sekolah serta pimpinan yayasan, bukan menyingkirkan abah loe lho ya, " Ucap Ahmed dan Al mengangguk Faham
" Kalau Abah loe pemilik dan pimpinan utama" tambah Ahmed Al terus mengangguk
" Sekarang elo yang jadi pimpinan utamanya" tambah Ahmed lagi Ak tetap mengangguk
" Elo ngangguk aja terus kayak burung beo" Tambah Ahmed menyebalkan
" Elo kang... Ck.. Gak jelas" ucap Al membuat Ahmed kembali tertawa
" Di dengerin dari tadi malah bercanda" kesal Al tentunya dengan nada bercanda
" Elo terlalu serius sih, santai aja ngapa, penasaran banget loe ya?" tanya Ahmed lagi
" Banget lah, secara orang secerdas itu sombong dan cueknya naudzubillah..." jawab Al gemes banget
" Cantik gak?" tanya Ahmed menggoda
" Cantik lah, itu nilai plus seharusnya, tapi minusnya cuek dan kayaknya suka bantah" jawab Al menebak siapa Zula
" Hahahaha..... Sudah gue tebak, gak ada guru bujanh jomblo seperti loe yang gak penasaran sama tuh anak, gue aja waktu masih pengen ngedeketin" ucap Ahmed kembali tertawa
__ADS_1
al tertegun memang benar mustahil kalau melihat Zula dan tidak penasaran siapa dia
" Kang, tadi kata bu Siska gimana? kenapa jadi malah sampai kemana mana sih ?" ucap Al tepuk Jidat