
Il memilih ponsel untuk Ucup, karena tujuan utama Il ke konter memang untuk membelikan ponsel untuk Ucup
Il tau, Ponsel Ucup kemaren jatuh karena Ucup sibuk membantu dan menemaninya, jadi Sebagai adek dan sahabat yang bail Il akan menggantinya saja
" Hay....." sapa Afdal yang akhirnya nyusul Il ke konter
" Eh.. elo mau ngapain?: tanya Il balik
" Enggak cuman mau nemenin loe aja" jawab Afdal Modus
" Gue aja gak minta di temenin" jawab Il santai
" Gak apa apa gue gabut aja di sana, " jawab Afdal beralasan
Il mengangguk dan its okey, itu cuman maunya Afdal dan dia gak minta
" Pengeluaran terbaru?" tanya Il pada penjualnya
" Oh.. Yang ini" jawab Sang penjual sambil mengeluarkan barang barunya
" Berapa?" tanya Il terhadap harganya
" 15 juta dek" jawab Sang penjual dengan harga ponses samsul lipat pengeluaran terbaru
" loe mau ganti ponsel?" tanya Afdal yang sempat mendelik saat mendengar harga ponsel yang di tanyakan oleh Il
Il hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Afdal yang menurut Il terlalu kepo
" Bungkus ya mbak...." jawab Il santai dan Afdal makin melongo dan menelan ludahnya kasar
" Kayak bungkus gado gado aja rasanya.." batin Afdal heran dengan kesultanan Il
Karena Uang 15 Juta seperti uang 15 di mata Il, ya maklum sultan mah bebas
Afdal malah makin lagi kalau mau mendekati Il yang sosoknya anak seorang sultan
" Yang bener?" ceplos Afdal pada Il
" Apanya yang bener?" tanya Il balik yang menoleh pada Afdal
" Eh..Enggak... Gak apa apa, " jawab Afdal kikuk
__ADS_1
Il mengangguk dan langsung kembali menoleh ke arah sang penjual yang sedang menyiapkan ponselnya Jihan
" untuk pembayaran bisa pake cartu kak? " tanya Il lagi
" Oh bisa kak, sebentar ya" jawab sang penjual dan Il mengangguk
Sesaat kemudian sang penjual kembali datang dengan membawa mesin kartunya, Il juga langsung memberikan card warna Gold, yang di berikan oleh orang tuanya khusus untuknya tanpa limit
" okey Ini kartunya ini struknya, dan ini ponselnya, terimaksih, dan di tunggu kunjungannya kembali" ucap sang penjual ramah
Afdal masih melongo di tempat, dan bahkan tidak sadar kalau Il sudah berdiri dan jalan keluar dari konter tersebut
" Maaf masnya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sang penjual pada Afdal
" Eh... Enggak mbak... Maaf" jawab Afdal dan langsung pergi mengejar Il mem uat sang penjual geleng geleng kepala
Dan Kini Afdal berjalan sejajar dengan Il yang santai untuk menuju ke pantai lagi,
" Lo gak kena marah sama orang tuamu kalau beli ponsel seharga gitu?" tanya Afdal dan Il lagi lagi menjawab dengan senyuman
Il paling males di tanya masalah harta, apa lagi marah karena cuman beli hal sepele, itu memang gak ada patokannya sama sekali dalam keluara Zain Musthofa,
Bukan Al Mustofa lho ya, soalnya Lain, Zain Musthofa dan Jihan Aulia yang gak pernah membatasi masalah keuangan anak anaknya
Ucup dari kecil tinggal sama Neneknya, Ayahnya seorang pelaut, dan Ibuknya Enrah pergi kemana Ucup juga gak tau
Sedari Umur ucup 2 tahun, dia sudah di tinggal Ibunya pergi, tanpa sepengetahuna ayahnya,
Ayahnya yang seorang pelaut memang jarang pulang, bahkan pulang setahun 2 kali, terkadang cuman sekali
Jadi Ucup udah terbiasa hidup sendiri, dan nurut sama neneknya, Il tau Itu juga, dan Makanya itu Il sangat humbal pada Ucup, begiti juga sebaliknya
" Dari mana sih lama amat" ucap Ucup saat melihat kedatangan Il
Il itu anaknya cukup tomboy dan pemberani ya, dia maunya beda dari yang lain,walaupun penampilannya feminim dan ala santri, tapi dia juga lebih suka sikap yang seperti cowok
Makanya Il minta agar Ucup memanggilnya brother biar beken katanya
"Apa cuman keluar bentar" jawab Il yang langsung duduk di sebelah Ucup
" Loe ikut juga?" tanya Ucup lada Afdal
__ADS_1
" Entah tuh, tiba tiba muncul aja tadi, gue juga gak minta" ucap Il menjawab ucapan Ucup
" Yq gue gak tega aja, Loe jalan sendirian, kalau nyasar gimana? kan loe gak bawa ponsel juga, ponsel loe lagi di bawa Ucup" jawab Afdal memberi alasan
" Hahahahahahaha....." tawa Ucup langsung meledak mendengar jawaban dari Afdal
" Ngapain loe ketawa?" tanya Afdak kesal
" Ketawa lah, lucu aja kalau loe bilang Nih bocah nyasar, dengan merem aja dia tau tempatnya" jawab Ucup sambil menepuk pundak Il
Afdal langsung me delik malu dengan alasan yang baru dia buat, pantes aja teman temannya yang lain makin santai saat Il pergi keluar sendirian
" Nih Ponsel loe ther, Makasih ya" ucap Ucup sambil memberikan ponsel pada Il
" Okey sama sama, dan Ini untuk loe" jawab Il sambil memberikan paperbag kecil pada Ucup
Ucup langsung menyipitkan matanya, dia Tau Il ini repot repot pasti, tau kalau ponsel dia Ilang, terus ambil tindakan pastinya
" Loe gak usah aneh aneh deh Ther, Gak usah repot seperti ini" ucap Ucup sudah peka
" Emang loe rau apa yang gue kasih?" tanya Il balik
Afdal makin membulatkan matanya, yang bener aja, pinsel 15 juta secara cuma cuma di kasihkan pada Ucup dengan begitu mudahnya tanpa sarat lagi
" Gue cicil" jawab Ucup sambil menerima
" Gue gak butuh uang loe, loe gak lupa gue sultan kan?" jawab Il narsis tapi bercanda
" Tau... apal di luar kepala, tapi gue akan cicil aja, entah itu 10 tahun apa 20 tahun, pokoknya gue mau nyicil" jawab Ucup kekeh
" Iya kalau dalam waktu 10 tahun sampai 20 tahun loe masih hidup,kalau udah koit, lho mau nanggung utang loe di akhirat? " jawab Il makin membuat Ucup dan yang lain merinding
Ya bagai mana tidak, anak muda saat ini jarang yang teringat akan kematian, dan bahkan mereka hanya berambisi dengan kesuksesan duniawi, dan senang senang saja,
Jadi sekali ada yang bilang pasti merinding tapi yakin detik berikutnya kemerindingan itu akan hilang, dengan pandangan kembali ke duniawi lagi
" loe doain gue cepet mati Beb?" tanya Ucup kesal
" Ya kalau loe gak mau terima dan mau bilang ini utang, mau loe cicil, gue doain mati sekalian" jawab Il santai dan enteng
" Waduh ngeri cup, loe belum nikmati ponsel baru, udah mati banyak utang, di siksa lagi di kuburan, karena utang loe belum lunas" Saut Sri mengkompori Ucup
__ADS_1
" Ih... Ngeri gue Cup, gue gak mau ya nanti kalau loe gentayangan banyak hutang, loe tiba tiba mibra tolong gue untuk bayar utang loe," saut Diko yang mengeri dan ber ekspresi sendiri
" Haduh judul baru dong, hantu gentayangan banyak hutang" tambah Tasya dan membuat semuanya tertawa