
Heny terdiam mematung dan berfikir tentang kebenaran ucapan Tiara, bila El memang gak tega melihatnya yang semakin hari semakin kurusan gara gara mikirkan dia
" Elo ada di bawakan oleh oleh gak sama dia?? " tanya Hilya kepo
Heny mengangguk lembut karena dia memang di bawakan sebuah jam yang cukup mahal dari El
" Apa?" tanya Dewi cepat
Tangan Heny merogoh saku roknya, dan mengeluarkan sebuah jam tangan barndet yang di belikan oleh El kala itu
Heny tadi mamakainya tapi Heny melepasnya setelah Melihat El sedang Video call dengan Dania
Seketika Dewi langsung merebutnya dan mengamati benda tersebut
Tiara dan Hilya juga nimbrung dan melihat lekak lekuk arlogi sederhana dan elegan tapi mahalan
" Emazing..... " ucap mereka kompak sambil terus memandangi jam tersebut
Setelah puas menamati arlogi tersebut, Tiara langsung menatap Hey lekat
" Elo masih ragu dengan kak El? " tanya Tiara serius
" Dia mengeluarkan uang sebanyak ini demi kamu Lho Hen, Kalau dia gak cinta sama loe, dia gak akan mengeluarkan uang puluhan juta bahkan ini kemungkinan ratusan juta lho Hen, hanya untuk jam seperti ini, " tambah Tiara meyakinkan Heny
Heny tidak bergeming dia mulai meyakinkan hatinya dan mulai berfikir positif tentang El
" Iya Hen, Kak El hanya ingin loe baik baik saja, hanya ingin Elo santai dan fokus pada belajar, dan ingin loe meraih cita cita, agar loe bisa sama sama jadi dokter bersama dia nanti" tambah Hilya menyemangati Heny
" Dia yang sudah menjalankan sebagai mahasiswa FK baru Hen, dia yang tau banyak persiapan, untuk hal itu" tambah Dewi lagi
Hingga akhirnya Heny tersenyum dananghamburkan pelukannya pada ke tiga sahabatnya
" Makasih bestie..." ucap Heny Haru dalam pelukan ke tiga sahabatnya
Di sisi lain, El masih lanjut kuliah dengan mata kuliah yang menguras pikirannya
Materi yang dia terima di jam kedua ini memuat pikirannya lumayan dalam, apa lagi barusan dia menerima video call dari adek kelasnya dulu
Dan El tadi sempat melihat Heny yang berlari sambil menutup mulutnya melewati Dania CS
__ADS_1
El mulai melupakan sejenak, karena itu pilihannya untuk pisah dengan Heny, tapi 2 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalin hubungan
Sejenak terlintas di benak El kisah manis dirinya dan Heny yang dulu selalu bersama
Tapi sekejap El menghilanvkan itu semua karena teringat sosok Zula yang ingin dia dapatkan,
Sosok Zula yang terlalu melekat dan mendalam dalam benak pikiran dan Hati El
Dan Heny kembali hilang dari pikiran El, karena tertutup oleh rasa sayang yang tiba tiba timbul lewat sosial media
__________
2 Hari berlalu, setelah peresmian gedung universitas Al Qur'an yang Al dirikan,
Hari ini dan seterusnya Muhammad Haidar Al Musthofa resmi menjadi pemilik yayasan pendidikan BNT, dan juga pemilik yayasan PTIQ di daerah KDS,
Yang mana semua gedung dari Paud, hingga perguruan tinggi berjejer dalam 1 komplek yang besar
Di sana pelajaran Umum dan Ilmu Agama di kembangkan, tapi 65 % adalah pendidikan non formal dan 35, % pendidikan formal, untuk paud sampai dengan MA
Sedangkan untuk di PTIQ khusus pendidikan Al Qur'an, Dan Hadits
Hari ini hari pertama Al berkunjung sekaligus menjadi salah satu pengisi mata pelajaran Al Qur'an Hadits di MA BNT Sekaligus pengenalan dirinya yang sekarang sebagai penerus abahnya sebagai pimpinan utama yayasan tersebut
Selain tampan posisi Al sebagai penerus sekaligus pemilik sekolah sudah pasti menjadi incaran bagi para siswi di sana
" Emang bener hari ini akan datang putra dari pak Zain?" tanya Salah satu siswi pada temannya
" Kabarnya dari buk Eva iya, udah kita saksikan aja kedatangannya" jawab temannya lagi
Saat itu gengnya Nada, melewati siswi yang sedang ngomongin Al,
Nada merasa gatal dengan pendengarannya, secara dia sendiri paling ngfans dan kagum serta merasa dekat dengan Al
Padahal Al sendiri belum pernah ke BNT, selama dia kuliah di Mesir
Ya mungkin nama Al sudah tak asing lagi bagi para siswi di sana, ya namanya juga orang pertama di sekolah siapa sih yang gak sok kenal
" Ngapain ngomongin bang Al gue" icap Nada sinis
__ADS_1
" Gak papa" jawab Siswi tadi langsung pergi
Mereka gak mau punya urusan dengan Nada and the geng, takut dapat masalh dan selalu jadi buronan Nada And the geng
Bukan hanya di sekolah tapi juga di Pesantren karena Nada juga anak pesantren yang cukup menangan, kalah menang gundang
Tiba saatnya bell berbunyi dan spiker sekolah mengumumkan agar semua siswi berkumpul di lapangan sekolah untuk penyambutan sang pemilik Yayasan terbaru
Sebenarnya Al males dengan hal ini, tapi Abahnya memaksa, biar tau dan gak salah faham lagi, dulu Zain menyembunyikan statusnya kala itu, tapi justru malah repot saat Jihan tau
Jadi kali ini gak akan ada yang namanya sembunyi sembunyi lagi, hanya El yang masih seperti itu, Jihan?? Entah ya...
Mobil Al sudah memasuki gerbang sekolah MTs dan MA BNT, al datang dengan di dampingi Abah Kesayangannya
Jihan tidak ikut karena ada tindakan dadakan pagi tadi di rumah sakit, dan memang Jihan gak pernah ikut acara di BNT, setelah kejadian waktu itu, walau dia adalah alumni BNT, toh semua guru juga malah sering datang dan di undang keacara di rumahnya
" Beneran ini nanti bah, Al berdiri di antara ribuan cewek cewek itu?" tanya Al saat selesai memarkirkan mobilnha di parkiran VIP
" Iya dong... jangan salah, Dulu Abah juga menemukan JODOH DUNIA AKHIRAT juga salah satu dari ribuan siswi di sini
" Tapi Al kan udah punya Yasmin Bah" jawab Al gak faham
" Tau, emang siapa yang mau jofohin kamu sama murid kamu sendiri nanti" jawab Zain sembari melepas seatbelt di sebelahnya
" Udah ayo turun, nanti habis ini abah ada meeting di RM" tambah Zain tak merhatikan Al yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Dengan menggunakan, baju kemeja abu abu, dan celana bahan, Al seperti berpenampilan resmi sebagai guru
Al dan Zain barengan turun dari mobilnya , sorakan dadi siswi menyambut kedatangan mereka
Zain melambaikan tangannya lanjut menangkupkan kedua telapak tangannya dan lanjut menaiki panggung yang sudah tersedia
setengah jam berlalu, Acara perkenalan dan peresmian Al sebagai pemegang serta pemilik dan pemimpin telah usai, Zain juga sudah ke resto di jemput oleh orang resto karena mobil yang tadi Zain tumpangi adalah mobil Al
" Heh anak pungut, anak buangan tong sampah, awas lho ya... kalau elo sok cantik dan tebar pesona" ucap Nada menghina habis Zula seperti biasanya
Ya Nada adalah musuh terparah Zula mulai dari kecil, yang sudah membuli Zula, hingga sekarang
Zula tak menanggapi sama sekali, karena hal itu udah basi, dan sudah seperti angin kentut bagi Zula,
__ADS_1
Zula terus berjalan tanpa melihat maupun meboleh pada Nada and the geng
" Woy... Anak sampah.." cela Nada lagi dan tak sengaja terdengar di teliga Al bahkan Al mendengar dan melihat sendiri ejekan Nada pada Zula